Vioni gadis cantik dan lugu, banyak teman-teman yang suka bergaul dengannya. Setiap orang mengenalnya karna pribadinya yang ramah dan suka membantu orang lain, sikapnya yang sopan santun membuatnya menjadi gadis yang sangat diidam-idamkan oleh ibu-ibu di desanya sebagai menantu. Banyak laki-laki juga yang tertarik padanya tapi semua takut mendekatinya karna sosoknya, mereka takut Vioni menolak mereka. Vioni juga sosok yang suka bergaul dan bercengkrama dengan keluarga dan tetangganya, belum ada orang yang berani mendekatinya. Suatu hari ada anak tetangga sebelah desa yang tengah bersilaturahmi dengan saudaranya yang tinggal di desa Vioni datang berkunjung, anak laki-laki itu melihat sekilas vioni yang lewat depan rumah kerabatnya.
Laki-laki itu bertanya pada saudaranya tentang siapa gadis yang baru saja lewat depan rumahnya itu, saudara laki-laki itu pun menceritakan tentang sosok Vioni. Anak laki-laki itu pun tertarik pada sosok Vioni gadis cantik yang dia lihat beberapa saat tadi.
Anak laki-laki itu bernama Faisal, anak seorang kepala desa sebelah. Pemuda yang tampan tinggi dan gagah, banyak perempuan yang mengaguminya. Faisal sudah berusia 27 tahun sedangkan Vioni berusia 21 tahun. Faisal bekerja sebagai guru, sedangkan Vioni baru belajar untuk menjadi seorang penjahit karna keluarganya sederhana. Bapak dan ibunya hanya seorang petani, Vioni sangat terampil membuat baju. Setiap pelanggan pun memuji hasil karyanya, Vioni juga tidak mematok harga terlalu tinggi karna dia tau tidak semua orang mampu membayar dengan harga mahal. Karna itulah banyak orang yang suka padanya.
Faisal menceritakan tentang Vioni ke keluarga besarnya, tanggapan keluarganya awalnya tidak begitu senang karena perbedaan latar belakang mereka. Vioni hanya lulusan SMP sedangkan Faisal seorang guru negeri, keluarga Faisal mencoba untuk menasehatinya supaya melupakan Vioni dan mencari pendamping yang latar belakangnya tidak jauh berbeda dengan mereka. Namun Faisal tetap kekeh dengan keinginannya untuk mempersunting Vioni sebagai istrinya, usia Faisal sudah cocok untuk menikah dan berkeluarga. Faisal mencoba membujuk keluarganya supaya memberinya kesempatan untuk bisa dekat dengan Vioni, bapak dan ibunya merasa permintaan Faisal itu membuatnya luluh. Karna mereka tau jika mereka semakin melarangnya maka Faisal akan semakin menentang keras mereka.
Bapak dan ibu Faisal pun berkunjung kerumah Vioni untuk bersilaturahmi, keluarga besar Vioni pun kaget bukan kepalang karena mereka tau Vioni tidak kenal dengan Faisal anak kepala desa di desa sebelah itu. Keluarga Vioni menarik masuk Vioni kedalam kamar dan bertanya apa Vioni mengenal Faisal, Vioni pun menjawab dan menjelaskan kepada ibu dan bibiknya kalo dia sama sekali tidak mengenal Faisal. Sedangkan disaat yang lain bapak Vioni tengah menyambut Pak Bagas dan Bu Suci kedua orang tua Faisal, Pak Danu bapak Vioni mempersilahkan mereka masuk dan meminta istrinya untuk membawakan minuman dan cemilan untuk menyambut kedatangan mereka. Vioni masih bingung dengan situasi yang mendadak itu, sedangkan keluarga Vioni tengah dilanda rasa khawatir dan was-was karna belum tau maksud kedatangan keluar Faisal kerumah mereka. Keluarga Faisal pun mengatakan apa tujuan mereka datang kesana, keluarga Vioni pun terkejut merasa bahagia tapi merasa kebingungan juga karna itu terlalu mendadak untuk mereka. Vioni pun merasa kaget dan tidak menyangka bahwa Faisal sosok pemuda tampan dan gagah itu datang untuk meminangnya, tapi Vioni menolaknya karna masih belum yakin tentang perasaannya terhadap Faisal dan Vioni juga merasa Faisal tidak mungkin menyukainya karna dia sama sekali tidak mengenal sosok Faisal, bahkan bertemu dengannya saja Vioni belum pernah sama sekali. Faisal pun mencoba mengutarakan niat baiknya untuk meminang Vioni kepadanya, Vioni pun masih meminta waktu untuk lebih mengenal Faisal karna dia masih takut jika nanti mereka berdua menyesal setelah menjalani hubungan pernikahan.
