Malam hari
Sa'at sedang berada di ruang tamu, sa'at suasana sedang begitu hening tiba tiba terdengar teriakan Aulia dari kamar nya
"" Ahhhhhhh! ""
"" Ah? Kenapa Aulia berteriak? ""
"" Biar ku cek mah pah""
Salwa pun naik ke atas untuk pergi ke kamar aulia mengecek ke ada'an nya
"" Lia, kau baik baik saja? ""
"" Ah? Wa, bisa kau masuk ke mari aku takut""
"" Kau takut kenapa? ""
"" Di sini mati lampu, aku takut tiba tiba melihat nya""
"" Mati lampu? ""
"" Iya""
"" Baiklah, aku masuk""
Sa'at salwa masuk ke dalam dia tidak bisa melihat apapun di sana
"" Ya ampun, kenapa gelap sekali di sini ""
"" Ka... Kau sudah masuk? ""
"" Iyah, kau di mana? ""
"" Kau sendiri juga di mana? ""
"" Aku tidak bisa melihat ""
"" Aku juga sama""
"" Di mana tombol lampunya""
"" Aku tidak bisa melihat nya""
"" Aku juga... Aduhh! ""
Karena keadaan ruangan itu gelap jadi mereka tidak bisa melihat dan tanpa mereka sadari kepala mereka berdua beradu
"" Sakit""
"" Hei, apa kau tidak bisa melihat? ""
"" Dasar kau payah, bagaimana aku bisa melihat jika di sini gelap""
"" Ah? Benar juga""
"" Dasar kau ini""
"" Maaf""
"" Kenapa di sini bisa gelap? ""
"" Mana ku tau""
"" Kalau begitu akan ku beri tau""
"" Ah? Si... Siapa itu? ""
"" Apa... Apa itu kau lia? ""
"" Aku ini perempuan bukan laki laki, sedangkan suara tadi adalah suara laki laki""
"" La... Lalu siapa? ""
"" Ak... Aku juga tidak tau""
Tiba tiba lampu menyala kembali
"" Ah? Lampu nya.. ""
"" Menyala""
"" Karena aku yang menyalakan nya""
"" Ah? ""
"" Ah? A... Awa... ""
"" Kenapa? ""
"" Di... Di bela... Belakang mu""
"" Ah? ""
Sa'at Salwa melihat ke belakang dia sangat terkejut karena melihat sosok hitam berdiri di belakang nya, ternyata itu adalah bayangan dari guci keramat yang sudah selama ini menghilang, karena salwa dan aulia baru pertama kali melihat nya mereka jadi merasa takut, mereka mewarisi kemampuan seya dan maycel mereka jadi bisa melihat hantu hantu terutama mereka juga bisa melihat bayangan dari guci keramat. karena takut dan terkejut mereka berdua berteriak sa'at melihat bayangan itu
"" Ahhhhhhhhhh! ""
Teriakan mereka sampai terdengar ke bawah
"" Ya ampun, kenapa mereka berdua malah berteriak? ""
"" Entahlah, kita lihat saja mereka""
"" Baiklah""
Setelah sampai di kamar aulia
"" Lia, wa? Kalian baik baik saja? ""
"" Ah? ""
Sa'at mereka masuk ke dalam kamar aulia mereka terkejut karena melihat Aulia dan Salwa sedang duduk di lantai sambil menutup wajah mereka menggunakan tangan mereka
"" Ka... Kalian kenapa duduk di lantai? ""
"" Ma... Mah pah, itu di sana""
Aulia menunjuk ke arah lemari baju nya
"" Ah? ""
Mereka berdua mengikuti arah tunjukan aulia, mereka berdua sangat terkejut setelah melihat bayangan dari guci keramat itu ada di sini
"" Kau! ""
"" Ah? Kau""
"" Kalian berdua juga, mereka tiba² berteriak sa'at mereka melihat ku tadi""
"" Tentu mereka berteriak""
"" Kapan lagi kau kembali? Kenapa kau tiba tiba ada di sini? ""
"" Aku hanya mampir""
"" Ah? ""
Aulia dan salwa membuka mata mereka, mereka terkejut karena melihat kedua orang tuanya berbicara dengan sosok hitam itu
"" Mah? Pah? ""
Ucap aulia dan salwa bingung
"" Ah? Kalian""
"" Kalian tidak perlu takut""
"" Bagaimana aku tidak takut? Dia tiba tiba mematikan lampu kamar ku tentu saja aku terkejut dan takut""
"" Hei, kenapa kau menjahili putri ku? ""
"" Aku tidak sengaja menekan tombol lampu nya, jangan marah""
"" Dasar kau ini""
"" Kalian berdua cepat bangun""
"" Baiklah""
"" Tapi ma, siapa bayangan ini? Sepertinya mama dan papah mengenal dekat dengan bayangan itu""
"" Dia adalah... ""
"" Cerita nya panjang, dan kau jangan sekali kali lagi kau menjahili putri ku""
"" Sudah ku bilang aku tidak sengaja""
"" Sudah pergi sanah, jangan mengganggu putri ku lagi""
"" Terserah kau saja""
Bayangan itu perlahan menghilang, dengan menghilang nya bayangan itu membuat Aulia dan Salwa semakin takut
"" Ma... Mamah, aku jadi lebih takut ""
"" Aku juga""
"" Tidak papa, ayo turun ""
"" Ba... Baiklah""
Keesokan hari nya
"" Aulia, kau mau sarapan apa sekarang? Salwa kau juga? ""
"" Tidak bu, kami tidak lapar""
"" Iya""
"" Eh? Kenapa? ""
"" Nafsu makan ku menghilang sa'at kejadian kemarin malam""
Ucap Aulia dalam hati nya
"" Aku sama sekali tidak berminat untuk makan sarapan""
Ucap Salwa dalam hati nya
"" Ka... Kalian yakin? ""
"" Iya, kami yakin""
"" Baiklah kalau begitu kalian... ""
"" Pa ayo berangkat""
"" Siap nona""
"" Kenapa dengan mereka? ""
"" Mungkin masih trauma karena kejadian kemarin malam""
"" Yang benar saja, sampai harus trauma? ""
"" Yah, kenapa tidak? ""
"" Dasar""
Di dalam mobil
"" Lia""
"" Eum? ""
"" Apa kau masih takut dengan kejadian tadi malam? ""
"" Iyah, aku masih sedikit merasa takut, lalu kau sendiri? ""
"" Aku juga, tapi seperti nya mamah dan papah sudah sangat mengenal bayangan itu""
"" Benar""
"" Tapi siapa bayangan itu? ""
"" Benar juga, nanti kita tanyakan pada mamah dan papah""
"" Tapi papah mengatakan ceritanya panjang""
"" Tapi aku tetap mau mendengar nya""
"" Baiklah, setelah pulang sekolah kita tanyakan""
"" Baiklah""
Sesampainya di sekolah
Supir mobil Aulia dan Salwa turun lebih dulu untuk membukakan pintu mobil aulia dan salwa
"" Silahkan nona""
"" Terimakasih ""
"" Terimakasih ""
"" Sama sama nona""
Setelah Aulia dan Salwa turun tiba tiba datang dua buah mobil berwarna silver dan hitam secara bersama'an
"" Eum? ""
"" Mobil Rangga dan Devan""
"" Kau benar""
"" Aku yakin segerombolan perempuan akan datang sebentar lagi""
"" Kau benar""
Tidak lama setelah mobil berhenti, Rangga dan Devan pun keluar dari mobil mereka, sa'at mereka keluar terdengar sebuah teriakan para gadis kepada mereka, ya bagaimana tidak Rangga dan Devan adalah siswa paling tampan di sekolah itu
"" Ahhh Rangga Devan""
"" Wahhh, tampan sekali""
"" Benar, Devan Rangga lihat lah kemari""
Tapi tatapan Rangga dan Devan teralih pada Salwa dan Aulia
"" Ah? ""
"" Kenapa dia menatap kita? ""
"" Sudahlah jangan pedulikan, ayo masuk""
"" Iyah""
"" Nona Awa nona Lia""
Ucap Rangga dan Devan bersama'an
"" Ah? Mau apa mereka? ""
"" Mana ku tau""
Salwa dan Aulia pun berbalik
"" Eum? ""
"" Ada apa? ""
"" Lihatlah, setiap hari hanya kalian saja gadis yang mengacuhkan kami""
"" Lalu? ""
"" Ah? ""
"" Kau pikir kami peduli? Sorry, No! ""
"" Yes! ""
"' ayo masuk""
"" Dasar para gadis yang sombong""
"" Kau benar""
"" Entah kau yang memang mempunyai sifat seperti itu atau hanya perasa'an ku saja lia""
Ucap Devan dalam hati nya
"" Dasar kau gadis sombong wa""
Ucap Rangga di dalam hati nya
Sa'at sampai di kelas
"" Yoo, baru sampai nih? ""
Ucap salah satu sahabat Lia dan Awa
"" Ah? Mia? ""
"" Kenapa baru sampai? ""
"" Tidak, kami selalu datang jam segini kan? ""
"" Benar""
"" Kalian terlambat 6 menit""
"" Ya ampun, baru 6 menit saja udah bawel apa lagi kalau kita benar benar terlambat""
