"nak apa keputusan mu sudah tepat untuk berpisah dengan Aldo"? tanyak ibu kepada ku,"Bu aku ini hanya seorang wanita yang butuh perhatian dan juga kasih sayang nya tapi semua itu tidak pernah aku dapatkan dari suami ku.
mas Aldo tak pernah menghargai perasaan ku,dan tak pernah menganggap aku ini istri nya bu,jadi buat apa hubungan seperti itu harus ku pertahan kan Bu.
sebaiknya kamu fikir kan lagi Utari dengan ke putusan mu itu jangn terlalu cepat mengambil keputusan sebelah pihak,tunggulah suamimu pulang kalian rudingkan lagi secara baik-baik nasehat ibu kepada ku.
"baiklah Bu Utari akan menunggu mas Aldo pulang,"sekarang Utari berangkat kerja dulu pamit ku ke pada wanita yang selalu mendoakan di setiap langkah ku dan selalu menasehati ku.
jam sudah menunjukkan pkl 23:00wiba tapi mata ini enggan juga terpenjam,entah apa yang ada dalam fikiran ini sulit aku mengerti,ada rasa cinta dan sayang,sisi lain ada rasa yang membosan kan dengan sikap mas Aldo ke pada ku selama ini.
"suara deringan gawai ku menyadarkan ku dari lamunan malam ku,ku lihat mas Aldo menelpon ku.
"hallo mas jawab ku singkat ada apa menelpon ku malam malam begini,besok aku akan pulang ap kamu masih di rumah ibu tanyak mas aldo tanyak mas Aldo"?
"ya aku masih di rumah ibu.
besok aku akan kembali kerumah kita kata ku,lalu ku matikan tlpn ku".
pagi pagi ibu sudah menyiapkan sarapan pagi ke sukaan ku,Bu kata ku hari ini mas Aldo akan menjemput ku dan mengajak ku pulang kerumah.
kalau begitu bersiap lah dirimu Utari, mungkin sebentar lagi suamimu akan menjemput mu dengan perasaan bercampur aduk ku tundukan kepalaku sedikit malas rasany kalau harus pulang ke rumah ku dan bersama kaki laki yang enggak ada perasaan cinta kepada ku.
" nduk suara ibu memanggil ku dan mendekati ku, sambil mengusap kepalaku tenangkan fikiran mu hidup berumah tangga itu selalu ada rintangan ada cobaan tergantung diri kita masing masing dalam menanggapi permasalahan ucap ibu ke pada ku.
tanpa ku sadari ada yang mengalir dari mata ku,ku peluk dengan erat wanita yang telah melahirkan ku"bu rasa Utari tak sanggup untuk menghadapi sikap mas Aldo ke Utari bu ucap ku.
"assalamualaikum kata mas adlo," nak Aldo Uda pulang silahkan masuk nak sapa ibu kepada menantunya itu.
bu aldo minta izin untuk membawa pulang Utari ke rumah,"lho kenapa bicara nya seperti itu nak Aldo Utari itu istrimu kamu boleh membawanya pulang kerumah kalian kata ibu,mas Aldo pun tersenyum.
"bu Utari pamit pulang dulu,ibu hati hati di rumah jangn terlalu kecapean ibu harus banyak-banyak istirahat sambil kupeluk ibu dengan erat,rasany tak ingin ku lepas dari pelukan ku,ku cium tangan ibu dan pamit pulang.
selama dalam perjalanan tak ada yang kami bicarakan,aku hanya fokus ke layar gawai ku dan mas Aldo fokus menyupir mobil,aku pun merasa ngantuk dan terlelap saat aku sadar tiba tiba aku sudah berada di kamar ku.
mas kapan kita sampainya ko aku Uda berada di dalam kamar kata ku"?mas Aldo hanya menatap ku saja dan berkata memang kamu bisa jalan sambil tidur tadi waktu kamu tidur aku meminta tolong kepada pak satpam untuk mengendongmu sampai ke kamar jawabnya ketus.
"aaahhh...yang benar mas kamu menyuruh satpam mengendongku kamu tega ya mas dasar suami gak punya perasaan grutuk ku belum berapa hari saja aku mulai merasakan tidak betah serumah dengan patung kata ku
"apa kamu bilang aku patung kalau aku patung kenapa kamu mau menerima perjodohan ini"?
apa jangan jangan kamu takut tidak laku ya kata mas Aldo kepada ku dasar perempuan udik.
" eee...Aldo Sanjoyo asal kamu tau ya aku menerima perjodohan ini karna aku kasihan kepadamu
yang usia mulai menua it balas ku tak kalah pedas nya dengan cabai.
"perang dingin pun selalu terjadi kepada kami,entah setan apa yang membuat aku berani minta talak kepada nya" mas Aldo aku minta cerai kepada mu sekarang juga kamu harus menjatuhkan talak kepadaku ucap ku dengan tegas.
oke kalau itu mau mu,tunggulah aku kambali dari tugas ku berapa hari kedepan jawabnya dengan mantap.
tapi semenjak kepergian mas Aldo kenapa aku jadi memikirkan nya dan merindukan nya apakah aku mulai mencintai nya gumam ku dalam hati,tiba tiba saja aku merasakan ngantuk yang teramat sangat dan aku pun tertidur dengan lelap.
tiba tiba saja aku mepimpikan mas Aldo dia dengan wanita lain begitu bahagia nya dia di samping wanita itu,aku pun terbangun dengan keringat bercucuran kenapa aku jadi takut kehilangan mas Aldo bukan berapa hari yang lalu aku memaksanya untuk menalak ku.
gawaiku bergetar ada pesan masuk kulihat ternyata mas Aldo memberi kabar besok dia akan kembali,ada perasaan senang sedih dan juga takut kalau dia benar menalak ku.
ada suara yang mengucapkan salam aku kenal betul dengan suara itu yang sudah tak asing bagi ku, ternyata benar itu adalah mas aldo,dengan senyumnya dia menyapa ku gimana kabarmu berapa hari ku tinggal kan,ada perasaan senang dan juga tanda tanya tumben dia nyapa ku dengan hangat.
hari pun mulai malam mas Aldo tertidur di ruang tengah,aku menatap dengan sesaat sambil aku mendekatinya dan berbisik kepada nya,mas aku mencintaimu setelah itu aku berlalu meninggalkan nya,saat aku ingin masuk kamar suara mas Aldo bertanya apa kamu masih ingin minta cerai kepada ku Utari sambil dia mendekati ku ada perasa malu dan juga sedih saat dia menarik tanganku.
"eehhh.. wanita udik kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku,"mas ku batalkan meminta cerai karna aku mencintaimu mas,mas Aldo langsung memelukku dengan erat sambil berkata aku juga mencintaimu Utari.