Esok harinya Faisal pagi-pagi sebelum berangkat mengajar dia menyempatkan diri mampir ke rumah Vioni hanya untuk sekedar berpamitan berangkat kerja, Vioni pun merasa malu dengan kehadiran Faisal dirumahnya. Vioni memiliki sedikit rasa pada Faisal karna wajah tampannya itu membuat Vioni merasa hatinya berdebar setiap kali dia menatap Faisal. Setelah Faisal pergi berangkat bekerja, Vioni membantu ibunya menyiapkan bekal untuk dibawa ke ladangnya. Vioni mengantar ibunya ke ladang mengendarai sepeda motor kakaknya, setelah sampai di sawah Vioni kembali pulang kerumah karna masih ada banyak pesanan pakaian yang harus dikerjakannya. Vioni cukup ulet dan cekatan dengan pekerjaannya karna dia sangat menyukai menggambar dan membuat disain pakaian. Banyak anak-anak sekolah juga yang menjahit seragam sekolah ditempat, ibu-ibu PKK juga banyak yang membuat pakaian padanya. Vioni sangat sibuk seharian hingga dia lupa menjemput ibunya dari sawah, disaat yang lain Faisal pulang dari sekolah berpapasan dengan ibu Siti ibu dari Vioni. Faisal pun menawarkan tumpangan untuk calon mertuanya itu, Faisal merasa sangat senang bisa mengantarkan ibu Siti pulang karna nanti dia bisa bertemu dengan Vioni tanpa mencari alasan untuk melihatnya. Sesampainya dirumah Vioni, ibu Siti pun menawari Faisal untuk mampir kerumahnya Faisal pun tanpa sungkan turun dari mobilnya dan ikut masuk kerumah ibu Siti.
Ibu Siti memanggil anaknya untuk keluar, Vioni pun kaget melihat Faisal dirumahnya, mendadak dia merasa jantungnya berdebar serasa ingin copot. Sambil memegangi dadanya yang masih berdebat Vioni mencoba menyambut Faisal dan menyuruhnya untuk duduk. Vioni pun pergi ke dapur untuk membuatnya teh dan membawakannya cemilan ringan. Mereka mengobrol lumayan lama, sedangkan ibu Siti dan bibik Vioni mengupung disebelah dinding untuk mendengarkan pembicaraan mereka. Ibu Siti dan saudaranya itu menahan tawa mereka karena melihat Vioni yang malu-malu kucing, beberapa saat kemudian Faisal berpamitan untuk pulang. Vioni pun memanggil ibunya karna Faisal ingin berpamitan dengan calon ibu mertuanya itu. Setelah Faisal pulang, ibu dan bibik Vioni mencoba menggodanya membuat pipi Vioni semakin memerah karena malu.
Beberapa hari kemudian waktu Vioni pergi keluar rumah, banyak pemuda merasa patah hati karna melihat Faisal selalu datang berkunjung kerumah Vioni. Bahkan kabar jika orang tua Faisal sudah bersilaturahmi ke rumah Vioni pun sudah menyebar dikedua desa tersebut banyak perempuan yang juga patah hati tapi mereka sadar bahwa Faisal dan Vioni terlihat seperti pasangan yang sangat serasi cantik dan tampan.
Vioni merasa risih dan canggung setiap dia berjalan banyak mata yang menatap ke arahnya. Vioni pun buru-buru pulang kerumah karena merasa canggung.
