SEJARAH SUNGAI MERANGIN DAN SUNGAI MASUMAI Beserta buaya putih
kota bangko adalah kota yang terletal di tengah kabupaten merangin,sebuah kabupaten yang berada di wilayah jambi.kotabangko memiliki dua sungai, yaitu sungai masumai dan sungai merangin yang di mana di pertemukan di satu muara,yang di namakan ujung tanjung muara masumai,ujung tanjung muara masumai juga berfuksi sebagai taman kota,dimana taman ini banyak di kunjungi masyarakat,khususnya para remaja di sore dan malah hari.
kedua sungai ini mempunyai sejarah yang sangan menarik,di mana pada zaman dahulu berdirilah sebuah kerajaan yang bernama kerajaan merangin.raja merangin memiliki seorang putra tunggal yang bernama alam jaya,alam jaya sendiri juga di kenal sangat sombong dan terkadang bertindak semaunya terhadap rakyat rakyat kecil.
pada suatu hari alam jaya sedang berburu di hutan,yang sekrang di kenal dengan sebutan bukit aur,di sana alam jaya tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis yang sangat cantik.gadis cantik itu bernama selasih,alam jaya suka sekali terhadap selasih,dan ingin mempersuntingnya sebagai istri,namun sangat di sayangkan selasih sendiri pun langsung menolak karna tidak lama lagi dia akan melangsungkan sebuah pernikahan dengan seorang pemuda biasa,, pemuda itu bernama masumai,dan tentu saja alam jaya merasa terhina akan penolakan dari selasih.
malam itu alam jaya pergi menemui kedua orang tua selasih,alam jaya membujuk agar pernikahan selasih segera di batalkan. alam jaya juga menjanjikan jika dia bisa menikahi selasih maka kebutuhan hidup seluruh keluarga selasih akan di tanggung bahkan akan tinggal di istana bersamanya.mendengar tawaran ini kedua orang tua selasih menyetujui permintaan alam jaya,namun,ternyata tnpa di sengaja pembicaraan mereka di dengar oleh selasih.
malam itu selasih dengan cepat dan begegas menemui masumai dan menceritakan semua yang dia dengar tadi,masumai yang merasa tidak mampu untuk bersaing dengan putra raja langsung mengambil keputusan untuk membawa pergi selasih dari wilayah merangin.namun sayang, di tengah perjalanan alam jaya berhasil menangkap selasih dan masumai,mereka berdua di bawa ke istana untuk di adili dengan tuduhan perzinahan.tuduhan itu di rekayasa oleh alam jaya.
namun ternyata fitnah itu tidak di percayai oleh petinggi petinggi kerajaan karena mereka tau watak dari seorang alam jaya di sana masumai memberanikan diri untuk mengatakan yang sejujurnya apa yang terjadi.maka raja memutuskan untuk mengadakan tandingan pacuan kuda,siapa yang dahulu berhasil sampai garis finis maka dialah yang akan menikahi selasih,nasumai menerima tantangn itu,dengan sebuah perjanjian tidak ada kecurangn di dalam pertandingn ini dan masumai bersumpah jika melakukan kecurangan maka wilayah merangin akan mendapatkan suatu bahaya,dan rajapun menyetujui perjanjiam tersebut.
ke esokan harinya pertandingan pun akan di mulai,pertandingan ini memiliki garis star dan jalur yang berbeda namun memiliki garis finis yang sama,pertandingan ini di mulai saat ayam mulai berkokok,pertandingan di adakan dengan jarak yang cukup jauh,sejauh 40km dan akhirnya tanpa di duga masumailah yang sampai di garis finis duluan.teriakan gembira serta tepuk tangn dari penonton membuat alam jaya menjadi malu,bahkan seorang putra tunggal raja bisa di kalahkan oleh pemuda biasa.dari atas kudanya alam jaya yang di penuhi amarah dan rasa malu,langsung saja menebas batang leher masumai dengan pedang.
rakyat dan petinggi kerajaan hnanyabisa terdiam melihat kejadian.namun,rajapun langsung memerintahkan pasukan untuk memenjarakan putra tunggalnya sendiri.namun tak lama kemudiam gempa besar terjadi.ternyata perjanjiannya sudah di langgar oleh alam jaya menjadi sebuah bencana besar untuk wilayah merangin.kedua jalur yang di lalui kedua oemuda tadi telah menjadi longsor. dan menjadi sebuah sungai yang mengaliri air yang sangat panas. dan kedua sungai itu bertemu dan membentuk sebuah muara.sungai itu susah membuat masyarakat desah karena untuk kembali ke rumah mereka masing masing sangat tidak mungkin mampu menyebrangin sungai yang panas.
malam lun tiba,saat itu seorang penasehat raja dan juga seorang ulama bermimpi bahwa bencana ini akan berakhir jika ada seseorang yang mau mengorbankan dirinya untuk masuk ke dalam sungai panas itu.. pagi pun tiba,di tengah kerumunan masyarakat dan petinggi petinggi kerajaan,penasehat mengumumkan tentang sebuah mimli yang dia dapat kan semalam namun tak seornagpun yang mau di jadikan sebagai tumbal.dan tampa di sengaja selasih yang merasa hiduonya sekrg tiada arti lagi juga mengingat keputusan kedua orang tuanya yang lebih mementingkan harta di bandingkan kebahagiaan anaknya sendiri selasih memutuskan untuk di jadikan tumbal. walau tanoa persetujuan dari kedua orang tuanya selasih tetap dengan keputusannya. kahirnya dengan di saksikan rakyat dan petinggi petinggi kerajaan dan juga teriakan larangan juga tangis kedua orang tuanya yang tak di hiraukannya lagi,selasih lalu berjalan dan turun lalu masuk kedalam sungai yang panas itu.
dan benar tak lama kemudian air sungai yang tadinya mengaliri air yang begitu panas kini seketika berubah menjadi sungai biasa. dua sungai besar yang bertemu di sebuah muara dan membentuk huruf Y kedua sungai itu di nama kan sungai masumai dan sungai merangin.
namun sejarah ternyata tidak sampai di situ,di muara tersebuat rakyat sangat sering sekali melihat sosok buaya putih,buaya putih tersebut sangat sering menampakkan wujudnya lada saat malam bulan purnama,buaya putih tersebut di percaya sebagai jelmaaf selasih yang telah mengorbankan dirinya demi keselamatan wilayah merangin,hingga saat sekarang pun buaya putih tersebut masih sering menampakkan wujudnya..
sekian saya smpaikan lebih dan kuarNg mohon di maafkan , ini hanya sebuah cerita rakyat yang bersumber dari mulut ke mulut yang di ceritakan oleh orang" terdahulu