"Elder, kali ini biarkan aku mencari shio naga di bumi."
"Sanggupkah kamu, Putri?"
"Tentu saja. jangan remehkan diri ini. Meski aku baru saja terbangun, Aku mampu membujuknya pulang."
"Baiklah. Dia sudah 1000 tahun tidak pulang. Jemputlah dia, Putri.”
Lingkaran teleportasi berkilauan di bawah kaki Putri Mizu. Dengan ekspresi gembira, ia pun turun ke bumi.
-------------------
Sesampainya di bumi, Mizu terpukau oleh keramaian dan kesibukan para manusia yang sedang beraktivitas. Ia senang, akhirnya dapat melihat manusia dari dekat.
"Aku harus menyembunyikan aura dan raga suci ini."
Setelah cukup lama menyusuri aroma naga, Mizu terhenti di suatu daerah kelam dan penuh dengan hawa jahat. Tak salah lagi. Yao ada di dekat sini. Sedang apa dia di tempat seperti ini, pikirnya.
Tanpa takut akan markas yakuza di depannya. Mizu maju saja dengan santai.
Di dalam gedung, Yao yang sedang menikmati kopi siang harinya, mencium aroma surgawi.
"Hm? Wangi ini?!!"
Sial. aku terlalu lama di dunia manusia. Aku harus sembunyi, batin Yao.
"Boss, anda mau kemana? Sebentar lagi pertemuan dengan Nyonya Hanayuki," seru salah satu pria bertato di hadapannya.
"Batalkan pertemuannya. Aku harus pergi ke suatu tempat," ucapnya.
"Tapi Boss..."
Dipelototi, asisten Yao tidak berani membantah lagi.
"Hati-hati di jalan, Boss!"
Yao langsung bergegas tancap gas dengan mobil andalannya.
“Aku masih belum puas di dunia manusia. Aku harus pergi sejauh mungkin,” pikirnya.
---------------------
"Eh? Kok jejaknya makin jauh?"
Mizu berhenti sejenak dan berpikir. Ia menyadari ada yang tidak beres. Aroma naga semakin menjauh dan hilang dengan cepat. Ia lalu segera mengaktifkan kekuatan tak kasat mata dan terbang mencoba mencari jejak yang tersisa di udara.
Karena tak kunjung terkejar, Mizu menyadari bahwa aroma surgawinya masih dapat tercium oleh makhluk penghuni surga.
"Haduh! Baru sadar begini. Baiklah kalau begitu permainanmu, Yao!"
Putri Mizu semakin yakin. Yao kabur dan menolak untuk pulang. Karenanya Yao menjauh secepat mungkin. Tak habis akal, sebelum Mizu menutupi aroma dirinya, ia menciptakan burung dengan aroma miliknya. Setelah itu menerbangkan burung itu dengan lebih lambat dari dirinya.
“Tunggu aku, Yao!!!!”
------------------------
“Sepertinya dia masih mengejarku. Kalau begitu, aku harus pergi ke tempat terlarang itu.”
Sebagai Boss Yakuza, Yao menghadiri pertemuan yang jarang ia hadiri di klub ini. Namun karena utusan surga mengejarnya, ia harus bersembunyi di antara aura jahat para manusia. Kemudian menyamarkan aromanya dengan aroma manusia agar ia bisa keluar dari klub.
Tak lama Yao masuk klub, Mizu mendarat di sudut sepi gedung klub.
“Tempat apa ini? Busuk sekali aromanya!”
Mizu segera mengaktifkan jubah suci di sekujur tubuhnya untuk menghindari pembusukan pada raga manusianya. Sepertinya Yao berusaha menutupi aromanya. Aku harus bergegas, pikirnya.
“Kamu tidak boleh masuk. Pergi!” bentak penjaga pintu klub.
"Kenapa aku tidak boleh masuk?" Tanya mizu.
"Hah? Jelas-jelas kamu ini anak kecil. Ini bukan taman bermain. Huss huss," usir penjaga gerbang yang mencoba menahan diri untuk tidak marah.