"" Benar""
"" Huuu, kalian tuh yang bawel""
"" Eh? Siapa yang bawel? Dasar""
"" Huu, cepat duduk sanah""
"" Iya iya, cerewet sekali""
"" Biarlah""
Salwa dan Aulia pun duduk di bangku mereka masing masing, tak lama kemudian Devan dan Rangga datang ke dalam kelas, suasana yang tadi nya tenang sekarang jadi ribut karna kedatangan mereka
"" Ahhh, itu dia Rangga dan Devan""
"" Benar, tampan sekali ya""
"" Kau benar, mereka itu mirip sekali seorang pangeran ""
"" Kau benar""
"" Selamat pagi teman teman""
Ucap Rangga dan Devan bersama'an
"" Pagiii""
Teriak murid perempuan yang ada di kelas, namun yang diam hanya Salwa dan Aulia saja
"" Eum? ""
"" Kalian berdua tak mau menjawab kah? ""
Tanya Rangga pada Salwa dan Aulia
"" Kenapa juga harus di jawab? ""
Tanya salwa dengan santai nya sambil membalikan lembar catatan nya
"" Tentu harus di jawab""
"" Tidak juga""
Ucap Aulia
"" Seperti nya kaka adik ini sama saja""
"" Benar, apa kita... ""
"" Apa kita apa? Apa kalian ingin melawan kami? Mimpi saja""
"" Benar, dari dulu kalian tidak pernah menang melawan kami""
Ucap Aulia dengan sombong
"" Benarkah""
"" Ya, kenapa tidak""
"" Sudahlah kalian, cepat duduk sanah""
Ucap Salwa yang mulai kesal dengan keadaan sa'at ini
"" Baiklah baik""
Rangga dan Devan pun pergi ke tempat duduk mereka masing masing
Setelah beberapa jam menunggu akhirnya guru pun datang
Sa'at jam istirahat, Aulia Salwa dan Mia pasti akan pergi ke kantin untuk makan atau berkumpul di sana, mereka bercanda tawa bersama, sampai akhirnya perusak suasana muncul, Rangga dan Devan datang ke kantin membawa para geng nya ke kantin yang membuat suasana di kantin jadi tidak nyaman
"" Mau apa lagi mereka? ""
"" Jangan tanya aku""
"" Mana ku tau""
"" Kenapa diam? Bukan nya tadi kalian itu tertawa ya? ""
"" Benar, tapi kenapa sekarang diam? ""
"" Kalian mau tau kenapa? ""
Tanya Salwa
"" Kenapa? ""
"" Karena di sini ada... ""
"" Kalian yang mengganggu kesenangan kami""
"" Ouh, begitu kah? ""
"" Iya""
Ucap Salwa Aulia dan Mia bersama'an
"" Baiklah kalau begitu, kami pergi saja""
"" Kenapa tidak dari tadi""
"" Baiklah baik""
"" Dasar mereka ini""
"" Benar, merusak suasana saja""
"" Benar, ayo kita lanjutkan""
"" Iyah""
"" Sampai di mana tadi? ""
"" Sampai kau sa'at liburan di pantai hampir terkena ombak laut dan terserat""
"" Ah? Benar lalu aku... ""
Rangga dan Devan hanya melihat Salwa dan Aulia tertawa bahagia walaupun mereka tau kalau Rangga dan Devan memperhatikan mereka Salwa Dan Aulia hanya mengacuhkan mereka berdua
"" Selalu saja acuh""
Ucap Rangga dalam hati nya sambil melihat Salwa
""Kenapa dia menatap ku terus? ""
Ucap salwa dalam hati nya yang mulai risih karena selalu di lihat oleh Rangga
"" Lia, kita pergi dari sini""
"" Apa? Kenapa? ""
"" Benar, tiba tiba mau pergi dari sini? ""
"" Tidak, aku hanya... ""
Salwa melihat ke arah Rangga, dan Rangga hanya tersenyum melihat Salwa
"" Ah? ""
"" Ahhh, begitu ya baiklah""
"" Kalau begitu perpustakaan ""
"" Yah, pasti lebih tenang ""
"" Benar, ayo""
Salwa, Aulia dan Mia akhirnya pergi dari kantin menuju perpustakaan
"" Dia membuat ku risih dengan terus menatap ku dari tadi""
"" Hei, wa""
"" Ah? Ya? ""
"" Seperti nya Rangga punya rasa pada mu ""
"" Jangan bercanda, si dingin itu menyukai ku? ""
"" Yah, seperti nya, tapi aku tidak mau punya kaka ipar seperti dia""
"" Kau pikir aku mau punya adik ipar seperti Devan? ""
"" Apa? Aku sama sekali tidak menyukai Devan""
"" Kalau begitu aku juga sama, aku tidak menyukai Rangga""
"" Ya sudah kalau begitu""
"" Ya sudah""
"" Hei, diam lah kalian bentar lagi sampai kita di perpus ""
"" Iya iya siap bos""
Sa'at sampai di perpus mereka langsung masuk ke dalam membawa buku yang akan mereka baca lalu duduk
"" Wahhh, kalian selalu membaca buku itu ya? ""
"" Benar ""
"" Kenapa kalian menyukai buku tentang hal mistis? ""
"" Hanya ingin tau saja... ""
"" Bagaimana seorang indigo bisa tahan dengan kehidupan nya... ""
"" Yang selalu di hantui rasa takut""
"" Benar juga, kalian kan indigo""
"" Benar""
"" Ah? Benar ngomong ngomong soal hantu""
"" Ah? ""
"" Apa kalian tau rumah kayu yang dekat dengan komplek rumah ku? ""
"" Tidak""
"" Kenapa memang nya? ""
"" Aku dengar, setiap malam selalu ada yang tertawa cekikikan, dan setiap orang yang pergi ke sana pasti akan di ikuti oleh seseorang, bahkan ada yang pernah melihat bayangan putih berdiri di sebuah jendela, dan karena Selalu saja melihat hal itu sekarang jadi tidak ada yang berani datang atau lewat ke jalan sana""
"" Benarkah? ""
"" Benar, aku tidak bohong""
"" Tapi aku tidak percaya""
"" Aku juga""
"" Itulah sebabnya aku memberi tau kalian""
"" Apa? ""
"" Ah? ""
"" Aku ingin kalian melihat apa benar di sana ada hantu nya atau tidak""
"" Apa? ""
"" Iya, aku mohon yah? Aku hanya sedikit percaya dan sedikit tidak dengan cerita warga komplek ""
"" Ah? ""
"" Yah yah, aku mohon, demi sahabat kalian yahhh? ""
"" Ah? Baiklah""
"" Ah? Terimakasih terimakasih! ""
"" Iyah Iyah ""
"" Nanti jam 9 malam aku tunggu kalian di rumah ku""
"" Baiklah""
"" Tapi kami harus meminta izin dulu pada mamah""
"" Kalau mama tidak mengizinkan maka kami tidak akan pergi""
"" Ayolah, kalian pasti di perbolehkan kan""
Sepulang sekolah
"" Tidak, mamah ku tidak menginginkan kami pergi""
““ yang benar kalian? Tidak diizinkan? ””
"" Iyah, mama mengatakan... ""
Flashback on
"" Apa? Kalian mau keluar malam malam? ""
"" I... Iya ma""
"" Mau apa kalian para gadis keluar malam malam? Kalau ada apa apa bagaimana? Nanti malah mama dan papa mu yang repot! ""
"" Tapi mah, cuman sebentar""
"" Benar mah, ini permintaan mia, tolong ya ma""
"" Tidak bisa, mama tidak akan mengizinkan kalian pergi malam malam""
"" Ah? Pah""
Salwa dan Aulia menatap ke arah maycel berharap maycel akan membiarkan mereka pergi
"" Kalau mamah sudah bilang seperti itu ya papah sendiri tidak bisa apa apa""
"" Papah""
"" Maaf yah, papah ke atas dulu""
Sambil beranjak dari kursi
Flashback off
Salwa menepuk kening nya sendiri mengingat hal itu
““ kau tidak bohong kan? ””
"" Kau tau kan aku dan Lia itu bagaimana sikap nya? ""
““ iya, aku tau kalian tidak pernah berbohong, tapi... ””
"" Kenapa? ""
““ sudahlah tidak papa kalau kalian tidak bisa datang””
"" Kau tidak marah pada kami kan mia? ""
““ apa aku pernah marah pada kalian hanya karena keinginan kecil ku tak terkabul? ””
"" Benar juga""
"" Maaf ya mia""
““ tidak papa, mungkin lain kali kalian bisa datang? ””
"" Iya, semoga""
Salwa mengakhiri percakapan nya dengan Mia
"" Kalau saja mamah mengizinkan kita pergi""
"" Benar""
**pbdddd pbddddd**
Ponsel Salwa perbunyi
"" Eum? Siapa ini? Ah? ""
Salwa sangat terkejut karena orang yang mengirim kan dia pesan adalah Rangga
"" Ra... Rangga?! ""
"" Eum? Uhhhh, rangga ni yeee~""
"" Huu, diam lah kauu! ""
