Hari #1
“Allôhu Akbar! Allôhu Akbar! Allôhu Akbar!
Aku sangat yakin Kangmas Mahamuda pasti bisa mempersatukan Jawa dalam Kemaharajaan Nusantara. Bahkan lebih dari itu. Dengan kemampuan Kangmas pula, Nusantara akan sanggup menyatukan seluruh wilayah di permukaan bumi ini. Aku pasti senantiasa mendukung segala tindakan Kangmas untuk mewujudkan tujuan tersebut!
Allôhu Akbar! Allôhu Akbar! Allôhu Akbar!”
Sedemikian besarnya keyakinan Amanah kepada suaminya, Mahamuda. Karena dalam hatinya, ia sangat ingin mewujudkan Nusantara yang adil dan makmur bagi seluruh penduduk bumi. Tibalah kesempatan itu ketika Mahamuda telah resmi menjadi suaminya sehingga Amanah tidak lagi sendiri dalam memerintah Nusantara. Ia dan suaminya akan bahu-membahu secara bersama-sama menciptakan kemajuan dan kejayaan Nusantara.
“Allôhu Akbar! Allôhu Akbar! Allôhu Akbar!
Aku sangat bangga padamu, duhai isteriku, Amanah. Aku sangat setuju dengan cita-citamu nan mulia itu. Aku takkan berlama-lama lagi untuk mewujudkannya!
Allôhu Akbar! Allôhu Akbar! Allôhu Akbar!”
Mahamuda semakin terlecut semangatnya untuk persatuan dunia dalam panji-panji Nusantara. Kemudian laki-laki berusia 22 tahun itu menenangkan dirinya dengan duduk bersila di kamar pojok kanan Pendopo Agung menghadap kiblat. Ia melafalkan Dzikrullôh.
Amanah mendekati suaminya. Perempuan berusia 19 tahun itu pun ikut duduk bersila di samping kiri Mahamuda. Ia pun melafalkan Dzikrullôh.
Hari #2
Mahamuda berkata:
“Bismillaahirrohmaanirrohiim. Aku akan penuhi Bumi dengan kebaikan!
Allôhu Akbar! Allôhu Akbar! Allôhu Akbar!”
Hari #77
Mahamuda dan Amanah memiliki seorang anak laki-laki yang diberi nama Ahmada.
Hari #123
Nusantara berhasil menaklukkan Asia Tenggara dengan damai.
Nusantara menepati janjinya dengan memenuhi bumi Asia Tenggara dengan kebaikan.
Hari #234
Nusantara berhasil menaklukkan Benua Australia dengan damai karena Australia gentar dengan kekuatan militer Nusantara.
Nusantara menepati janjinya dengan memenuhi bumi Australia dengan kebaikan.
Hari #246
Mahamuda dan Amanah mengasuh seorang anak laki-laki bernama Salim yang berusia 11 bulan.
Hari #333
Nusantara berhasil menaklukkan Benua Asia dengan kekuatan militernya selama 5 hari setelah usulan perdamaian ditolak.
Nusantara menepati janjinya dengan memenuhi bumi Asia dengan kebaikan.
Hari #345
Mahamuda dan Amanah mengasuh seorang anak perempuan bernama Fatimah yang berusia 19 bulan.
Hari #484
Nusantara berhasil menaklukkan Benua Amerika dengan kekuatan militernya selama 11 hari karena usulan perdamaian ditolak.
Nusantara menepati janjinya dengan memenuhi bumi Amerika dengan kebaikan.
Hari #555
Mahamuda dan Amanah memiliki seorang anak perempuan yang diberi nama Mahmudah.
Hari #999
Nusantara berhasil menaklukkan Benua Afrika secara musyawarah, tanpa perang fisik dengan kekuatan militer.
Nusantara menepati janjinya dengan memenuhi bumi Afrika dengan kebaikan.
Hari #1001
Mahamuda dan Amanah memiliki seorang anak laki-laki yang diberi nama Aslama.
Hari #1221
Nusantara berhasil menaklukkan Benua Eropa dengan kekuatan militernya karena Eropa menolak solusi perdamaian.
Nusantara menepati janjinya dengan memenuhi bumi Eropa dengan kebaikan.
Hari #1234
Mahamuda dinobatkan menjadi Sang Pemimpin Dunia.
Mahamuda berkata:
“Bismillaahirrohmaanirrohiim. Aku akan penuhi Bumi dengan kebaikan!
Allôhu Akbar! Allôhu Akbar! Allôhu Akbar!”