Terbengong-bengong, Mizu menyendiri di pojok tempat sepi.
"Bagaimana ini... aroma naga sudah hilang sepenuhnya. Aku yakin dia di sini..."
Kebingungan, Putri Mizu mulai menangis. Ia tidak ingin mengecewakan para Elder di surga. Selain itu, Mizu rindu dengan naga kesayangannya, Yao. Mereka biasa bermain bersama sebelum akhirnya Mizu harus istirahat selama 1000 tahun.
Ketika terbangun, ada beberapa shio yang tidak hadir. Namun tidak selama Yao yang tidak kunjung pulang.
"Hiks hiks, aku rindu, Yao..."
Merengek sendirian tidak akan menghasilkan apapun, Mizu memutuskan untuk mengamati pintu masuk klub dari jauh. Ia tidak bisa sembarangan mengunakan kekuatannya di dunia manusia. Kalau sampai para iblis tahu Mizu di dunia manusia, dirinya akan dalam masalah. Melihat Mizu yang sedang menangis dan terus-menerus melihat ke arah pintu, salah satu penjaga merasa aneh dan mendekati Mizu.
“Mau berapa lama kamu di sini? Ini sudah lewat waktu tidur anak kecil sepertimu. Pulang sana!”
“Aku tidak bisa pulang sendiri. Penjagaku ada di dalam dan masih belum keluar juga,” ucap Mizu sambil mengusap air matanya.
“Haa.. Baiklah. Siapa yang kamu cari? Namanya?”
"Yao!" Sahutnya dengan semangat.
Mengenali nama itu, penjaga itu terkejut dan memperlakukan gadis ini dengan baik.
“Silakan ikuti saya ke dalam. Lebih baik menunggu di dalam daripada di sini. Bisa-bisa anda diculik dan dijual,” jelas penjaga itu.
"Namanku Mizu. Namamu siapa?"
"Aku? Aku Takashi.“
Penjaga itu sedikit tersipu menjawab anak ceria dan manis ini. Aneh sekali anak ini, pikirnya.
“Kamu tidak tau tempat ini? Lain kali jangan ke sini lagi. Tidak baik untukmu.”
Selama perjalanan mereka berdua berbincang.
“Aku tahu itu. Tapi bagaimana juga, aku harus pulang dengan Yao. Terima kasih sudah mau mengantarku, Takashi.”
"Hahaha. Anda benar-benar gadis muda yang aneh."
Sesampainya di suatu ruangan, Takashi meminta Mizu untuk tidak kemana-mana. Takashi hendak memanggil manager dulu.
“Pak, ada gadis kecil mencari Boss Yao. Sudah 3 jam dia di depan klub. Jadi saya suruh masuk menunggu di ruang tunggu.”
"Gadis kecil? Kalau dia tahu nama boss Yao, gadis ini bukan orang sembarang."
Mereka berdua pun pergi menemui Mizu yang sedang duduk di sofa. Gadis ini tengah asik membaca koran yang disuguhkan di meja.
“Yao mana?” Tanya Mizu kebinggungan.
Ia pikir Takashi akan datang bersama Yao. Tapi yang datang malah pria paruh baya yang besar dan kekar badannya. Sebagian wajahnya terlihat bekas sayatan.
"Namamu Mizu kan? Anda siapanya boss Yao?" tanya si Manager.
"Kalian memanggilnya Boss Yao? Yao itu penjagaku. Aku datang menjemputnya pulang. Di mana dia?" tanya Mizu tidak sabar.
Manger yang memperhatikan gadis ini merasa memang anak ini memang tidak normal. Nomalnya, anak seusianya tidak berani mendekat apalagi menatap wajah seperti dirinya.
"Baiklah. Saya akan coba menemui boss Yao."
"Ah, tunggu," Mizu menarik lengan manager.
"Tolong bilang padanya, aku sudah bangun. Jadi ayo kita pulang bersama."
