Namaku Desi , aku lahir di keluarga yang kental dengan mistis ayahku yang seorang pemburu hantu dan ibuku yang seorang dukun serta kakak perempuan ku yang seorang peramal .
Sejak kecil aku didik untuk belajar ilmu hitam
sebenarnya itu sangat menyiksaku karena harus menjalankan ritual ritual yang menurut ku itu tidak penting 😌
agar membuat pekerjaan keluarga ku semakin lancar dan diminati banyak orang mereka rela membuat perjanjian dengan iblis untuk mengorbankan anak kedua
jika anaknya perempuan maka harus menikah dengan iblis itu tetapi jika anaknya laki laki maka bisa diganti dengan seekor gajah Afrika,
akhirnya mereka membuat "anak" lagi setelah melahirkan kakak ku ,
namun saat itu orang tua ku berharap bahwa yang dikandung saat itu adalah anak laki laki , tetapi ternyata mereka salah
yang keluar adalah anak perempuan yaitu aku
karena perjanjian nya adalah menikah dengan iblis maka saat aku berumur 20 iblis itu akan menjemput ku,
dan saat ini umurku genap 20 tahun seperti biasa kami melakukan ritual ritual pemujaan
setelah selesai melakukan ritual
aku bergegas membersihkan diri dan langsung menuju kamar , saat aku berbaring di atas kasur angin tiba tiba semakin kencang seperti ada angin topan, aku berdiri dan segera mengecek jendela "apakah aku belum menutupnya?' gumam ku
saat aku sampai didepan jendela aku melihat jendela yang di buka lebar
"ah pantas saja anginnya masuk" aku langsung menutup jendela ,
tapi saat aku membalikkan badan tiba tiba ada seorang laki laki tinggi berada di belakang ku , aku terkejut dan bergegas lari tapi tidak bisa
"kenapa kamu lari apakah aku semenakut kan itu" ucapnya dengan suara lembut dan menghampiri ku perlahan , aku hanya berdiri tak sanggup untuk berbuat apa apa yang hanya bisa kulakukan adalah menangis dan mengharapkan pertolongan segera tiba , tapi yang benar saja tidak ada yang menolong ku .
"akhirnya yang aku tunggu tunggu sampai juga,wahai istriku mari ikut pulang bersama ku di rumah kita" dengan senyum
aku terkejut "hah istriku? sejak kapan aku menikah?" gumamku
memang saat orang tua ku membuat perjanjian itu mereka sama sekali belum cerita ke aku.
"apakah istri ku bersedia pulang bersama suamimu ini?"
"sejak kapan kita menikah enak saja panggil aku istri , siapa juga masu sama orang asing kayak kamu" aku memberanikan diri untuk bicara seperti itu
"aduh aduh istri ku kok berani sekali sama suaminya jadi tambah suka deh, apa sayangku belum di kasih tau kalau kita sudah terikat pernikahan saat kamu lahir"
aku dengan tatapan bingung sambil berkata "kamu gila ya ? mana mungkin orang tua ku seperti itu menjodohkan aku dengan lelaki yang sama sekali tidak aku kenal apalagi wajah samar samar kayak kamu" emang saat itu kamar ku sedang aku matikan lampunya hanya penerangan dari ruangan ruangan sebelah ,
"apakah istri ku ingin melihat wajah tampan suami mu ini?" dia mendekati ku semakin dekat
aku mencoba berteriak tetapi tidak ada yang merespon
"sayang udah lah mereka sudah pada tidur jangan mengganggu mimpi mereka"
aku menangis histeris,
"kumohon siapapun tolong aku , disini ada orang mesum yang mencoba mendekati ku"
"Hahaha, kamu lucu banget sih , suami sendiri dibilang mesum"
"siapa yang mau kamu jadi suami ku pergi sana"
dia hanya tersenyum dan tiba tiba menggendong ku ke atas ranjang.