**tinggggg**
Ponsel Aulia juga ikut berbunyi
"" Ah? Apa ini mi... Ah?! ""
"" Eum? Ahihihihi, Devan ni yeee~""
"" Huu, kau juga diam sana! ""
"" Kenapa dia mengirim ku pesan? ""
Salwa melihat pesan yang di kirim Rangga pada nya
"" Wa? Apa kau punya waktu? ""
"" Ah? ""
Aulia juga melihat pesan yang di kirim Devan, dan pesan yang dikirim Devan sama dengan yang dikirim Rangga
"" Lia, apa kau bisa pergi malam ini? ""
"" Ah? ""
"" Dia mau apa ya? ""
Ucap Salwa dalam hati nya
"" Apa yang ingin dia lakukan? ""
Ucap Aulia dalam hati nya
Salwa dan Aulia pun membalas pesan nya, mereka menjawab pesan mereka dengan balasan yang sama
"" Tunggu sebentar, aku akan memberitahu mama ku dulu""
"" Baiklah, akan aku tunggu balasan mu lagi""
Rangga dan Devan juga menjawab pesan yang sama
"" Ah? Apa mama akan mengizinkan? ""
Ucap Salwa dan Aulia bersama'an
"" Ah? ""
"" Kau mau kemana? ""
"" Kau sendiri mau kemana? ""
"" Itu, Rangga seperti nya mengajak ku pergi""
"" Apa? Devan juga""
"" Benarkah? ""
"" Iyah""
"" Kalau begini apa mama akan mengizinkan kita pergi? ""
"" Entahlah, ayo kita tanyakan saja""
"" Iya""
Salwa dan Aulia pergi ke bawah menemui mama dan papa nya itu
"" Mah pah""
"" Eum? ""
"" Apa lagi? Masih mau ngeyel pergi juga? ""
"" Bukan mah""
"" Ini... ""
"" Ini apa? ""
"" Anu mah""
"" Itu... ""
"" Kalian ini, bicara yang benar""
"" Itu mah, Rangga seperti nya mengajak ku pergi ke luar ""
"" Ah? ""
"" Devan juga mah""
"" Ah? ""
"" Apa... Mama akan mengizinkan kami pergi? ""
"" Ah? Kalian jujur itu dari Rangga dan Devan? Nanti kalian bohong lagi""
"" Tidak mah, ini pesan nya""
"" Mama lihat saja sendiri""
"" Eum? Baiklah pergi kalian""
"" Ah? Se... Serius mah? ""
"" Iya pergi sanah""
"" Mamah ini""
"" Ah? ""
"" Tidak mengizinkan kami pergi ke rumah mia...""
"" Tapi kenapa mengizinkan kami pergi jika bersama Rangga atau Devan? ""
"" Mereka itu laki laki, jadi kalian bisa ada yang melindungi jika kalian bersama mereka""
"" Lalu untuk apa mamah dan kakek mengajarkan kami bela diri... ""
"" Kalau masih butuh perlindungan dari orang lain""
"" Hei, sekuat apapun kalian tetap tidak akan bisa menyaingi kekuatan laki laki""
"" Huu, tidak adil""
"" Hei, jangan seperti itu""
"" Huu""
Salwa dan Aulia pun kembali ke kamar Salwa
"" Kalau saja ibu mengizinkan kita pergi ke tempat Mia""
"" Benar, tapi Rangga dan Devan... Ah! ""
"" Ah! ""
"" Wa""
"" Lia""
"" Kau memikirkan hal yang sama dengan ku? ""
"" Iyah""
"" Kalau begitu ayo""
"" Baiklah""
Sebenar nya Salwa dan Aulia mempunyai sebuah rencana agar bisa pergi ke rumah Mia, mereka berencana akan pergi bersama Rangga dan Devan agar bisa pergi ke tempat Mia tanpa sepengetahuan seya
"" Baiklah, ayo""
"" Emm, tapi kita kirim pesan dulu pada Rangga dan Devan""
"" Baiklah, ayo""
"" Emm""
Akhirnya Salwa dan Aulia mengirim kan pesan kepada Rangga dan Devan
"" Ga, aku bisa pergi dengan mu""
Pesan yang akan di kirim Salwa kepada Rangga
"" Van, aku bisa pergi dengan mu""
Pesan yang akan di kirim Aulia kepada Devan
"" Baiklah kita sudah kirim""
"" Tinggal menunggu jawaban""
"" Emm""
Tidak lama kemudian ponsel mereka berbunyi bersama'an mereka melihat ponsel mereka dan dapat jawaban dari Rangga dan Devan
"" Baiklah, aku akan menjemput mu sekarang""
Jawab rangga
"" Kalau begitu aku akan pergi menjemput mu""
Jawab devan
"" Baiklah, ayo kita bersiap""
"" Baiklah""
Salwa dan Aulia pun pergi untuk bersiap siap, setelah beberapa menit mereka bersiap siap akhirnya mereka selesai bersiap
#kediaman Rangga
"" Aku akan pergi menjemput nya sekarang""
Sa'at Rangga akan turun ke bawah tiba tiba Angga datang mengejutkan Rangga
"" Kaka""
"" Eh? Angga? ""
"" Kaka mau kemana? ""
"" Kaka akan pergi dengan seseorang ""
"" Eum? Apa itu... Ka Salwa? ""
"" Ah? Benar""
"" Eh? Anak mamah yang tampan ini mau kemana? ""
Tanya sherin yang datang dari arah dapur
"" Ah? Mamah""
"" Kau mau kemana? ""
"" Aku akan menemui... ""
"" Ka Salwa mah ""
Ucap Angga menyela Rangga
"" Ah? Emmm, kau mau apa pergi dengan nya? ""
"" Hanya ingin bertemu mah, tidak ada yang lain""
"" Benarkah? ""
"" Iya mah, sudahlah aku akan pergi sekarang"
#kediaman Devan
"" Tok.. Tok.. Tok.. "" Suara ketukan pintu
"" Iyah, masuk""
Ucap Devan dari dalam kamar
"" Van, eh? Kau mau kemana? ""
"" Aku mau pergi""
"" Kemana? ""
"" Entahlah""
"" Eh? Katanya mau pergi tapi kenapa entahlah? ""
"" Aku hanya ingin menemui seseorang mah""
"" Siapa? ""
"" Sudah lah mah, mamah tidak perlu tau""
"" Hei, kau ini mulai menyembunyikan sesuatu dari mamah mu ini? ""
"" Tapi ini urusan ku mah""
"" Baiklah baik""
"" Kalau begitu aku pergi sekarang""
"" Baiklah, hati hati""
"" Iyah""
"" Anak anak zaman sekarang""
Sambil menyilang kan tangan nya
Rangga dan Devan pun akhirnya pergi untuk menjemput Salwa dan Aulia, sa'at Rangga akan mengeluarkan mobil nya dia melihat mobil Devan lebih dulu keluar dari rumah nya
"" Devan, mau kemana dia? ""
Rangga akhirnya pergi dari sana
Rangga mengikuti mobil Devan dari belakang, Devan yang menyadari kalau dia di ikuti oleh mobil Rangga dia pun mempercepat laju mobil nya
"" Eum? Apa dia berpikir kalau aku mengikutinya ya? ""
Mereka berdua pun sampai di rumah Salwa dan Aulia, Rangga dan Devan berhenti di depan rumah, karena melihat mobil Rangga juga berhenti di belakang nya Devan pun keluar dari mobil nya menghampiri mobil Rangga, Rangga pun ikut keluar dari mobil nya
"" Kenapa kau kemari? ""
"" Aku yang seharusnya bertanya pada mu, kenapa kau ada di sini? ""
"" Aku punya janji dengan Aulia, kau sendiri? Apa yang kau lakukan di sini? ""
"" Aku juga punya janji dengan Salwa""
"" Apa? ""
"" Kalian sudah datang ya? ""
Ucap Salwa dan Aulia yang datang tiba tiba dari dalam rumah nya
"" Ah? ""
"" Eum? ""
Rangga dan Devan terpukau melihat kecantikan Salwa dan Aulia, tapi Rangga malah memuji kecantikan Aulia sedangkan Devan malah memuji ke cantikan Salwa
""Salwa... Dia cantik sekali""
""Aulia... Dia sangat cantik""
Melihat ekspresi kedua pria itu sa'at melihat mereka, membuat mereka berpikir kalau ada yang salah dengan pakaian mereka
"" Ah? ""
"" Apa... ""
"" Ada yang salah dengan pakaian kita? ""
"" Tidak, tidak salah""
"" Lalu kenapa mereka melihat kita seperti itu? ""
"" Eum? Apa... Ada yang salah dengan kami? ""
"" Benar""
"' ah? Ti... Tidak, tidak ada yang salah dengan kalian""
"" La... Lalu kenapa melihat kami seperti itu? ""
"" Ti... Tidak, ka... Kalian""
"" Sangat cantik... ""
"" Be.. Benar, ka... Kalian sangat cantik""
"" A... O... Ouh""
"" Ba... Baiklah, ka... Kalau begitu ayo... Kita pergi""
"" Baiklah""
"" Ayo masuk Lia""
Ucap Rangga
"" Ayo masuk wa""
Ucap Devan yang Hampir bersama'an dengan Rangga
"" Ah? ""
"" Eh? ""
"" Tunggu dulu, bukan nya kau kemari untuk menjemput Aulia? ""
"" Kau sendiri? Bukan nya kau kemari untuk menjemput Salwa? ""
"" Ah? Jadi... Aku bersama siapa?
