Sebelum cerita di mulai, cuman mau bilang kisah ini ke inspirasi sama lagu Betty- Taylor Swift. kebetulan author swifties, Xixixi:).
HAPPY READING
###
Rania gadis berusia 16 tahun, yang memiliki paras cantik ditambah senyum manisnya, membuat ia menjadi Primadona di sekolahnya. banyak yang ingin menjadikan Rania kekasih mereka,tetapi diam² ia memiliki seorang kekasih, yaitu temen sekelasnya namanya Cakra.
Cakra adalah anak remaja biasa di sekolahnya, hobbynya bermain skateboard setiap sore di taman komplek. bisa dikatakan dirinya beruntung, karena bisa berpacaran dengan sang primadona sekolah yang menjadi rebutan para remaja pria lainnya.
Namun, hubungan mereka tidak diketahui siapapun alias backstreet. itulah penyebab kisah cinta mereka sangat rumit, karena Cakra harus menahan cemburu setiap kali melihat Rania dipuji oleh teman cowoknya, atau melihatnya bersanding dengan pangeran sekolah William.
Suatu hari, di sekolah mereka akan di adakan prom night untuk pelepasan kelas 12. Rania Sang Primadona sekolah, dipilih menjadi pasangan dansa William si Pangeran sekolah.
Mereka berdua seharian berlatih di ruang dansa, untuk persiapan acara prom night Minggu depan. Cakra melihat dari luar jendela yang terletak disudut ruang dansa, supaya tidak ada yang memergokinya mengintip.
' Seandainya saja aku yang menjadi pangeran sekolah. pasti Rania tidak berdansa dengan William sekarang, melainkan dengan diriku.' batin Cakra cemburu, panas sekali rasanya melihat William berdansa dengan pacarnya. kalau bukan karena sekolah sudah pasti ia akan memukul William supaya menjauh dari kekasihnya.
Agnez sahabat dekat Cakra melihatnya secara tidak sengaja. walaupun sahabatnya itu tidak pernah menceritakan hubungannya dengan Rania. Agnez tahu bahwa Cakra berpacaran dengan gadis itu.
Agnez merasa iri sekaligus kasihan dengan sahabatnya itu. seandainya ia yang berpacaran dengan Cakra, pasti cowok itu akan lebih bahagia dan tidak selalu menahan cemburu.
dia menghampiri Cakra yang masih setia di tempatnya,
" Cakra, kamu ngapain disini?" tanya Agnez sambil memasang wajah pura² tidak tahunya.
" e-eh, A-Agnez kamu disini?" jawab Cakra gelagapan, bagaimana bisa Agnez disini. padahal dia sudah berusaha mencari tempat yang tidak ada siapapun memergokinya.
" aku nanya kamu kok balik nanya" cibir Agnez dengan tatapan sinis.
" hehehe ga ada kok!" Cakra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, bisa gawat nih kalau dirinya ketauan mengintip.
" kamu ga ke kantin?"
" ini aku kebetulan mau ke kantin"
" kok kamu ngintip ruang dansa?"
" iyaa itu, soalnya aku penasaran hehehe"
" ohh, ayo kita ke kantin bareng!"
Agnez segera menarik tangan Cakra, membuatnya terpaksa mengikuti langkah gadis itu. sebenarnya ia masih ingin mengawasi Rania, tetapi dari pada Agnez semakin curiga dengannya.
####
KRING....KRING....KRING.....
Bel pulang sekolah berbunyi, semua murid satu persatu keluar dari kelas. sebelum pulang Cakra mengirim pesan ke Rania, berniat mengajak kekasihnya untuk pulang bersama.
Rania yang masih berada di ruang dansa, sedang beristirahat karena kelelahan. hpnya bergetar menampilkan notif dari kekasihnya yang mengajak untuk pulang bersama.
Sebenarnya Rania ingin sekali pulang, tetapi ia masih harus latihan. lalu ia membalas pesan kekasihnya, meminta maaf karena tidak bisa pulang bareng hari ini.
Cakra dengan raut wajah sedihnya, melangkahkan kakinya keluar dari sekolah. ia sangat kecewa karena tidak bisa pulang bersama kekasihnya.
Agnez yang masih berada di dekat gerbang sekolah melihat Cakra berjalan dengan wajah sedihnya. ia pun segera menghampirinya, dan menanyakan kenapa pria itu bersedih.
" kamu kenapa?" tanyanya ketika sudah berada di samping Cakra.
" gapapa," jawab Cakra menghentikan langkahnya, "aku pulang dulu ya" sambungnya berpamitan pada Agnez, karena ia ingin segera pulang ke rumahnya.
" aku temenin ya?" tawar Agnez tersenyum ke arah Cakra.
