Kehidupan memang begitu identik dengan lika-liku yg tak ada habisnya.Cobaan demi cobaan selalu datang bagai duri yg tumbuh pada mawar.
Orang memiliki kesulitan mereka masing-masing,Para kepala keluarga sibuk mencari uang demi menghidupi keluarganya dan para remaja berusaha keras untuk mencapai impian mereka yg masih belum tercapai.
Sama halnya dengan Melian Daciana yg juga menjalani kehidupan yg sama dengan para remaja lainnya.Berusaha mencapai mimpinya sekuat tenaga walau dihadapkan dengan banyak cobaan.
Karena hal ini,Sedikit demi sedikit hati Melian diselimuti rasa benci akan segala hal..Khususnya keluarga.
"Lihatlah Liana!Dia berhasil meraih posisi pertama umum di sekolah itu!Tapi kau..!" Satu tamparan keras melayang di pipi gadis yg bahkan belum menginjak usia 18 itu.
Ia adalah Melian Daciana,Gadis remaja berusia 15 tahun yg dituntut untuk menjadi yg nomor 1 dalam segala hal.Apapun yg dilakukannya juga selalu saja salah di mata orangtuanya.
"Tapi ibu.."
"Jangan menjawab perkataanku atau kau tak akan kuberi makan malam ini!" Bentaknya lagi.
"Iya.." Jawab Melian dengan suara kecil.
Sepanjang jalan menuju rumah,Suara omelan dan makian terus dilontarkan ibu Melian kepadanya.Saking seringnya,Sampai Melian pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya saja ketimbang hidup di lingkungan seperti itu.
Setiap malam,Ia selalu menangis sendiri tanpa ada seorangpun yg memberikannya sandaran ketika sedih.
Bahkan pernah saat Melian sedang menangis di malam hari,Ketahuan oleh ibunya.Hal itu spontan membuat ibu kandung Melian itu mengamuk dan menghajarnya habis-habisan sampai tubuh Melian penuh dengan memar.
"JIKA KAU MENANGIS DI MALAM HARI LAGI,MAKA JANGAN HARAP UNTUK BISA KELUAR DARI KAMARMU INI!!" Bentak ibu Melian lagi.
"Baik,Ibu" Jawab Melian dengan nada yg begitu pasrah.
Pintu kamar Melian dibanting dengan sangat keras oleh ibu tak berperi kemanusiaan itu.
"Setiap hari kau menekanku untuk bisa dalam segala hal tapi setiap kali aku sudah memenuhinya,Apakah kau pernah menatapku dengan rasa bangga?Menatapku dengan perasaan selayaknya ibu diluar sana,APAKAH PERNAH?!" Batin Melian seraya berteriak tanpa suara.
Ia sudah lelah karena sejak kecil,Di usianya yg ke-7 tahun ia sudah dipaksa untuk bisa melampaui ekspektasi ibu kandung yg seperti ibu tiri tersebut.
"Memang benar seharusnya aku ikut dengan ayah saja.Bisa-bisanya aku dengan polosnya memilih ibu,Padahal saat kecil pun aku tahu dia tak akan pernah berbalik kepadaku" Sesalnya sambil terus menjatuhkan air matanya.
Melian secara diam-diam mengemasi beberapa pakaiannya untuk dibawa kabur dan juga beberapa barang berharganya saja.Ia memasukkan semuanya ke dalam tas yg tak terlalu besar dan kabur melalui jendela kamarnya.
Akan tetapi,Saat hendak melompat keluar dari jendela,Ibunya datang dan berusaha menariknya untuk masuk lagi ke dalam kamar.Tapi tentu saja karena gerakan Melian cepat,Ia berhasil keluar hidup-hidup darisana.
Tujuannya pergi kali ini adalah..
"Rumah ayah!Satu-satunya orang yg bisa kupercaya sekarang hanyalah dia!" Ucap Melian dengan optimisnya sembari berlari tanpa alas kaki menuju rumah ayah kandungnya.
Sesampainya disana,Dengan napas yg terengah-engah Melian langsung mengetuk pintu itu dengan harapan ayah yg telah bercerai dengan ibunya di masa lalu itu mau menerimanya.