"" Aku juga... Aku dengan siapa? ""
"" Ah? Aulia, kau dengan ku""
Ucap Devan
"" Salwa kau bersamaku""
"" Baiklah ""
"" Baik""
Salwa masuk ke dalam mobil Rangga dan Aulia masuk ke dalam mobil Devan
"" Kita mau kemana? ""
Tanya Rangga pada Salwa
"" Jalan saja, nanti ku beri tau""
"" Baiklah""
Devan juga menanyakan hal yang sama kepada Aulia
"" Ikuti Rangga saja""
"" Apa? ""
"" Tujuan ku dan Salwa sama, aku yakin Rangga akan bertanya pada Salwa mau pergi ke mana, jadi ikuti saja""
"" Baiklah""
""Kemana Salwa akan pergi? Sampai sampai tujuan mereka sama""
"" Kita mau kemana wa? ""
"" Aku sudah bilang jalan saja""
"" Kemana kau mau pergi sampai sampai aku tidak boleh tau? ""
"" Eh! Aku akan pergi ke rumah mia""
"" Apa? Mia? ""
"" Iya, kau keberatan? Kalau begitu turunkan aku di sini, ayo berhenti! ""
"" Aku kan hanya bertanya, kenapa kau jadi marah? ""
"" Terserah! ""
""Dia marah kenapa? ""
Sedangkan di mobil Devan dan Aulia di sana tidak ada yang bicara sama sekali, sampai akhirnya mereka sampai di rumah mia
"" Kita sudah sampai"" Ucap Rangga
"" Aku tau"" Jawab Salwa dengan nada cukup marah
"" Hei, kenapa kau marah? "" Tanya Rangga yang heran melihat Salwa yang tiba tiba marah pada nya
"" Tidak, aku tidak marah pada mu! "" Sambil membuka pintu mobil
Yang juga diikuti Aulia yang keluar dari mobil Devan
Rangga dan Devan pun ikut turun
""Kenapa dia marah padaku? Apa salah ku? ""
"" Mia! "" Teriak Salwa dari luar
"" Iyahhhhh, sebenar "" Teriak Mia dari dalam rumah
"" Iyah? ""
"" Mia""
"" Eh? Kalian? Bagaimana kau bisa datang kemari? Bukan nya kalian itu di larang keluar oleh bibi seya ya? ""
"" Itu... ""
"" Ah? "" Mia melihat ke arah belakang, dia melihat Rangga dan Devan
"" Eum? Kalian... Datang bersama mereka? ""
Sambil melihat ke arah Rangga dan Devan
"" Ahhh, nanti kami jelaskan! ""
Ucap Aulia sambil mendorong masuk Mia ke dalam rumah
"" Eh? Kenapa ini? ""
"" Ayo masuk""
"" Ah? ""
"" Apa kau berpikir ada yang salah dengan mereka? "" Tanya Rangga pada Devan
"" Entahlah""
""Apa... Karena tadi yah? ""
Di dalam rumah Mia
"" Jadi kalian kabur atau apa datang kemari? ""
"" Kami tidak kabur ""
"" Lalu? Bagaimana cara kalian bisa pergi ke mari? ""
"" Sebenar nya...
Salwa menceritakan semua rencana mereka agar bisa sampai kemari
"" Gila, kalian berani membohongi orang tua kalian? ""
"" Kami tidak berbohong ""
"" Benar, lagi pula kami pergi dengan izin""
"" Tapi dengan alasan yang berbeda""
"" Terserah""
"" Lalu bagaimana? ""
"" Tidak usah, tidak jadi""
"" Serius? ""
"" Iya, lebih baik kalian ajak saja kekasih kalian masing masing ""
"" Apa? Siapa yang kekasih! ""
"" Jangan asal berbicara saja ""
"" Benar, kalau begitu kita pergi saja""
"" Iya, ayo pergi""
"" Semoga kencan nya menyenangkan ""
"" Diam lah, kami bukan nya mau kencan""
"" Baik baik""
Salwa dan Aulia pun kembali ke luar
"" Eum? Sudah selesai? "" Tanya rangga
"" Iya, kami sudah selesai""
"" Setelah dari sini kita kemana? ""
"" Akan aku beri ide yang bagus"" Ucap mia yang datang tiba tiba
"" Ah? ""
"" Hei, mau apa kau keluar? ""
"" Apa tidak boleh? Aku bukanlah sandraan kalian jadi aku bebas lah keluar ke dalam""
"" Bukan itulah maksud ku""
"" Kau bilang, kau punya ide yang bagus, ide apa itu? "" Tanya Rangga kepada mia
"" Kalian bisa pergi ke restoran atau Cafe, kalian juga bisa pergi ke tempat tempat yang romantis""
"" Apa dia mencoba mengejek kita? ""
"" Entahlah, romantis apa yang dia maksud? ""
"" Huuu, kalian pergi saja ketempat yang sudah ke beri tau, ingatlah pilih tempat yang romantis""
"" Hei, diam lah""
"" Baik baik""
"" Apa yang kalian bicarakan? "" Tanya Devan kepada Aulia
"" Kenapa kau ingin tau? ""
"" Hanya ingin tau""
"" Kalau aku tidak mau memberitahu mu bagaimana? ""
"" Ya sudah, ayo masuk""
Setelah Aulia masuk kedalam mobil, Devan terus memperhatikan Salwa yang sedang Berbicara dengan Rangga
""Kenapa aku terus saja melihat nya? Aku benar benar tidak bisa memalingkan pandangan ku dari nya""
Ucap Devan dalam hati nya
Mereka semua masuk ke dalam mobil
"" Kita akan kemana? "" Tanya Rangga pada Salwa
"" Terserah kau mau kemana""
"" Serius? ""
"" Iyah""
"" Kalau cafe? Bagaimana? ""
"" Iyah""
"" Baiklah""
Di mobil devan
"" Kita mau kemana? ""
"" Bagaimana kalau restoran? Aku lapar, apa kau setuju Lia? ""
"" Baiklah jika kau mau pergi ke sana""
"" Kau tidak keberatan? ""
"" Tidak""
"" Baiklah kalau begitu""
Rangga dan Devan memiliki tujuan yang berbeda, sa'at di perempatan jalan, mereka berpisah
"" Ah? Aulia mau pergi ke mana? ""
"" Kenapa memang nya? ""
"" Kita berpisah di sini""
"" Maksudnya? ""
"" Devan mengambil jalan yang berbeda dengan kita""
"" Ouh""
"" Hei, apa kau marah pada ku? ""
"" Apa? ""
"" Dari tadi kau terus saja berbicara dengan nada yang marah dan terus saja mengabaikan ku, apa kau marah pada ku? ""
"" Siapa yang bilang aku marah pada mu? ""
"" Mungkin tidak ada yang mengatakan nya tapi sikap mu yang mengatakan nya""
"" APa maksud mu? ""
"" Kenapa kau marah pada ku? Apa karena tadi aku menyuruh Aulia masuk ke dalam mobil ku?""