" t-tapi..." belum juga Cakra menyelesaikan omongannya, tiba² Rania langsung memotongnya, " udah ayo" potong Agnez menarik tangannya.
Cakra hanya pasrah mengikuti langkah kaki Agnez. tanpa sadar di belakangnya terdapat Rania dengan wajah cemburu melihat kejadian itu, tadinya ia ingin ke toilet sebentar tapi malah melihat pemandangan yang tak enak.
Rania melangkahkan kakinya kesal menuju ruang dansa kembali, ia sudah males untuk ke toilet. William yang melihat Rania kembali lagi terheran-heran, masalahnya ia belum lama keluar sudah balik lagi, di tambah raut wajahnya yang terlihat kesal.
" kamu gapapa Rania?" tanya William mendudukkan dirinya di samping gadis itu.
" gapapa" jawab Rania dengan nada jutek, jujur dirinya masih sangat kesal mengingat kejadian tadi.
" bohong! wajah kamu terlihat kesal gitu" tukas William dengan tatapan menyelidik.
Rania yang tidak bisa berbohong hanya terdiam, ia bingung harus membalas apa. " yaudah lupain aja" Ucap William seperti mengetahui isi hatinya.
"emm maaf, jadi gimana kalo kita latihan lagi?" ajak Rania supaya hawanya tidak menjadi canggung.
" yaudah ayo" William menerima ajakan Rania, kemudian mereka latihan lagi.
####
Hari sudah sangat sore, Rania berjalan pulang sendirian menuju rumahnya. tadi William sempat menawarkan tumpangan, tetapi ia menolaknya karena tidak enak merepotkan William.
Bertepatan itu Cakra sedang berada di taman komplek bermain dengan skateboardnya. ia yang melihat kekasihnya sedang berjalan sendirian langsung bergegas menghampirinya.
" sayang, kamu baru pulang?" tanya Cakra sambil berdiri di hadapan kekasihnya.
Rania hanya mengabaikan pertanyaan Cakra, ia masih marah dengan kekasihnya itu. Sedangkan Cakra yang di abaikan terlihat bingung, tak biasanya gadis itu mengabaikannya.
" kamu kenapa?" tanyanya kembali sambil berjalan mengikuti langkah kaki Rania.
" mikir aja sendiri" celetuk Rania dengan juteknya, lalu ia mempercepat langkahnya meninggalkan Cakra berhenti karena mendengar ucapan Rania.
' Rania kenapa?aku ada salah? ' batin Cakra heran, dan hanya menatap punggung Rania yang semakin menjauh.
Cakra pun memutuskan untuk pulang karena hari mulai gelap, nanti malam ia akan ke rumah Rania untuk meminta maaf. ia melangkahkan kakinya menuju jalan ke arah rumahnya, tanpa sengaja dirinya bertemu dengan Agnez.
" kamu mau pulang Cakra?" tanya Agnez menghampiri dirinya.
"iyaa Nez, aku mau pulang" jawab Cakra tersenyum ke arah Agnez.
" kamu makan malam di rumah aku yu!, mama kangen kamu" ajak Agnez sambil memegang tangan Cakra.
Cakra ingin sekali menolaknya, tetapi ia tidak enak dengan tante Raisa, mama Agnez. bagiamana pun juga Agnez sahabatnya, dan Cakra kenal dekat dengan ibunya.
" yaudah ayo" Cakra dengan berat hati menerima ajakan Agnez.
kemudian bersama Agnez yang mengenggam tangannya. mereka berjalan menuju rumah Agnez yang tidak jauh dari rumahnya.
Sampai disana, Agnez mempersilahkan Cakra masuk ke dalam. terlihat wanita yang masih sangat cantik walaupun sudah memiliki anak satu, sedang mempersiapkan makan malam di meja makan.
" Eh ada Cakra" sambut tante Raisa dengan tersenyum hangat, membuat dirinya membalas senyuman itu.
Cakra menganggap tante Raisa seperti orang tuanya sendiri, maklum ia sudah tidak mempunyai ibu sejak umurnya 2 tahun, karena suatu penyakit ibunya di panggil oleh yang kuasa.
" kamu makan malem disini ya, Tante sudah masakin makanan enak buat kamu" ucap Tante Raisa lagi, membuat dirinya merasa seperti di rumah.
" iya Tante" jawab Cakra dengan tersenyum manis.
" kamu duduk dulu ya, biar tante ambilin makanannya" Tante Raisa mengambil makanan untuk Cakra, sedangkan pria itu langsung duduk di salah satu kursi meja makan.
Sedangkan Agnez yang melihat ini, menjadikannya kesempatan untuk bisa dekat dengan Cakra. ia mengambil tempat duduk di dekat cowok itu.
Makan malam Cakra kali ini terasa hangat, karena Tante Raisa memperlakukannya seperti anaknya sendiri. tetapi pikirannya masih tertuju ke Rania kekasihnya.
