Kriiinggg ... kriiinggg ... kriiinggg
Aku mengambil benda pipih itu, lalu menekan tombol berwarna hijau.
"Assalamualaikum, Han?" Ucap seseorang disebrang sana.
"Waalaikumsalam, iya Gas ada apa?" Jawabku.
"Han ... kita ketemu sekarang ya, di tempat biasa," ajak nya padaku.
"Memangnya ada apa Gas? Kok tiba-tiba ngajak ketemu?" Tanyaku, pada nya.
Tanpa sepatah kata pun, Bagas memutus telepon secara sepihak, membuat aku khawatir dan buru-buru beranjak ketempat yang telah ditentukan.
***
Aku segera menghampiri Bagas yang tengah duduk di bangku taman.
"Hai ... udah lama nunggu?" tanyaku, seraya duduk di sebelah nya.
"Hai ... gak kok baru aja duduk disini," ucapnya.
"Ada apa Gas? Kok tiba-tiba ngajak ketemu?" tanyaku.
Dia menatap ku dengan tatapan yang sulit di artikan, entah apa yang tengah ia pikirkan sekarang.
"Han ... sebelum nya ... aku mau minta maaf sama kamu," ucapnya membuatku bingung.
"Maaf ... untuk?" tanyaku, bingung.
"Kayak nya ... hubungan kita cukup sampai disini aja, gak apa-apa kan Han?" jelasnya, membuat hatiku seakan diterpa badai yang sangat dhasyat nya.
"Kok gitu ... alasan nya apa? Kenapa tiba-tiba seperti ini Gas?" ucapku, dengan diiringi bulir-bulir air yang mulai membanjiri pipiku.
"Maaf Han ... aku gak bisa lanjutin ini semua," ucapnya, menunduk.
"Tapi Gas ... kenapa? Alasan yang pastinya apa? Jangan membuat aku bingung dengan semua ini Gas," ucapku, dengan nada tinggi.
"Sebelum semua ini terjadi, aku telah lebih dulu mempunyai pasangan Han," jelasnya.
"Ja--jadi ... kamu sudah membohongi ku?" ucapku pelan.
Aku tak kuasa lagi mendengar penjelasan dari nya, aku muak, aku capek, ku sudahi pertemuan ini dengan berpamit padanya.
"Sudah Gas, cukup. Kalau memang itu maumu aku akan coba berusaha ikhlas menerima semua kenyataan ini, terima kasih atas waktumu selama ini sudah mewarnai hari-hariku begitu indah, namun tidak selamanya, aku pamit pergi. Jaga kesehatan kamu Gas. Sampai bertemu di lain waktu,"
Aku berjalan meninggalkan Bagas yang masih terduduk di bangku taman itu, aku membawa luka yang telah tertancap di hati dengan senyum hampa, aku berusaha ikhlas atas apa yang telah ditentukan takdir. Terima Kasih Bagas.
#Ruang hampa_25 Juli 2021