Salwa terdiam mendengar pertanyaan Rangga
"" Kenapa diam? Apa... Aku benar? ""
"" Berhenti""
"" Apa? ""
"" Aku bilang berhenti""
"" Kenapa? ""
"" Aku bilang berhenti! ""
"" Ah? ""
Dengan terpaksa Rangga memberhentikan mobil nya, sa'at mobil Rangga berhenti Salwa langsung turun dari mobil Rangga
"" Ah? Ke... Kenapa dia turun?! Salwa! ""
Tapi Salwa tidak merespon panggilan Rangga
Rangga pun mengikuti Salwa turun dari mobil dan berlari mengejar Salwa
"" Wa, berhenti wa berhenti! ""
"" Kenapa mengikuti ku? Pergi saja! ""
"" Kau ini kenapa? Wa berhenti wa! ""
"" Pergi jangan ikuti aku! ""
"" Wa, awa berhenti wa! ""
Rangga menarik tangan Salwa
"" Lepaskan aku! ""
"" Ada apa dengan mu? Kenapa kau marah? ""
"" Lepaskan aku! ""
"" Baiklah baik, aku minta maaf! Kau jangan pergi ayo masuk kembali ke dalam mobil""
"" Aku tidak mau! Lepaskan aku! Jangan menyentuh ku! ""
"" Aku minta maaf aku minta maaf, ayo jangan pergi masuk kembali ke dalam mobil""
"" Aku tidak mau! ""
"" Salwa kau... Tidak memberiku pilihan lain! ""
Tiba tiba Rangga menggendong Salwa masuk ke dalam mobil nya
"" Ga lepaskan aku! Apa yang kau lakukan?! ""
"" Diam! Ini salah mu sendiri! ""
"" Ga lepaskan aku""
"" Emm, sudah duduk di sini dan jangan keluar, atau aku akan melakukan sesuatu yang tak pernah kau bayangkan! ""
"" Ka... Kau mau apa? ""
"" Kau akan tau jika kau terus saja ngeyel ingin keluar""
"" Ah? ""
"" Ehmm"" Rangga tersenyum kepada Salwa
"" Rangga! Cepat lepaskan aku! ""
"" Tidak akan""
"" Rang... Ahh! Sudahlah! ""
"" Diam, ayo kita pergi ke Cafe""
"" Ehh! ""
"" Kenapa lagi? ""
"" Hmph! ""
"" Bagus, diam lah""
"" Kau sangat menyebalkan! ""
"" Benarkah? ""
"" Rangga! ""
Di mobil Devan
"" Kau diam saja dari tadi? Tidak mau bicara kah? ""
"" Lalu kenapa memang nya? Aku tidak mood untuk berbicara""
"" Begitu ya, tapi... Apakah kau marah? ""
"" Marah? Kenapa aku harus marah? ""
"" Karena tadi""
"" Tadi? Tadi yang mana? ""
"" Sa'at aku salah mengatakan kalau Salwa yang masuk ke dalam mobil ku""
"" Untuk apa aku marah? ""
"" Aku pikir kau akan marah""
"" Kenapa aku harus marah, Salwa sangat cantik pantas kau mau mengajak nya pergi ke mobil mu""
"" Benar, dia memang sangat cantik""
aulia terdiam mendengar perkataan Devan
"" Kenapa diam? ""
"" Tidak""
"" Baiklah kalau begitu ""
""Apakah... Devan menyukai salwa? Tapi Rangga bukan nya dia juga menyukai Salwa? Heh! Dia beruntung sekali! ""
Pikir Aulia di dalam hati nya
""Apa Rangga menyukai Aulia? ""
Pikir Salwa di dalam hati nya
#sesampai nya Salwa dan Rangga di Cafe
"" Ayo turun"" Ucap Rangga sambil membuka pintu mobil untuk Salwa, tapi Salwa tidak mau turun
"" Tidak mau turun kah? ""
"" Tidak mau! ""
"" Haaa, cepat turun atau kau mau aku menggendong mu turun lagi? "" Bisik Rangga di telinga Salwa
Salwa yang mendengar itu terkejut dan terpaksa turun dari mobil
"" Bagus, ayo mas... Eh? ""
Belum selesai Rangga berbicara Salwa langsung masuk ke dalam Cafe
"" Belum juga selesai berbicara sudah main masuk saja, aku tidak mengerti dengan perempuan ""
Sambil berjalan masuk kedalam Cafe
Di dalam Cafe
"" Mau pesan apa? ""
"" Hanya ingin minum""
"" Minuman? Apa hanya minuman? ""
"" Iyah""
"" Lalu minuman apa? ""
"" Jus... ""
"" Tolong pesan 2 jus alpukat ""
"" Ah? ""
"" Kau mau pesan itu kan? ""
"" Ya, tidak juga tapi ya sudah kalau sudah di pesan""
"" Bukan nya kau menyukai alpukat? ""
"" Emm""
"" Aku masih ingat bagaimana cara mu menyembunyikan alpukat itu karena tidak mau ada yang meminta nya dari mu sa'at kau kecil""
"" A... Apa? ""
"" Heh! ""
Flashback on
Waktu usia Salwa 4tahun
"" Mah, awa mau alpukat""
"" Ah? Ouhhhh anak mamah yang cantik ini mau alpukat yah? ""
"" Iya mah""
"" Nanti mamah beliin untuk awa ya""
"" Aku mau nya sekarang""
"" Ya udah kalau gitu, sebentar ya biiii""
"" Iya nyonya""
"" Tolong belikan alpukat di pasar ya bi""
"" Yang seger seger nyonya? ""
"" Bukan, yang busuk busuk! Ya jelas yang seger seger lah bi""
"" Eh? Ma... Maaf nyonya kalau begitu saja belikan sekarang""
"" Cepat ya bi""
"" Iya nona cantik""
Beberapa menit kemudian
"" Ini dia nyonya""
"" Terimakasih ya bi""
"" Sama sama nyonya kalau begitu saya permisi ke belakang dulu""
"" Iya, Salwa ini alpukat nya sayang""
"" Mana?? ""
"" Ini dia""
"" Ye ye, alpukat alpukat""
Salwa langsung menyambar kantung plastik berisi beberapa alpukat
"" Senang banget ""
"" Tentu""
"" Baiklah, berikan itu mamah akan kupas kan kulit nya""
"" Tidak, aku makan seperti ini saja""
"" Apa awa bisa? ""
"" Bisa""
Salwa berlari ke arah dapur ingin membelah alpukat itu menjadi 2bagian
"" Anak itu""
"" Nyonya""
"" Ah? Iya bi""
"" Nyonya sherin dan tuan muda Rangga datang""
"" Benarkah? Persilahkan mereka masuk""
"" Baik nyonya""
"" Seya""
"" Ah? Ka susan heiii, si tampan Rangga apa kabar? ""
"" Kabar ku baik bi""
"" Bagus kalau begitu ""
"" Di mana keponakan ku? "" Tanya Susan sambil melihat sekeliling ruangan itu
"" Salwa dia pergi ke dapur, sedangkan Aulia dia tidur""
"" Begitu yah, tapi mau apa Salwa pergi ke dapur? ""
"" Entahlah""
Sa'at sudah keluar dari dapur Salwa melihat susan dan Rangga, dia jadi berpikir kalau mereka pasti akan meminta alpukat nya
"" Ah? Bibi susan dan ka Rangga? Kenapa mereka ada di sini? Ah? Alpukat ku, aku takut mereka meminta nya, aku akan menyembunyikan nya""
Ucap Salwa sambil berlari ke atas pergi ke kamar, dia berlari perlahan agar tidak di ketahui oleh seya dan susan, Tapi tanpa sadar Rangga ternyata menyadari kalau Salwa pergi dari sini
"" Baiklah, jika aku menaruh nya di sini pasti akan lebih aman""
"" Kenapa keponakan ku belum keluar juga? ""
"" Mama, bibi! ""
Teriak Salwa dari atas
"" Ah, keponakan ku akhirnya muncul juga""
"" Salwa, kenapa kau dari atas? ""
"" Hihihihihi""
Salwa tersenyum lebar kepada seya
"" Ah? Ouh iya ngomong ngomong di mana alpukat yang kau bawa tadi? Ayo bagi sama bibi dan juga ka rangga""
"" Aku sudah menghabiskan semua nya mah""
"" Ap... Apa? Kau sudah mengabiskan semua nya? ""
"" Lalu apa kau memakan nya di kamar mu? ""
Tanya Rangga yang membuat Salwa jadi khawatir kalau buah Alpukat nya itu akan mereka minta
"" Apa? Di kamar nya? ""
"" Karena tadi aku melihat nya berjalan ke atas sambil membawa kantung plastik menuju kamar nya""
"" Apa? Salwa! ""
"" Tidak mama""
"" Ayo kita cek kamar mu""
Ucap seya sambil berjalan menuju arah tangga yang juga di ikuti susan dan Rangga
Setelah sampai di kamar Salwa
"" Baiklah di mana kau sembunyikan? ""
"" Aku tidak menyembunyikan nya ma""
"" Kenapa kau menanyakan itu pada Salwa? ""
"" Karena dia pasti akan menyembunyikan barang barang atau makanan yang tidak mau dia bagi di kamar nya""
"" Ya ampun, tidak ku sangka keponakan ku ini punya kebiasaan jelek yah""
"" Ayo cari""
"" Mah, apa di sini? ""
Sambil menunjuk sebuah bantal
"" Apa? Bantal? ""
"" Iya, tercium bau alpukat dari sini""
"" Benar""
"" Ah? Coba kau buka""
"" Baiklah""
