Sepulang sekolah, biasanya Ita hanya berjalan pulang sambil mengambil gambar yang ada di sekitarnya. Suasana tempat ia tinggal yang cukup jarang itu, membuat merasa cukup tenang dan begitu nyaman. Tiada hiruk pikuk akan suara dan keramaian. Ini adalah salah satu yang disukai oleh Ita. Gadis yang merupakan murid sma itu gemar memotret dengan ponsel miliknya. Biasanya alam menjadi patokan, dan kebanyakan adalah posisi langit yang tersimpan di dalam galeri ponselnya.
Ita selalu pulang sendiri. Tidak seperti murid lainnya, ia lebih suka sendiri dan menikmati momen secara individual. Jepretan kamera ponsel sudah mulai dilakukannya semenjak keluar dari gedung sekolah yang berada di atas bukit. Suasana kali ini begitu hangat dan bersahabat. Matahari yang masih bersinar di selingi angin yang bertiup sesekali, membuatnya menikmati akan momen tersebut.
Galeri sudah di isi dengan berbagai foto yang di dapatkannya. Dan saat sudah setengah jalan, dirinya bertemu dengan seorang lelaki yang tengah minum sambil menaiki sepeda. Lelaki itu mengenakan seragam yang sama dengan Ita. Dan sudah dipastikan bahwa dia adalah murid yang satu sekolah dengan Ita.
Ita tidak mengenalnya, dan hanya memandang sekilas lalu pergi begitu saja melewatinya. Langkah kaki Ita terhenti seketika, sebab lelaki yang dilihatnya barusan memanggil dirinya.
"Aku sudah memperhatikanmu sejauh ini."
ucapan itu didengar dan Ita menoleh ke arah lelaki tersebut.
Kemudian laki-laki itu mengajaknya pergi ke suatu tempat dan ingin mengobrol sebentar dengan Ita.
Gadis itu menerimanya dan pergi bersama sang lelaki dengan menaiki sepeda. Berboncengan bersama orang yang tidak begitu ia kenal, membuat Ita hanya diam dengan rasa sedikit ragu.
Di sebuah tepian sungai, Ita mulai berbicara dengan lelaki itu disana. Dan diketahui nama dari laki-laki tersebut adalah Miko. Setelah berkenalan mereka berbicara tentang berbagai hal. Termasuk pula mengenai kegiatan Ita yang selalu mengambil gambar melalui ponsel.
Tak terasa obrolan yang awalnya dikata sebentar itu, ternyata malah menghabiskan cukup banyak waktu. Dan mereka berdua dapat memperhatikan matahari yang sudah bersiap-siap akan terbenam tersebut.
Sebelum pulang, Ita menyempatkan diri untuk mengambil gambar dengan ponselnya. Foto yang baru didapatkannya itu dilihat oleh Miko yang ada di sebelahnya.
"Itu jepretan yang bagus."
Puji Miko pada Ita.
Mendengar pujian itu membuat Ita merasa senang dan tersenyum setelahnya. Selama ini tiada satu orang pun yang memperhatikan secara lebih mengenai kegiatannya. Dan juga ini adalah kali pertama bagi Ita mendapatkan sebuah pujian dari orang lain. Miko adalah orang pertama yang memuji tangkapan gambarnya.
Setelah foto, Miko meminta izin untuk melihat hasil fotonya selama ini. Ita pun mengizinkan dan Miko mengambil ponsel gadis itu dan melihat isi galerinya.
"Indah sekali ! Kamu sangat pandai dalam mengambil sudut pandang terbaik."
Kemudian Miko mengembalikan ponsel gadis itu dan mengajaknya pulang bersama.
Dengan mengendarai sepeda, Ita di bonceng lagi olehnya menuju rumah. Sesampainya di depan rumah, Ita turun lalu mengucapkan terima kasih pada lelaki bernama Miko itu. Tersenyum lebar dan membalas rasa terimakasih dari Ita. Miko pun pamit dan pergi dari pandangan Ita.
Ita merasa hari ini berbeda. Karena pada hari ini dia tidak merasa sendirian dan itu membuatnya cukup senang bisa bertemu orang yang perhatian seperti Miko.
-----SELESAI-----