Setelah beberapa bulan kemudian, semua keluarga besar dari kedua belah pihak pun bertemu untuk menetapkan tanggal pernikahan mereka. Karna sebenernya ibu dari Faisal sudah ingin sekali menimang cucu, setelah menetapkan tanggal pertunangan dan pernikahan keluarga Faisal pun pulang. Faisal tersenyum menatap Vioni sedangkan Vioni tertunduk malu, jantung Vioni berdebar kencang hingga dia cepat-cepat memeluk ibunya supaya redam. Disisi lain Faisal pun merasakan perasaan yang sama.
Satu bulan telah berlalu saat-saat pertunangan pun telah tiba, mbak Wida pun merias adiknya supaya terlihat cantik saat pertunangan nanti. Mbak Wida adalah kakak pertama Vioni, mbak Wida sudah menikah dan memiliki Dua orang anak laki-laki dan perempuan. Suaminya bernama Rizky seorang buruh dipabrik, Vioni anak ketiga dari tiga bersaudara. Kakak kedua Vioni berada di Surabaya ikut dengan suaminya, dia belum bisa hadir di acara pertunangan adiknya itu. Namanya Kamila dan Robby suaminya, mereka memiliki satu orang anak laki-laki. Saat yang ditunggu-tunggu datang, keluarga besar Faisal telah sampai dikediaman Vioni. Seluruh keluarga berar Vioni pun telah menunggu didepan pintu untuk menyambut kedatangan mereka, didalam kamar Vioni berdebar dengan kencangnya dan memeluk kakak tertuanya itu, berkata bahwa dia merasa takut. Dan kakak tertuanya itu menenangkannya supaya tidak panik dan tegang.
Seluruh keluarga besar pun mengobrol bersama dan menjelaskan niatnya melamar Vioni, setelah itu Vioni pun dipanggil keluar kamar oleh orang tuanya. Sebelumnya Faisal meminta Vioni untuk menjadi isterinya kepada kedua orang tua Vioni, setelah kedua orang tua Vioni memberikan izin Vioni dan Faisal saling bertukar cincin. Cinta pandangan pertama Faisal membuat Faisal merasa bahagia bisa bertemu dengan sosok perempuan seperti Vioni, dan dua bulan lagi mereka akan melangsungkan pernikahan.
Setelah acara pertunangan selesai, semua keluarga pun undur diri. Faisal semakin sering mengunjungi kediaman Vioni karna sudah tidak sabar untuk menikahi Vioni, sebenarnya Faisal adalah sosok yang pecemburu. Dia takut jika ada orang yang juga menyukai perempuannya itu, dia amat sangat menjaga Vioni. Vioni semakin lama semakin tersentuh dengan sikap hangat yang diberikan oleh Faisal kepadanya, hatinya pun lama-lama luluh dengan perhatian Faisal. Setiap hari sebelum berangkat mengajar Faisal selalu datang kerumahnya walaupun hanya sekedar untuk berpamitan berangkat bekerja, Vioni pun mulai terbiasa. Dia bahkan setiap pagi membuatkan bekal makan siang untuk calon suaminya itu.
Saat yang ditunggu-tunggu hari bahagia mereka pun hampir tiba, persiapan pun sudah seratus persen komplit. Semuanya dilakukan dengan teliti karna calon mertua Vioni sendiri yang mempersiapkan semuanya, calon mertua Vioni tidak mau hari bahagia putranya sampai kurang rapi sedikitpun. Dia ingin seluruh keluarganya dan keluarga besannya merayakan kebahagiaan dengan penuh suka cita. Kakak Vioni yang ada di Surabaya pun sudah datang jauh-jauh hari sebelum acara pernikahan itu dilakukan, mbak Kamila dan Robby suaminya ikut membantu menyumbangkan sebuah lagu. Robby suaminya Kamila memang hobi bernyanyi, suaranya pun merdu. Tetangga dan warga sekitar pun turut berbahaya, mereka semua pun ikut berjoget-joget bersama. Acaranya sangat meriah, bahkan ada game untuk anak-anak dan remaja.
