Seorang gadis cantik yang bernama brilian hidup di sebuah desa degan kedua orang tuanya orang tua anak ini merupakan orang yang baik hati dan ramah ayah lian bekerja sebagai seorang dokter sedangkan ibu lian hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga lian merupakan gadis baik, pintar, ramah dan sagat suka megikuti jejak ayahnya.lian juga memiliki sahabat laki laki yaitu budi dan doni.dan seperti pagi ini
" lian......" teriak temanya dari luar rumah
" tunggu sebentar aku belum ijin"
di dapur bunda lian sedang sibuk membersikan dapur
" bun...." !!!
"ada apa sayang ?
" lian akn pergi bermain mungkin akan pulang sore"
" baiklah hati hati jagan pulang kemalaman sayang"
" baik bun"
lian pergi kekamarnya untuk mempersiapkan bekalnya dia membawa benda benda seperti
* kamera
* pisau lipat
* senapan agin milik ayahnya
* bekal untuknya dan anjing kecilnya kelly
* obat
* dan lain sebagainya
sekarang dia sudah berada di kaki bukit bersama ledua temanya.yap dia berbohong sebenarnya dia hanya penasaran tentang sebuah bukit di atas desanya kata orang orang desa bukit itu angker konon ada penghuninya tentu saja dia tidak percaya hal itu.
dengan ini siatip sendiri mereka berencana pergi kesana sambil berburu
" don ...." panggil lian
" ada apa"??
" coba ambil teropong di tasku "
" dimana ???"
" itu yabg kecil"
" ini"
" sebaiknya kita naik sekarang" sahut budi
" ayolah"sahut lian
mereka berjalan semakin memasuki hutan teryata tidak ada yang meyeramkan disana pemandangan asrih dan sejuk .
Matahari semakin naik tapi mereka tidak menemukan satu hewan buruan pun lalu meteka beristirahat di bawah pohon dan makan
" kita istirahat dulu" ucap lian
" iya nanti kita lanjut berburu" ucap budi
" iya "
mereka membuka bekal masing masing
" kelly"
" aourhhhwww"nada anjing imut
" kau lapar bukan ini makananmu" ucap lian
mereka semua sibuk makan setelah selesai makan mereka tidur tapi lian masih terjaga hingga dia melihat seekor burung yang cantik memiliki bulu warna warni yang indah dia megejarnya burung itu seperti mempermainkanya berlari di dekat ranting rating
dup
dup
dup
suara senapan agin membidik burung tapi burung itu semakin terbang dekat padanya ketika dia igin menangkapnya maka burung itu akan pergi terbang
cit..cit....cit....
jauh semakin jauh dari teman temanya dia dan anjingnya si keli makin masuk kedalam hutan dan hingga ahirnya
wowwwwww.........
pemandangan yang sagat indah tapi apa itu
"( apa itu? megapa ada tanaman seluas itu dan ada rumah seperti gubuk .apakah ada pemiliknya? tapi siapa)
rasa penasaran yang tinggi itu dia megambil kamera lalu
cekrek...
cekrek
cekrek
beberapa gambar terambil lalu dia mendegar suara
" hei bagaimana degan makanan kita apa masih mencukupi" ??orang A
" sepertinya tidak lagi kita harus pergi ke rumah sibos jika tidak kita bisa mati kelaparan"orang B
" bodoh memangnya bos tak punya uang hingga kau mati kelaparan " A
" aku becanda sebentar lagi semua ini sudah bisa kita panen"B
" iya kau benar dan kita akan segera kaya " A
" HAHAHAHAHHA" tawa mereka menggelar
" aku harus pergi secepatnya tapi...."
Lian suda keliru dia lupa jalan menuju teman temannya dan hingga ahirnya
guk
guk
guk
" kely kau igin aku megikutimu"?
guk
guk
ahirnya keli menuntun jalan dan lian juga tidak lupa memberi tanda di setiap pohon agar jika dia kembali dia sudah tau jalan ini ahirnya mereka sampai tapi teman temannya belum bagun
" doni...budi.....ayo bagun"
" hmm iya sebaiknya kita pulang sudah sore"
" ayolah"
ahirnya meteka membereskan barang mereka masing masing dan bersiap untuk pulang ditengah jalan mereka berpisah ketika lian berjalan dia melihat ada kepala desa di seberang sugai sedang berbicara degan dua orang bertubuh kekar
" bukankah mereka adalah orang orang tadi"?
" apa yang mereka lakukan"?
lian bermonolog sendiri dan bertarung degan prmikirannya
"( sudalah sebaiknya aku pulang dulu aku akan melakukan penyelidikan megenai semua yang terjadi saat ini aku akan segera megetahuinya)"
# sampai rumah
" halo bunda lian pulang..."
" cepatlah bersih bersih sayang lalu isturahat nanti bunda akan panggil makan malam"
" bun ayah tidak pulang "?
" tidak sayang ayah keluar kota mungkin besok atau lusa dia bisa pulang"
" ohh begitu ..."
yah begitu lah ayah lian terkadang bayak pasien hingga ia harus lembur tapi biarpun demikian dia akan selalu meluangkan waktu nya untuk kelyarganya
waktu berjalan cepat matahari malu malu terbit di ufuk timur burung mulai bernyayi bunga bunga mmulai bermekaran
seperti isi puisi ini
pagi...
pagi telah terbit...
matahari memancarkan cahaya...
burung burung mulai bermyayi...
bunga bunga bermekaran...
menyambut indahnya ciptaan tuhan..
# lanjut
lian sekarang tegah bersiap siap untuk ke sekolah dia sekarang sudah rapi dan sia berangkat sekolah lian tidaklah jauh dari rumahnya jadi dia akan pergi degan berjalan kaki atau mungkin degan sepeda
hari ini dia memilih untuk berjalan kaki
tet....
tet....
tet....
bunyi bel sekolah menandakan upacara akan dimulai semua berjalan degan baik kelas masuk siswa siswa berhamburan memasuki kelasnya
# kelas lian
" selamat pagi anak ank ....!!!!
" pagi bu "
" baik ibu punya tugas MM untuk kalian kerjakan dirumah kita akan megumpulnya besok "
" baik bu"
waktu terus berlalu jam pulang telah tiba dijalan lian dan teman temannya saling tertawa hingga lena anak si kepala desa berbica menghentikan tawa mereka
" lian bisakah kau ikut kerumahku megerjakan PR" ucap lena
" lena akan belajar bersama kami " ucap doni
" tidak apa apa aku akan megejari lena kalian bisakan meyelesaikan sendiri"
'" iya " ucap doni dan budi
"( ini kesempatanku untuk mencari tau apa yang terjadi sebenarnya)"