Suatu sore.
Sikin sedang mencatat sesuatu yang sangat di sukainya.
Kipas angin di kamarnya tiba tiba mati.
Serta jendela yang tertutup dan membuat suara yang sangat keras sehingga kaca jendela retak.
Sikin terjaga dari hal yang di lakukan nya.
Menatap ke sekeliling dan melanjudkan catatanya.
Tiba tiba tinta polpen hitam nya berubah menjadi merah dan bocor sehingga memenuhi kertas nya.
Sikin menyadari sesuatu yang tidak beres telah terjadi jadi ia bergegas keluar dari kamar.
Namun pintu terkunci dari luar.
Ia mencoba mendorong nya.
Namun tangan nya yang menyentuh gagang mulai terasa dingin dia menggidik dan berusaha melepaskan genggaman nya pada gagang pintu.
Sepasang tangan pucat ke biruan menembus muncul dari balik pintu.
Sikin berkeringat dingin dan menangis.
Sosok hantu itu sedikit demi sedikit muncul dari balik pintu.
Dan saat wajah hantu itu terlihat.
Sikin semakin berteriak minta tolong dan menangis.
Karna hantu itu adalah kakak nya yang dia bunuh sebulan yang lalu karna kecemburuan.
Hantu kakak nya itu benar benar menyiksa nya.
Dan keesokan harinya Sikin di temukan meninggal di kamarnya.