"Siapa-
Sosok ayah yg begitu dirindukan oleh Melian kini berdiri jelas di hadapannya dengan ekspresi kaget sekaligus rindu.
"Ayah,Ini aku..Melian" Jelas Melian dengan mata berkaca-kaca hendak menangis.
"Siapa yg ada di luar,Rey?" Tanya seorang wanita yg tiba-tiba sudah sampai di ambang pintu dan menatap Melian dengan ekspresi yg juga kaget.
"Maafkan saya karena mengganggu waktu malam anda,Nyonya Luan.Saya adalah Melian Daciana,Putri Tuan Reynolds Daciana di pernikahannya yg sebelumnya.Sebelumnya,Saya kesini karena--
Belum sempat menyelesaikan kata-katanya,Melian langsung ditarik masuk ke dalam oleh istri baru ayahnya itu.Tindakannya itu benar-benar membuat Melian kaget,Karena seharusnya wanita itu mengusirnya yg merupakan masa lalu ayahnya tapi ini..
"Maaf,Nyonya..Tapi kenapa saya ditarik masuk ke dalam rumah ya?" Tanya Melian kebingungan.
"Sayang,Kau pasti datang menemui Rey untuk meminta bantuan kan?Seperti bantuan untuk tinggal sementara"
"Saya memang ingin meminta bantuan seperti itu.Tapi kalau anda keberatan,Saya bisa pergi darisini"Jawab Melian.
"Mana mungkin aku akan membiarkan gadis berusia 15 tahun sepertimu keluar di tengah malam begini"
Wanita itu memeluk Melian sampai membuat gadis berusia 15 tahun itu menangis tersedu-sedu karena seumur hidupnya tidak pernah dipeluk dengan perasaan tulus seperti itu.
"Maaf.." Ucap Melian dengan suara kecil.
"Untuk apa?" Tanyanya bingung.
"Saya tidak seharusnya berada disini.Saya akan pergi sekarang.Maaf karena telah merepotkan anda" Jelas Melian kemudian berdiri dari tempatnya duduk.
"Tidak apa-apa,Sayang kau boleh tinggal disini.Atau kalau kau mau,Kau bisa tinggal disini dan menjadi 1 keluarga lagi dengan ayahmu"
Melian melirik ke arah ayahnya yg kemudian menganggukkan kepalanya sambil tersenyum padanya.
"Kalau anda sekeluarga tidak keberatan,Maka saya akan dengan senang hati menerima tawaran ini" Jawab Melian sambil tersenyum senang.
Mulai hari itu dan seterusnya,Melian akan tinggal bersama ayahnya dan keluarga barunya.Ayahnya,Yakni Reynolds Daciana akan mengurus semua tentang identitas Melian agar tidak ditemukan oleh ibu kandung Melian lagi.
3 tahun kemudian..
"Ibu,Aku berhasil masuk di Kampus Elide!" Ucap gadis remaja yg tahun ini sudah berusia 18 tahun.
Ia tidak lain adalah Melian Daciana tapi dengan identitas dan penampilan baru dan kini dikenal dengan nama Jane Daciana.Nama depan saja yg diubah tapi tidak dengan marganya.
"Bagus,Aku sangat-sangat bangga kepadamu.Kau benar-benar seorang anak yg diberkati dengan kecerdasan yg tak ternilai" Dia mengecup dahi Jane dengan lembutnya setelah mendengar berita membahagiakan itu.
Setelah keluar dari rumah ibunya yg begitu menyesakkan dan hidup bersama ayah serta keluarga barunya,Kehidupan Melian AKA Jane menjadi sangat bahagia dibandingkan sebelumnya.Bahkan kini prestasi yg didapatkannya sampai tak terhitung jumlahnya.
Pada akhirnya semua masalah yg ada di dunia ini pastinya akan memiliki jalan penyelesaiannya masing-masing.Tidak ada yg namanya jalan buntu jika terus mencoba dan tidak menyerah.
Mengakhiri hidup,Menyerah,Dan sebagainya bukanlah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah.
~The End~