Rasanya ingin aku berteriak... berteriak sampai suaraku serak. Bahkan aku rela jika harus kehilangan pita suaraku, jika itu bisa membuat mu datang kepadaku.
Sayang.. tahukah kamu, kamu telah membuat kacau hidup ku, bahkan sekarang ini aku sudah pantas menjadi mayat hidup. Hanya karena kamu...iya hanya karena kamu yang menghilang tanpa kabar apapun untukku. Pergi begitu saja meninggalkan diriku.
Rasanya sakit... sakit sekali, bahkan jika ada seseorang yang menusukkan pisau ke perutku, itu bukan apa apa, jika di bandingkan rasa sakit karena menahan rindu.
Sayang... dimana kamu,.. apakah kamu sama sekali tidak merindukan ku, hingga air mataku tidak sampai membasahi hatimu...
******************************************************
Deburan ombak dibarengi dengan tertiupnya angin, berhasil membuat seluruh rambut ku yang tadinya ku sisir rapih, kini berantakan.
Dengan wajah merah, mata sembab, dan air mata yang terus berderai, Aku memandang ombak laut yang tiada mau berhenti berlari. Aku sengaja...ya...aku sengaja lakukan itu. Seolah dengan menikmati hamparan air yang berwarna biru itu bisa menghapus jejakmu, jejakmu dalam hatiku. Tapi ternyata tidak!!.
Aku malah kini semakin mengingatmu, mengingat kisah kita saat kita bersama. Walaupun itu singkat, ternyata itu mampu menyita ruang hati dalam diriku untukmu.
Apa ini...malahan kini, air mata ini semakin deras mengalir. Aku rapuh, aku rapuh saat ini. Aku butuh kamu... iya.. aku hanya butuh kamu . Butuh kamu untuk hadir, untuk menemuiku, walaupun itu sekedar berkata, "Maaf, kita putus" atau "Aku bosan sama kamu", mungkin " Aku muak dengan kamu".
Tidak apa apa kok, walaupun itu menyakitkan untuk ku dengar. Tapi aku pasti senang, daripada aku selalu memikirkan mu.
Kamu tahu, aku seperti"Zombie " sekarang. berwujud tapi tak bernyawa. Yang hanya bisa diam dan pasrah. Yang hanya menunggu seseorang memberikan asupan darah untuk ku.
Tolong.. tolong bangunkan aku,... tolong.. tolong panggil kan dia untuk ku.. aku butuh kamu.. aku sangat butuh kamu.
******************************************************
HAAAAAAAAA......
Aku tertawa.. kemudian menangis... aku termenung.. kemudian menangis. Sambil ku duduk diatas batu.. dan beberapa kali ombak menyapu pangkal kakiku.. mungkin jika ombak itu menyapu ku masuk kedalam lautan, aku tak akan keberatan. karena separuh jiwaku saat ini hilang terbawa olehmu. Lihatlah aku sayang...,kamu tahu.... aku seperti orang gila sekarang.
Mataku kosong, pikiran ku hanya memikirkan kamu...
Sayang... datang lah padaku.. jemputlah aku.... hanya kamu yang bisa mengembalikan separuh nyawa ku...
******************************************************
Seolah Tuhan mengasihani ku, mendengar doaku, akhirnya aku bisa mendengar kabarmu.
Air mata terus mengalir dan bahkan tidak mau berhenti mengalir. Kulihat wajah kamu pucat, bibir kamu biru.. tubuhmu terbujur kaku diatas tempat tidurmu. Nafasmu terdengar keras bahkan terlihat kesulitan untuk bernafas.
Inikah kabar yang aku dapat darimu? "
Begitu berat kah untuk aku bersatu denganmu.
Sampai kapan mata ini akan berhenti menangis.. sangat berat.. bahkan sangat teramat berat, tidak adakah takdir kita untuk mengulang kisah kita yang dulu lagi?
Sayang.... kumohon bertahanlah... bertahan lah untuk hidup mu...
Aku ingin kamu hidup, walaupun mungkin pada akhir nya kita tidak bisa lagi bersama. Tapi setidaknya aku ingin berpisah dengan melihat kamu baik dan sehat sehat saja, dan kita tutup kisah kita.