" Tante aku pulang dulu ya" pamit Cakra setelah makan malam selesai.
" iyaa Cakra, kamu main lagi kesini ya" jawab Tante Raisa yang masih membereskan meja makan.
" aku anter ya!" seru Agnez menyusul Cakra.
" iyaa Cakra, biar Agnez temenin kamu" sahut Tante Raisa.
" t-tapi..." Agnez langsung memotong ucapan Cakra, " gapapa, ayo!" potong Agnez menarik lengan Cakra.
Cakra hanya pasrah mengikuti Agnez, dan sebenarnya ia ingin pergi ke rumah Rania sebelum pulang. tetapi sekali lagi ia tidak enak menolak Agnez. akhirnya Cakra pulang ke rumahnya dan tidak jadi ke rumah Rania.
#####
malam ini acara prom night akan dilaksanakan, semua persiapan telah selesai. setiap anak yang datang harus bersama pasangannya.
Rania berpasangan dengan William, sedangkan Cakra bersama Agnez. sudah hampir seminggu Rania mengabaikan Cakra bahkan tidak membalas pesannya, membuatnya amat frustasi karena rindu dengan kekasihnya.
" Rania, tunggu!" panggil Cakra menghentikan langkah Rania. kemudian dengan cepat Cakra menghampiri kekasihnya, menarik tangan Rania menuju taman sekolah.
" Rania maafkan aku" sesal Cakra, ketika mereka sudah sampai di taman.
" Jujur Rania, kamu kenapa marah?" desak Cakra menuntut jawaban dari kekasihnya.
Apakah Rania tidak seperti dirinya, merasa tersiksa oleh rindu. jujur Cakra benar² rindu dengannya, ditambah rasa cemburunya yang sangat melihat Rania bersama William.
" kamu belom juga sadar?" sindir Rania menatap Cakra sinis .
" sadar apa?" Cakra memegang tangan Rania, ia sangat frustasi sekarang.
" kamu selingkuh sama Agnez" jelas Rania dengan tatapan marah.
" aku ga pernah selingkuh Rania"
" pembohong!"
" sumpah Rania!"
" waktu itu kamu pulang bareng Agnez, kamu dekat dengan dia"
" kamu harus tau, aku cuman sahabatan sama Agnez ga lebih. dan waktu itu aku pulang bareng dia juga terpaksa"
" sahabatan? aku ga percaya!" Rania meninggalkan Cakra sendirian dengan keadaan frustasi.
Cakra benar-benar bingung, bagaimana caranya membuat kekasihnya tidak marah dengannya. tiba² sekelebat ide muncul di otaknya, ' memang sudah waktunya' batin Cakra. kemudian melangkah kakinya menyusul Rania, ke ruang Aula.
####
Aula terlihat sangat ramai, acara sudah di mulai. sang primadona dan pangeran sekolah, dengan mestra mereka berdansa mengikuti alunan musik. sedangkan Cakra yang bersama Agnez, melihat itu semua dengan tatapan cemburu.
Kemudian Cakra pergi meninggalkan Agnez sendirian, menuju panggung. ia akan membuat suatu kejutan untuk semua orang disini.
" Cakra....Cakra..." panggil Agnez berusaha menghentikan langkahnya, tapi apa pedulinya.
Cakra yang sudah berada di atas panggung membuat semua orang terkejut. ia mendengar semua orang berbisik tentangnya, ingat! Cakra tidak peduli!.
" Malam ini, saya ingin membuat pengakuan tentang rahasia besar saya...." Cakra berbicara menggunakan mic, membuat satu ruangan senyap.
" Sebenarnya...." Cakra menarik nafasnya perlahan, " saya dan Rania sudah berpacaran dari lama." sambungnya lagi membuat semua orang di ruangan itu terkejut, terlebih lagi Rania.
Rania menatap Cakra dengan tatapan terkejut. sedangkan Agnez menatap dengan tatapan hancur, hatinya sangat sakit mendengar pengakuan Cakra, walaupun ia sudah tahu dari lama.
Kemudian Rania berjalan ke arah Cakra meninggalkan partner dansanya , " iyaa kami memang berpacaran" ucap Rania dengan tersenyum haru, ketika ia sudah sampai di atas panggung.
Semua orang disana masih senyap, mereka tidak menyangka selama ini sang primadona telah memiliki kekasih. tetapi akhirnya pesta berjalan kembali dengan lancar, walaupun beberapa pria patah hati malam ini.
Rania pun berdansa bersama Cakra, mereka tampak bahagia. William melihatnya dengan tersenyum ikhlas, padahal ia juga suka dengan Rania. sedangkan Agnez meninggalkan acara dengan Air mata berlinang.
-END