Aku Nina. Hari ini, aku dan 5 orang temanku dari SMA yang berbeda-beda yaitu Rose, Diah, Ayu, Gunawan, dan Abdil akan ikut out meeting yang diadakan oleh lembaga kursus bahasa inggrisku. Kali ini, kami sebagai senior diberi tugas untuk membimbing adik-adik junior yang masih tingkat SD. Kurang lebih jumlahnya 30 anak. Rombongan kami dipimpin oleh beberapa pengajar yaitu Mr. Renov, Mr. Danu, Miss Ito, dan Miss Dinar. Untuk out meeting kali ini kami akan menginap selama 1 malam di Villa Jasmine di kawasan Cibulan, Puncak.
Kami berangkat pukul 8 pagi dan sampai di Villa pukul 11 siang. Villa ini berada di tengah perkebunan teh, dan letaknya lumayan jauh dari villa-villa sekitarnya. Bangunannya cukup besar dengan nuansa Eropa Classic yang menurutku begitu kaku karena didominasi oleh warna putih. Mulai dari cat tembok, tirai penutup jendela, sofa, keramik, bahkan sprei penutup kasur di tiap-tiap kamarnya pun berwarna putih.
Karena begitu senang, anak-anak langsung saja berhamburan mengisi seluruh ruang villa dengan suara mereka yang berisik. Diantara mereka bahkan ada yang lari berkejar-kejaran tak terkendali. Beberapa sisanya berteriak dan bercanda lepas, membuat suasana sangat gaduh.
Tanpa mengulur waktu, Mr. Renov langsung saja memulai pertemuan dengan memberikan tugas kepada masing-masing anak. Masing-masing dari mereka diminta untuk membuat karangan bebas mengenai pemandangan sekitar. Mereka dibebaskan untuk melihat-lihat sekitar villa untuk menambah isi karangan yang mereka buat, tentunya dibawah pengawasanku dan ke-5 temanku lainnya.
Sore pun tiba, kegiatan belajar dihentikan, waktunya kami untuk mandi, makan, dan bermain sebentar sampai tiba waktu maghrib. Ketika maghrib tiba, bagi semua yang beragama muslim termasuk aku, Diah, Abdil, dan Ayu menjalankan ibadah sholat maghrib berjamaah dipimpin Mr. Renov. Sedangkan yang beragama lain diharapkan tenang agar tidak mengganggu jalannya sholat.
Baru saja kami selesai sholat berjamaah, ada satu anak perempuan berteriak histeris keluar dari kamar dan berlari menghampiri kami.
"Kenapa Tania?" tanya Mr. Renov kepada anak itu.
"Di.. Di kamar aku ada orang serem Mister.." Jawabnya sambil menangis tersedu.
Kami jadi penasaran dan menengok kamarnya bersama-sama. Mr. Renov, aku, Miss. Ito, Gunawan, Abdil, dan Mr. Danu. Tapi kami tidak melihat ada siapapun di sana.
"Ngga ada orang di kamar Tania," ucap Miss Ito menenenangkan Tania yang masih syok.
"Tapi tadi ada Miss, aku liat dia duduk di pojok tempat tidur aku, pake baju putih, rambutnya panjang,"
Mendengar penjelasan Tania, seketika bulu kudukku berdiri. Aku, teman-teman, dan para pengajar saling pandang. Takut. Tania baru kelas 3 SD, tidak mungkin dia mengarang cerita.
Baru saja kami mencoba untuk tenang, seketika semua lampu mati! Keadaan gelap gulita! Anak-anak berteriak histeris ketakutan. Untung saja Mr. Danu bergerak cepat mencari senter untuk penerangan sementara.
"Tenang ya adik-adik, jangan ada yang pergi dari sini. Semua saling berpegangan tangan ya," ucapku setenang mungkin meskipun sebenarnya aku juga takut.
"Nina, Rose, Ayu, Diah, kalian bantu Miss Ito dan Miss Dinar jaga anak-anak. Saya, Mr. Danu, Gunawan, Abdil akan cek keluar," Mr. Renov lalu keluar dari villa berbekal sebuah senter kecil karena senter yang besar digunakan untuk menerangi ruangan.
Sampai di luar, Mr. Renov menemukan keanehan, dia melihat ke beberapa villa lain di sekitar villa kami, tidak ada satupun yang mati lampu. Semua keadaan normal, hanya villa kami saja yang gelap gulita.
Gunawan dan Abdil berinisiatif memeriksa saklar lampu, ternyata berwarna hijau, artinya ada aliran listrik yang masuk ke saklar itu.
"Anak-anak, sekarang kita berdo'a sama-sama ya.. Bagi yang beragama muslim kita baca ayat kursi, sedangkan yang beragama lain silahkan berdo'a menurut keyakinan masing-masing," ucap Mr. Renov sekembalinya dari luar.
"Ingat ya, jangan ada yang pergi dari sini, semua berpegangan tangan," tambah Mr. Danu membuatku semakin yakin bahwa ada yang tidak beres di sini.
Kami lalu berdo'a bersama-sama. Kami membaca ayat kursi dengan keras dan penuh ketakutan. Kami sepakat untuk mengulang terus berdo'a sampai lampu kembali menyala. Dan benar, setelah 2x membaca do'a lampu pun kembali menyala. Dan karena sudah tiba waktunya sholat isya, kami pun kembali melakukan sholat berjamaah.
Selesai sholat berjama'ah, Mr. Renov mengusulkan agar kami semua tidur berdekatan di ruang tamu, dan kami menyetujuinya. Kami bekerja sama untuk memindahkan semua perlengkapan tidur ke ruang tamu. Setelah itu kami berdo'a, dan anak-anak tidur dengan tenang sedangkan pengajar beserta para senior masih mengobrol di sofa.
"Rose, temenin pipis yuk," pintaku kepada Rose, aku terlalu takut untuk pergi ke kamar mandi sendirian.
"Ayok deh, skalian gue juga mau," Rose menyibak selimut dan bangkit dari kasurnya.
Selesai dari kamar mandi, Rose terlihat kebingungan. Dia melihat serius keluar jendela.
"Kenapa Rose?" tanyaku penasaran
"Itu Miss Ito ngapain malem-malem di luar?" Rose menunjuk ke penutup jendela berwarna putih yg sedikit terbuka. Tidak ada siapa-siapa disana.
"Mana?" tanyaku lagi
"Itu diluar," Rose kembali menunjuk ke arah yang sama tapi aku tetap tidak melihat siapa-siapa.
"Tu tu tu! Dia jalan ke arah sana!" Rose menunjuk ke sekelebat sosok yang berjalan melewati jendela.
"O iya, ngapain dia di luar?" akhirnya akupun melihat yang kurasa memang Miss Ito, meski tidak terlihat begitu jelas.
"Heh, ngapain pada bengong di sini? Ayo tidur, udah malem," aku dan Rose terkejut ketika seseorang datang kepada kami, yang ternyata adalah Miss Ito!!
"Miss Ito??" aku dan Rose kompak terkejut
"Kok Miss udah di sini, tadi bukannya di luar?" ternyata Rose sama penasarannya denganku.
"Di luar?? Ngapain?? Dari tadi saya di dalem,"
"HAH???!!!"
== End ==