Acara berlangsung semalaman, Vioni dan Faisal sudah masuk kekamar mereka. Vioni gugup bukan kepalang dia masuk kemarin mandi dan tidak berani keluar, membuat suaminya menunggu Sampai satu jam lebih. Faisal mengetuk pintu kamar mandi tapi tidak ada sambutan dari dalam membuat Faisal khawatir sehingga dia menggedor-gedor pintu kamar mandi dengan keras dan sedikit cemas terhadap istrinya itu. Faisal memanggil-manggil isterinya itu dari depan pintu kamar mandi. Dengan berani Vioni bersuara mengatakan bahwa dia baik-baik saja didalam, dia mengatakan bahwa perutnya sedang tidak enak membuat Faisal lega. Keluar dari kamar mandi Vioni mengatakan bahwa dia masih takut karena itu malam pertama untuknya, membuat Faisal mengurungkan niatnya untuk belah duren.
Konten dewasa diskip aja ya 😀😂. Gak boleh bongkar aksi ranjang kata mama, pamali.🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Faisal dan Vioni memutuskan untuk tinggal dikediaman orang tua Vioni Karena Vioni anak terakhir sedangkan Faisal masih memiliki adik yang pastinya akan tinggal bersama orang tuanya kelak jika menikah nanti.
Sembilan bulan kemudian Vioni hamil, kehamilannya baru menginjak usia enam bulan dan satu bulan lagi keluarga besar mereka bakalan mengadakan acara pengajian dan tujuh bulanan menyambut si calon dedek bayi. Semua keluarga disibukkan dengan mempersiapkan acara tujuh bulanan yang sudah hampir dekat, Vioni terlihat semakin cantik dan manis. Biasanya kata orang tua jaman dulu jika perawakan si ibu jabang bayi semakin cantik dan manis anaknya berkelamin perempuan, tapi itu belum pasti karena itu hanya perkiraan para orang tua. Vioni sangat menantikan kedatangan si calon dedek bayi, dia juga merasa bersyukur memiliki seorang suami seperti Faisal sosok yang sangat perhatian terhadap keluarga. Bukan hanya perhatian kepadanya bahkan keseluruhan keluarga besar mereka, Vioni merasa sangat beruntung bisa memiliki Faisal sebagai suaminya. Faisal memang laki-laki yang bertanggung jawab terhadap keluarga, pekerja keras dan bijaksana. Beberapa Minggu berlalu dan acara tujuh bulanan pun tengah berlangsung, seluruh keluarga besar mereka berkumpul. Setelah acara selesai dengan lancar, Faisal pun membawa istrinya masuk kekamar untuk istirahat karna dia takut isterinya itu kelelahan.
Beberapa bulan kemudian
Kehamilan Vioni memasuki sembilan bulan lebih dan waktunya sudah mendekati masa persalinan, Sembari menunggu Faisal dan keluarganya mempersiapkan semua kebutuhan calon bayi mereka. Dua hari kemudian tanda-tanda persalinan pun sudah terlihat, Faisal segera bergegas membawa Vioni ke puskesmas terdekat untuk bersalin. Kedua orang tua Faisal dan Vioni pun ikut mendampingi mereka. Beberapa jam setelah menunggu pembukaan lengkap, bayi kecil pun lahir ke dunia. Gadis kecil cantik dan manis seperti Vioni pun lahir, semua keluarga besar mereka sangat senang. Faisal memberinya nama Aisya, mereka pun hidup bahagia dengan keluarga kecilnya yang sudah lengkap. vioni sangat bahagia bisa memiliki seorang putri kecil yang cantik dan suami yang sangat menyayangi.
Terimakasih sudah mampir untuk membaca karya saya🤗🤗🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Jangan lupa like dan coment 😉
Jangan lupa beri saran atau masukannya juga ya, kalo-kalo ada yang kurang masuk🤗🤗😚😚
Dukungan kalian sangat membantu untuk saya🤗🤗🤗🙏🏻🙏🏻🙏🏻