"...baik. Silakan nona tunggu di sini."
----------------------------------
"Boss Yao," panggil manager.
"Oh! Gojo dari mana saja kau? Kudengar ada masalah di bawah?"
Sepertinya utusan surga tidak berani datang kemari. Lagipula siapa sih yang berani ke tempat ini tanpa aura suci. Tubuh mereka pasti akan membusuk, pikirnya.
"Sebenarnya ada nona muda mencari anda sejak 3 jam yang lalu," jelasnya.
"Nona muda? Bukan orang dewasa?" Yao berhenti meminum gelas wine di tangannya.
"Eh? Ahh saya tidak tau usianya. Tapi nona bilang dia sudah bangun dan meminta anda pulang dengannya," jelas manager sambil tersenyum.
Pulang dengannya? Apa ini, firasatku tidak enak.
"Baiklah. Tunjukan jalannya," Yao pun menaruh gelas di tangannya.
Selama di dalam lift, Gojo penasaran dengan hubungan mereka berdua.
"Kalau boleh tau, hubungan anda dengan Nona Mizu itu-,"
DEG!
"MIZU KATAMU?!"
Yao menarik kerah Gojo dengan kasar.
"Kenapa kau tidak bilang dari tadi!!!"
Dengan panik dan terburu-buru, mereka berlari menuju ruang tunggu. Sesampainya di ruang tunggu, Mizu menyambut kedatangan Yao dengan dingin. Rupanya Mizu agak kesal karena Yao lama sekali.
Yao yang gembira melihat tuan putri surga itu terbangun, berlutut dan mencium tangan Mizu.
“Maafkan naga jahat ini, Putri. Naga ini tidak bermaksud menentang tuannya.”
Dengan nada rendah sekali, Yao meminta maaf pada Mizu.
"Hahahaha, kau tidak pernah berubah. Selalu saja serius begini. Tapi sayang sekali. Kamu harus dapat hukuman karena munyusahkanku.
Untung saja aku bertemu Takashi, batinnya.
"Naga ini terima hukuman dari Tuan Putri Mizu."
"Baiklah. Sekarang kita pulang dulu ke surga. Yao, berpamitanlah dengan teman-temanmu."
Mizu mengelus rambut Yao dan menyuruhnya berdiri. Takashi dan Gojo diam mematung menyaksikan drama antara kedua orang di hadapan mereka.
“Tidak perlu, Putri. Naga ini tidak sabar untuk pulang sekarang juga dengan tuannya," ucapnya lembut.
"Ah, begitu? Baiklah. Mari pamit dengan mereka saja," ujarnya sambil berjalan ke arah Gojo dan Takashi.
"Terima kasih kalian sudah membantuku menemukan Yao. Aku akan membantu kalian di neraka nanti," ucap Mizu senang kepada dua orang yang nampaknya binggung.
"Kalian tidak usah binggung. Bilang saja terima kasih padanya," suruh Yao pada mereka.
Setelah mengucapkan terima kasih, Yao dan Mizu keluar gedung klub.Yao meminta Mizu untung ikut naik mobilnya agar manusia yang melihat mereka tidak curiga. Yao dan Mizu pun pulang ke surga.
----------------------
"Menyenangkan sekali melihat dunia manusia. Sekarang aku tahu kenapa kamu betah di sana," girang Mizu dalam perjalanan menuju ruangan Elder.
"Dunia terasa sepi tanpa tuan putri. Terima kasih sudah datang menjemput naga ini," senyumnya.
"Tak apa. Aku juga yang menikmati kejar-kejar denganmu. Bagaimana kalau kita lakukan lagi dengan 11 penjaga lainnya?"
Yao tersenyum dan terkekeh.
"Wah, sepertinya para leluhur akan mengutuk kita."
"Sungguh sangat menantang," tambahnya lagi.
------------OWARI----------
Begitulah potongan kisah sang shio naga yang turun ke bumi dan putri surga yang menjemputnya. Semoga para pembaca terhibur.
Happy Reading~~~