Tau apa itu 'Shape Shifter'??
Shape Shifter adalah julukan untuk makhluk tak kasat mata yang senang sekali menirukan seseorang. Mulai dari suara, penampilan, sampai tingkah lakunya. Dia bisa menirukan siapapun dan kapanpun.
Just be carefull!!
========
Nadja sudah seminggu ini menempati gedung kantor baru karena gedung yang lama sudah terlalu sempit untuk menampung setidaknya 100 orang karyawan termasuk Nadja sendiri. Gedung kantor tempatnya bekerja kali ini jauh lebih luas dan terdiri dari 2 lantai.
Menurut isu yang beredar, gedung yang berseberangan dengan kantornya saat ini dulunya bekas tempat pemakaman umum yang sekarang sudah dibangun menjadi pusat perkantoran. Sedangkan gedung tempat Nadja bekerja sekarang dulunya merupakan rawa dimana banyak mayat korban pembunuhan ataupun tabrak lari dibuang.
Tapi Nadja tidak percaya begitu saja, buktinya sampai seminggu dia menempati gedung ini sekalipun dia belum pernah mengalami hal-hal aneh seperti yang sempat dialami oleh beberapa temannya.
Pagi ini Nadja seperti biasa sudah berada di kantor 30 menit sebelum jam kerja dimulai. Tidak seperti biasa, pagi ini kantor masih nampak sepi.
Untuk mengawali harinya, Nadja berniat membuat segelas teh hangat di pantry. Di pantry Nadja bertemu Mas Hari, staff IT yang juga sedang membuat minuman. Wajahnya terlihat sedikit pucat, Nadja mengira Mas Hari kurang tidur.
"Pagi Mas Hari, ngopi nih?" Nadja menyapa Mas hari, tapi tidak dijawab.
Mas Hari justru meninggalkannya begitu saja dan naik ke tangga menuju ruangannya. Seketika Nadja teringat ada sesuatu hal tentang komputernya yang ingin ditanyakan, dan dengan segera Nadja mengejar Mas Hari menaiki tangga.
"Mas! Mas Hari! Tunggu Mas!" Nadja dengan cepat membututi Mas Hari yang masih terlihat punggungnya. Dua anak tangga terlewat, dan sampai di belokan tangga tiba-tiba Mas Hari sudah menghilang.
"Mas Hari cepet banget jalannya, aku samperin ke ruangannya aja deh," gumam Nadja sambil berjalan ke ruang IT yang tidak jauh dari tangga.
Perlahan Nadja mengetuk ruangan tapi tidak ada jawaban. Nadja berpikir mungkin Mas Hari sedang sibuk dan memutuskan membuka pintu dengan perlahan.
"Mas, Mas Hari.." panggil Nadja sekali, tidak ada jawaban.
"Mas Hari.." Nadja memanggil untuk kedua kalinya.
"Kenapa Nad?" Nadja sangat terkejut karena ternyata Mas Hari tidak ada di ruangannya, melainkan di belakang Nadja yang masih berdiri di depan pintu.
Nadja bengong, Mas Hari tidak lagi memakai kaos motif garis berwarna kuning, tapi kaos polo berwarna putih polos dengan ransel di pundaknya.
"Mas Hari cepet banget ganti bajunya," Nadja berkomentar tanpa curiga.
"Ganti baju? Kapan?"
"Tadi Mas, Mas Hari tadi pake baju garis-garis kuning kan? Tadi kita kan ketemu di pantry, Mas Hari bikin kopi kan?" tanya Nadja penasaran
"Bikin kopi??" Ngaco ah kamu, saya kan ngga ngopi. Saya juga baru dateng kok ini,"
Glek!! Nadja menelan ludah, bulu kuduknya berdiri. Entah siapa yang ditemuinya tadi di pantry
=======