ada sebuah cerita tentang seorang anak trauma akan darah
dikarenakan dia pernah melihat sang ibunda dan ayahanda dibunuh didepan mata kepalanya sendiri.
ia tidak mengerti permasalahannya pada saat itu
dia hanya sedih atas kepergian mereka orang yang dia sayangi di dunia ini.
kini Cece tinggal dan hidup bersama bibi dan paman nya
paman dan bibinya mengaggap Cece sebagai anak mereka sendiri
suatu saat dikelas Cece dikabarkan bahwa akan ada murid baru
"apakah murid barunya cewek atau cowok?"
"sepertinya cowok..tetapi lihat saja nanti"
beberapa menit kemudian
muncullah sang Murid baru
Hay semua
"perkenalkan namaku Jordi..salam kenal"
"sepertinya dia anak yang baik" ucap Cece
saat jam istirahat
"per permisi"
iya ada apa?
"aku boleh minta tolong tidak? anterin aku ke ruang guru boleh ?" ucap tolong Jordi
"oh boleh kok boleh...kalau kamu kesusahan jangan sungkan-sungkan ya..anggap saja kita ini teman yang sudah lama dekat" ucap cece
ya kita sudah berteman dari dulu hahaha
beberapa hari pun berlalu
kini Cece dan Jordi menjadi teman layaknya seorang pasangan.. teman-teman Jordi dan Cece mengira bahwa mereka sudah jadian.. tetapi nyatanya tidak.
"eh Cece kamu datang ke sekolah sama Jordi?" tanya salah satu teman cece
"lihat sendiri. tapi ingat aku sama Jordi itu hanya sebatas teman dan tidak lebih oke"
"tapi kalian berdua itu cocok kayaknya..maaf banget nih ya maaf"
"Hadeh ada-ada saja. lagian aku juga sudah punya pacar beberapa hari yang lalu"
"wah,siapa tuh. pj dong pj"
heh;)
saat sore hari menjelang petang
Cece yang sedang menunggu angkot
"mana ya angkotnya udah aku tunggu dari tadi kok belum muncul-muncul aja. padahal udah mau petang ini.. aku takutnya paman sama bibi nyariin lagi huftt..ntar pas aku pulang banyak angkot disekitar sini. kan nyebelin" ucap kesal Cece
dan dari arah kejauhan
ce
Cece
ce
Cece
"eh iya Jordi ada apa nih..kamu juga ngapain pakai lari segala" ucap Cece
"aku takutnya kamu hilang "
"haha mana mungkin"
itu mungkin saja
"masih nunggu angkot Nih?" tanya Jordi
hoo . dari tadi kaga muncul-muncul sampai linu ini kaki.
"hmm apa kamu mau aku antar?" tanya Jordi
"gapapa nih?kaga ngerepotin kan?"
ngerepotin kali
"kaga tenang aja"
kini Jordi mengantarkan Cece mengunakan sepeda motor
Cece melihat daerah sekitar sepertinya jalan tersebut bukan jalan ke arah rumah Cece
"eh jordi ini bukan jalan ke rumah iho..jangan bilang kalau kita tersesat..mending putar balik aja" ucap Cece
disana Jordi tidak membalas omongan Cece sepatah kata apapun.
beberapa menit kemudian
sampailah mereka di sebuah rumah tua
"ini rumahmu?kok Serem yaa"ucap takut Cece
"diam!??"
Jordi menyeret tangan Cece sekeras dan secepat mungkin
ahhh
sakit jordii
ngapain sih kamu
taghh
ahhh
terdengar suara kepala dan seluruh badan Cece dihempaskan ke arah tembok.
"ka ka kamu mau ngapain jordii"ucap takut Cece
"lihat saja nanti"
Cece melihat Jordi membawa sebuah keris yang ada ditangan Jordi
"heh Jordi ingat woy ingat Cece ini temenmu sendiri "
aku tidak peduli
capghh
ahhhh
aghhh
to
to
to
tolong
meskipun Cece terlihat mempunyai beberapa tusukan ditubuhnya dia masih bisa bertahan.
"mengapa kau membunuh ku Jordi?apa salahku? tanya lemas Cece
"hanya dendam dari orangtuamu saja yang mengalir kepada diriku" jawab santai Jordi
"dendam dendam apa?" tanya lemas Cece
"pikir sendiri!!"
saat ini Jordi meninggalkan Cece sendirian di rumah tersebut
sial Jordi sialan!!!
ahhh
"dia mempunyai dendam kepada orangtuaku dendam a a apaa?"
untuk part selanjutnya aku bakalan kupas tuntas dendam apa hingga Jordi membunuh Cece.