Ayah ku berkata dia berkerja sebagai penjual daging.
setiap minggu ayah akan membawa 1 kilo daging dan kami memasaknya serta memakan nya dengan lahap.
dia selalu mendapat banyak uang.
sampai suatu hari saat aku pergi berjalan jalan dengan adik ku aku melihat ayah ku sedang menguliti daging manusia dan memasukan nya kedalam pelastik.
aku dan adik ku berteriak histeris dan menangis ternyata selama ini yang kami makan dan nikmati adalah daging manusia.
ayah ku berkata.
"ayah bilang penjual daging, bukan berarti itu daging binatang"