Sa'at seya membuka bantal itu dia sangat terkejut karena melihat di bawah bantal itu ada 3 buah alpukat yang sudah di kupas, seya melohok
Melihat kelakuan putra nya itu
"" Sal... Salwa, kenapa kau menyimpan alpukat ini di bawah bantal sayang? ""
"" Karena aku tidak mau membagi alpukat ku dengan siapapun! ""
"" Ya ampun, apa harus di bawah bantal? ""
"" Tidak punya tempat lain"" Dia membesarkan pipi bagian kana nya
"" Hah? Dasar kau ini, entah turun dari siapa sifat mu ini? ""
"" Yang aku tau putri sulung itu akan memiliki sifat seperti ibu nya! ""
"" Ap... Apa? ""
"" Ahahahaha, dengarlah apa yang di katakan putri mu""
Flashback off
Rangga selalu tersenyum setiap kali mengingat kejadian itu
"" Ka... Kau masih ingat?! ""
"" Tentu saja, tidak akan aku lupakan? ""
"" Apa? ""
"" Dasar penggila alpukat""
"" Huu, tidak peduli aku! "" Sambil menyilang kan tangan nya di dada
"" Kenapa kau begitu menyukai alpukat? ""
"" Apa tidak boleh? ""
"" Hanya bertanya ""
"" Huuu""
"" Lia? ""
"" Ah? ""
""Ke... Kenapa dia menyebutku... Lia? ""
Dalam hati Salwa
"" Ah? Ma... Maaf maksudku awa""
"" Tidak, tidak masalah""
"" Maaf, aku salah menyebutkan nama kalian""
"" Ti... Tidak masalah""
""Kenapa dia memanggilku Lia? Apa... Dia benar benar sudah menyukai Lia? ""
"" Maaf kan aku""
"" Sudah ku bilang tidak papa""
"" Ah? ""
Tidak lama pesanan mereka pun sampai
"" Ini dia pesanan nya tuan nona""
"" Terimakasih ""
"" Sama sama, apa ada yang bisa saya bantu lagi? ""
"" Tidak tidak ada""
"" Baiklah, saya permisi""
"" Iya""
"" Emmm, manis sekali"" Ucap Salwa yang sudah meminum jus alpukat itu
"" Benar, ini sangat manis. Eum? ""
""Kuharap dia tidak marah""
Rangga terus melihat ke arah Salwa yang terus menerus meminum jus alpukat itu
""Syukur lah, seperti nya dia tidak marah""
Salwa yang sadar terus di perhatian oleh Rangga melihat ke arah nya
"" Eum? Ah, kenapa melihat ku seperti itu? ""
"" Tidak""
"" Lalu kenapa kau terus melihat ku? ""
"" Tidak ada""
"" Ah? ""
Salwa merasa aneh dengan sikap Rangga yang terus saja menatap nya, tapi Salwa mencoba untuk tidak memperdulikan Sikap Rangga
""Dari tadi pagi dia terus saja melihat ku, kenapa dia ini? ""
"" Kenapa? ""
"" Aku bingung, kenapa kau terus saja melihat ku? ""
"" Tidak ada hanya saja... Ah? ""
Tiba tiba Rangga melihat bayangan Aulia di samping Salwa
""A... Aulia? Tunggu dulu, dia kan Salwa? ""
"" Ah? ""
Rangga menggosok kedua mata nya dan kembali melihat Salwa, sa'at dia melihat Salwa kembali dia hanya melihat Salwa, dan bayangan Aulia menghilang
""A... Apa yang terjadi...? ""
"" Eum? Kenapa? Kau baik baik saja? ""
"" Ah? I... Iya aku baik baik saja""
"" Ouh""
""Kenapa dengan ku? Kenapa aku melihat bayangan Aulia tadi? Apa yang terjadi? ""
"" Ada apa? ""
"" Tidak, tidak ada apa apa""
"" Ouh""
"" Ngomong ngomong Lia pergi ke mana bersama Devan? Jadi penasaran""
Dalam hati Salwa
Sedangkan Aulia dan Devan pergi ke sebuah Restoran
"" Kau makan banyak sekali""
Ucap Aulia ke pada Devan
"" Aku lapar, aku masih belum makan malam""
"" Gaya makan nya biasa biasa saja""
"" Maaf maaf, nama nya juga kelaparan""
"" Dasar pria ""
Ucap Aulia dalam hati
"" Apa kau mau tambah lagi? "" Tanya Devan pada Aulia kerena dia melihat piring makanan Aulia sudah habis dan dia hanya minum minuman nya saja
"" Tidak, aku sudah kenyang""
"" Begitu ya""
"" Ya begitulah ""
"" Aku heran dengan mu""
"" Apa? ""
"" Kau itu sangat kurus, dan jika makan hanya makan sedikit, apa kau tidak merasa lapar lagi setelah beberapa menit makan? ""
"" Tidak""
"" Sungguh? ""
"' iyah""
"" Hebat""
"" Dan yang membuat ku tidak mengerti kau itu makan sangat banyak walaupun teratur, lalu kenapa kau bisa punya tubuh yang bagus? ""
Pikir Aulia dalam hati nya walaupun dia sendiri tidak sadar dengan apa yang dia pikir kan
"" Lia""
"" Eum? ""
"" Apa besok kau akan sekolah? ""
"" Iyah, aku akan sekolah""
"" Ouh""
"" Kenapa memang nya? ""
"" Tidak""
"" Ah? ""
"" Lalu Salwa bagaimana? ""
"" Ah? ""
"" Kenapa dia tiba tiba menanyakan Salwa? ""
Dalam hati Aulia
"" Kenapa diam? ""
"" Ah? Dia akan pergi, kau tau kan Salwa tidak pernah absen""
"" Benar, bagus kalau begitu""
"" Ah? Ada... Apa dengan Devan? ""
Dalam hati Aulia
"" Satu hal lagi""
"" Ah? ""
"" Kau jangan dulu berpikir yang bukan bukan""
"" Apa? ""
"" Aku hanya menanyakan nya saja tidak ada maksud lain, dan hanya punya urusan dengan nya""
"" Ah? Kenapa aku harus berpikir hal yang bukan bukan tentang kalian? ""
"" Terlihat dari Wajah mu, tapi ya syukur lah kalau memang tidak""
"" Ah? ""
"" Dia semakin aneh""
Dalam hati Aulia
"" Hei""
"" Eum? ""
"" Tidak jadi""
"" Apa? ""
"" Jika aku menanyakan nya aku takut kau akan marah""
"" Hah? ""
"" Tidak ada, ayo lanjut makan""
"" Punya ku sudah habis""
"" Ouh iya ya, aku lupa""
"" Apa kau mau tambah lagi? ""
"" Tidak""
"" Sudah tidak lapar lagi? ""
"" Tidak""
"" Ya sudah ayo pergi dari sini""
"" Apa? Pergi? ""
"" Kata nya tidak mau tambah lagi? Kalau tidak mau tambah lagi kita pulang""
"" Baiklah""
Devan dan Aulia pun pergi dari Restoran dan langsung pulang
"" Tidak mau ketempat lain lagi kah? ""
"" Tidak, langsung pulang saja""
"" Baiklah""
#Sesampainya di rumah Aulia
"" Kita sampai""
"" Baiklah, terimakasih Van""
"" Sama sama Lia""
"" Aku masuk dulu""
"" Ya, hati hati""
"" Emm""
Aulia langsung masuk ke dalam rumah nya
"" Padahal aku pergi dengan Aulia, tapi kenapa rasanya aku tidak bahagia ya? ""
"" Salwa... ""
"" Ah? Sudahlah, lebih baik aku pulang dulu""
Devan melajukan mobil nya pergi dari sana
"" Emm, haaa aku pulang""
Sa'at Aulia baru saja membuka pintu dia sangat terkejut karena dia sudah melihat seya di depan pintu, dia sangat terkejut sampai sampai berteriak sangat kencangg
"" Ahhhhhhhhhhhhhh! ""
"" Aisss, kenapa teriak? ""
"" Mamah? Kenapa mama tiba tiba berdiri di depan pintu? Mengagetkan orang saja""
"" Eum? Mana kaka mu? ""
"" Mana ku tau, tujuan kami itu berbeda""
"" Apa saja yang kau lakukan dengan Devan? ""
"" Hanya pertemuan biasa, tidak ada yang luar biasa ma""
"" Benarkah? ""
"" Terserah mamah, aku capek mau ganti baju istirahat lalu tidur dan besok pagi nya sekolah""
"" Baiklah baik, tidur yang nyenyak putri kecil ku""
"" Iya iya""
Tidak lama setelah Aulia Salwa pun datang
"" Ah? Putri pertama mamah sudah pulang yah? Selamat malam Rangga""
"" Selamat malam bibi""
"" Bagaimana? ""
"" Bagaimana apa nya? ""
"" Kencan nya sukses? ""
"" Mamah, siapa yang kencan? ""
"" Baik baik, lalu bagaimana pertemuan nya? ""
"" Biasa biasa saja""
"" Begitu Kah? ""
"" Bibi""
"" Ah? ""
"" Rangga permisi dulu, jika pulang terlamat nanti mamah memarahi ku""
"" Benar, jangan sampai Mamah Sherin-mu itu marah""
"" Iyah, permisi bi""
"" Iya, hati hati ya""
"" Iya bi""
"" Anak anak zaman sekarang memang terlalu sembunyi sembunyi ""
Ucap seya sambil berjalan masuk ke dalam rumah
"" Mah, di mana Aulia? ""
"" Dia bilang dia ingin istirahat, palingan juga sedang tidur""
"" Lalu papah kemana? ""
"" Papa-mu tadi pergi buru buru ke kantor nya, dia bilang ada urusan yang sangat penting""
"" Begitu ya""
"" Kalau begitu sekarang kau istirahat, sanah pergi""
"" Baiklah mah""
Salwa pun pergi ke atas ke kemar nya
"" Tingkah Rangga sangat aneh""
Ucap Salwa dalam hati nya
Ke'esokan hari nya
"" Pagiiiii""
Ucap Aulia sa'at baru datang pada Mamah dan papah nya itu
"' pagi, kau sudah bangun, lalu Salwa mana? ""
"" Mana ku tau""
"" Pagi mah pah""
"" Ahh, pagi""
"" Salwa""
"" Eum? ""
"" Kemana kau pergi dengan Rangga? ""
"" Aku juga bisa menanyakan hal yang sama dengan mu""
"" Kalau kami, kami pergi ke restoran ""
"" Aku hanya pergi ke Cafe saja""
"" Begitu yah""
"" Kenapa memang nya? ""
"" Hanya ingin tau saja""
"" Ouh""
"" Ayo sarapan dulu""
"" Baiklah""
Ucap Salwa dan Aulia bersama'an
"" Papah di mana? ""
"" Masih tidur ""
"" Ah? Apa papah tidak akan pergi ke kantor? ""
"" Dia sudah kekantor lagi ke marin malam, mungkin dia sangat lelah kemarin malam juga pulang nya dia sangat larut""
"" Begitu yah""
"" Iyah""
"" Emmm""
"" Cepat sarapan nya""
"" Mah""
"" Eum? ""
"" Apa... Aku boleh membawa mobil pribadi ku lagi? ""
"" Ah? ""
"" Aku juga mah""
"" Kalian mau membawa mobil sendiri? ""
"" Iyah mah""
"" Ah? Baiklah, tapi hati hati yah""
"" Iya mah""
"" Kalau begitu cepat sarapan ""
"" Baik""
Setelah makan
"" Kami berangkat mah""
"" Baiklah""
"" Ayo nona, mobil anda sudah siap""
"" Maaf pa, kami akan membawa mobil kami sendiri""
"" Ah? Begitu ya non""
"" Iya pa, maaf yah""
"" Tidak papa nona, kalau begitu aku akan menyiapkan mobil anda""
"" Baiklah nona, tunggu sebentar ya""
"" Iya, terimakasih pa""
"" Sama sama Nona""
"" Sudah lama rasanya tidak bawa mobil ""
"" Benar, aku ingin merasakan lagi membawa mobil""
"" Iyah""
Beberapa sa'at kemudian supir pribadi Salwa dan Aulia datang
"" Nona Awa nona Lia, mobil nya sudah siap"" Ucap ulin dengan sopan
"" Baiklah terimakasih yah pa ulin""
"" Sama sama nona""
"" Baiklah mobil-ku, mari kita pergi""
Ucap Aulia sambil berjalan menuju mobil berwarna abu abu nya
"" Kau dulu jalan""
"" Apa? Kenapa harus aku? Kau saja yang pergi dulu""
"" Dasar kau ini"" Ucap Salwa sambil memajukan mobil berwarna coklat kehitaman nya
"" Dari dulu selalu saja tidak mau mengalah""
Ucap Salwa kesal kepada Aulia
"" Kau tidak akan bisa mengalahkan ku""
Mereka mengendarai mobil mereka bersama, sa'at sampai di sekolah mereka berhenti di tempat parkiran bersama
"" Sampai juga"" Ucap Salwa sambil membuka pintu mobil nya
"" Haaaa, karena lama tidak membawa mobil tangan ku jadi pegal"" Ucap Aulia sambil memijat tangan nya
"" Lia, ayo masuk""
"" Baiklah""
Salwa dan Aulia pun berjalan menuju kelas mereka, sa'at mereka akan masuk ke dalam kelas tiba tiba mereka mendengar Rangga dan Devan memanggil mereka
"" Lia""
"" Awa""
"' ah? Kalian? Ada apa? ""
Sa'at Salwa ingin berbicara pada Rangga tiba tiba Rangga menarik tangan Aulia pergi dari sana
"" Lia aku ingin bicara dengan mu""
"" Eh? Ada apa? ""
Rangga menarik tangan Aulia cukup jauh dari kelas nya
"" Aku... Aku ingin berbicara dengan Devan""
Dalam hati Aulia
"" Ra... Rangga... ""
Dalam hati Salwa
"" Salwa""
"" Ah? ""
"" Aku juga ingin bicara dengan mu""
"" Ah? Ya? ""
Di sisi lain Rangga masih saja menarik narik tangan Aulia dan membuat Aulia tidak bisa lepas dari tangan Rangga
"" Rangga, kau mau membawaku kemana? ""
"" Diam saja""
Rangga membawa Aulia ke belakang gedung sekolah
"" Ah? Kenapa dia membawa ku kemari? Apa yang ingin dia lakukan? ""
Dalam hati Aulia
"" Kau mau apa kemari? ""
"" Lia""
Tiba tiba Rangga berhenti
"" Ah? ""
"" Lia, apa kau bisa... ""
"" Ah? Bisa apa? ""
"" Nanti malam kita bertemu""
"" Ah? Kemana? ""
"" Ayo kita pergi ke bioskop""
"" Mau apa ke bioskop? ""
"" Tentu saja untuk menonton film ""
"" Ah? Film apa? ""
"" Horor, bagaimana? ""
"" Apa? Aku tidak mau horor! ""
"" Baiklah, lalu film apa? ""
"" Apa saja, asalkan jangan horor dan juga... Bucin ""
"" Baiklah baik""
"" Awas saja""
"" Baiklah, jam 8malam aku akan menjemputmu""
"" Kenapa? ""
"" Apa? ""
"" Kenapa kau tidak mengajak Salwa? ""
"" Entahlah... ""
Tiba tiba Rangga berjalan maju mendekati Aulia
"" Ah? Ka... Kau mau apa? ""
"" Kerena... Aku ingin mengajak mu saja"" Bisik Rangga di telinga Aulia
"" Ah? ""
Tanpa mereka sadari para gadis yang ada di sekolah melihat mereka, mereka semua menangis melihat Aulia dan Rangga berbicara berdua
"" Huuuu, aku ingin berbicara berdua dengan Rangga, tapi siapa aku berani melakukan itu hikss.. Hikss.. ""
"" Ya, mau bagaimana lagi? Kita hanya rakyat biasa, mana bisa menandingi seorang tuan muda dan nona muda""
"" Kau benar, huuwaaaaa... Hiksss.. Hiksss.. Rangga""
Itulah yang mereka katakan
"" Su... Sudahlah, aku akan ke dalam kelas""
Ucap Aulia sambil berlari menjauh dari Rangga
"" Haaaa"" Aulia menghela nafas nya
Sa'at dia akan menaiki tangga, dia terkejut melihat segerombolan gadis berdiri di atas tangga sambil menangis menatap Aulia dengan tatapan yang berkaca kaca, tiba tiba salah satu dari mereka berteriak mendekati Aulia dan memeluk kaki Aulia sambil merengek menangis
"" Huwaaaaa... Liaaaa.. Hikss.. Hikss.. ""
"" Eh? Ada... Ada apa ini...? "" Tanya Aulia yang bingung dengan teman kelas sebelah nya
"" Liaaa... Huwaaaaa.. ""
"" Eh? ""
"" Mereka ini kenapa? ""
Dalam hati Aulia
"" Ada apa dengan kalian? ""
"" Huuuuwaaaaa.. Kau beruntung sekali karena bisa berbicara berdua dengan Tuan muda Rangga""
"" Benar sekali huuuuwaaaaaa.. ""
Sahut salah satu teman gadis itu, yang juga tiba tiba menangis
"" Mereka tidak beres, apa aku harus mengangkat mereka satu persatu ke rumah sakit jiwa? ""
Dalam hati Aulia yang semakin bingung dengan tingkah mereka semua
"" Dasar kalian cengeng""
Ucap seorang gadis dari belakang Aulia yang ternyata dia adalah Mia si anak tomboi
"" Ah? Mia""
"" Yo~ selamat pagi kawan""
"" Pagi""
"" Ehmmm, hei kalian pergi sanah, jangan ganggu sahabat ku sanah pergi""
Ucap mia sambil merangkul pundak Aulia
"" Kau anak tomboi tau apa soal cinta huwaaaaa.. ""
"" Eh? ""
"" Hei kau ini berhenti menangis berisik tau""
"" Kalian ini tidak perlu menangis karena hal ini""
"" Kau sangat beruntung ""
Mereka semua pergi dari sana
"" Dasar cengeng ""
"" Kapan kau datang mia? ""
"" Baru saja""
"" Begitu ya""
"" Baiklah, ayo kita kedalam kelas""
"" Yah, ayo ngomong ngomong kemana Salwa? ""
"" Dia pasti sudah ada di salam kelas""
"" Begitu yah""
"" Iya""
"" Baiklah, ayo""
Rangga melihat Aulia dari kejauhan
"" Entah kenapa...? Ini bisa terjadi? Dulu aku sangat mencintai Salwa tapi... Kenapa sekarang seperti nya perasaan ku sudah memudar untuk nya""
Dalam hati Rangga
Dia pergi dari belakang gedung sekolah menuju kelas nya
Setelah sampai di kelas Aulia
"" Ah? Kau sudah selesai berbicara dengan Rangga? ""
"" Kau sendiri? ""
"" Aku sudah selesai""
"" Aku juga, lalu apa yang di katakan Devan pada mu? ""
"" Dia...
Flashback on
"" Awa, apa malam ini kau bisa pergi? ""
"" Pergi? Pergi kemana? ""
"" Ayo kita jalan jalan""
"" Jalan jalan? ""
"" Iyah""
"" Apa? Devan jalan jalan itu seharusnya nya dilakukan pada pagi hari bukan malam malam begitu""
"" Lalu apa beda nya? ""
"" Ah? ""
"" Pokok nya aku akan menjemput mu nanti malam""
"" Tapi kita mau kemana? ""
"" Ketempat apa saja yang penting kau menyukainya""
"" Ah... ? Ba... Baiklah ""
"" Baiklah kalau begitu, aku akan kembali ke dalam kelas""
"" Iya""
Flashback off
"" Ouh, begitu ya""
"" Iya, aku juga masih bingung harus mengajak nya kemana? Haaa pusing sekali padahal dia yang mengajak ku tapi kenapa malah aku yang pusing yah? ""
"" Ya sudah pikirkan saja tempat yang bagus""
"" Lalu? ""
"" Ah? ""
"" Kau mau pergi kemana bersama Rangga? ""
"" Dia mengajakku pergi ke bioskop ""
"" Bioskop? Apa dia mengajak mu menonton film horor? ""
"" Aku tidak mau menonton film horor""
"" Begitu, tapi kau tau kan kalau dia menyukai film horor""
"" Tapi aku tidak mau film horor ""
"" Huuu""
"" Asik sekali kalian bicara berdua, membicarakan kekasih lagi""
Ucap salah satu teman Aulia dan Salwa
"" Eum? Ouhhh selamat pagi ketua kelas""
Sapa Salwa dan Aulia dengan wajah malas
"" Tidak sopan sekali kalian berbicara pada ku! ""
"" Lalu kenapa? Kau akan mengeluarkan kami dari sini? Heh! Coba saja jika kau bisa melakukan nya""
"" Apa katamu! Jangan pikir karena kau adalah putri dari pemilik sekolah ini kau jadi bisa seenaknya! ""
"" Lalu kenapa memang nya? Kami adalah putri dari pemilik sekolah ini, wajar kami seenaknya, tapi ingatlah satu hal kami tidak pernah melakukan apapun yang membuat sekolah ini merugi""
"" Itu benar, sedangkan kau yang hanya ketua kelas dan itu juga hanya dari kelas kami saja berani mengatakan itu? ""
"" Kalian! Akan ku pastikan kalian di keluarkan dari sekolah ini! ""
"" Siapa kau berani melakukan itu? ""
Ucap Rangga yang baru sampai di kelas Aulia dan Salwa, dan tentu kedatangan mereka membuat satu kelas menjadi gaduh
"" Ah? Itu Rangga! ""
"" Benar, bukan nya dia juga salah satu anak dari pemilik sekolah ini? ""
"" Benar""
"" Tu... Tuan muda Rangga, ada... Ada apa kalian datang kesini? ""
Tanya Ketua kelas itu
"" Apa aku tidak boleh datang kemari? Dan kenapa kau berani berani nya ingin mengeluarkan mereka dari sini? Siapa kau berani melakukan itu? Punya hak apa kau tentang sekolah ini? Dan atas dasar apa kau berani melakukan itu? ""
"" A... Aku... ""
"" Benar, mereka punya nama di sini, punya hak di sini, dan punya dasar yang tinggi di sekolah ini, sedangkan kau, apa kau di sini? Selain murid kau tidak punya jabatan apapun""
Ucap Devan yang datang dari belakang tubuh Rangga
"" Ah? ""
"" Kalian ini sedang apa? ""
"" Tidak ada""
"" Hah? ""
"" Hei, kenapa diam? ""
Tanya Aulia
"" Seni bukan nya tadi kau mau mengeluarkan Salwa dan Aulia dari sekolah ini? Ayo lakukan saja jika kau berani""
Ucap Mia
"" A... Aku... Aku... Ini... ""
"" Kenapa? Tidak berani kah? ""
Ucap Aulia sambil mendekat ke arah seni
"" Seperti nya perusahaan ayah mu tak perlu beroperasi lagi""
"" Ah? ""
"" Apa kau lupa? Perusahaan ayah ku adalah bos dari perusahaan ayah mu? ""
"" Ah? ""
"" Jika kau berani menyinggung kami lagi maka kau akan merasakan rasanya hancur berkeping keping! ""
Tatapan tajam Aulia dan Salwa membuat seni tidak bisa berkutik, orang orang melihat mereka pun tidak mampu berbuat apa apa karena takut terkena masalah juga, sedangkan Rangga dan Devan tersenyum melihat Aulia dan Salwa
"" Rangga Devan, apa yang kalian lakukan di depan pintu kelas? ""
Ucap seorang guru perempuan yang mengajarkan kelas Salwa dan Aulia
"" Ah? Bu sarah, kami hanya sedang melihat sebuah pertunjukan kecil bu""
"" Benar bu, kalau begitu kami akan masuk ke dalam bu""
Rangga dan Devan masuk ke dalam kelas
"" Iyah""
Bu sarah pun masuk ke dalam kelas
"" Ayo semua nya duduk, kita akan memulai pelajaran nya""
"" Baik bu""
Pada jam istirahat Salwa Aulia dan Mia hanya diam di kelas membaca buku yang baru mereka bawa dari perpus
"" Aku lapar teman teman, bagaimana kalau kita pergi kantin? ""
"" Jika kau mau ke kantin pergi saja sendiri, aku tidak mau pergi""
"" Kau tidak lapar? ""
"" Tidak juga""
"" Kalau begitu Mia, bagaimana kalau kita pergi saja berdua? ""
"" Lia, kau lapar? ""
"" Iya, aku lapar""
"" Emmm, baiklah kalian pergi saja aku tidak akan pergi""
"" Baiklah""
"" Ok, ayo Li""
"" Ya, ayo""
Aulia dan Mia pergi ke kantin, sepeninggal nya Aulia dan Mia kini hanya ada Salwa saja di dalam kelas, setelah beberapa menit berlalu Aulia dan Mia masih belum sampai di kelas
"" Apa mereka memakan batu? Lama sekali mereka makan? Dan juga jarak kantin dan kelas ini cukup dekat! Dasar mereka tidak bisa buru buru apa! ""
Sa'at Salwa masih sibuk mengomel tiba tiba pintu kelas nya bergerak sendiri
"" Krekkkkk! ""
Suara pintu terbuka perlahan
"" Ah? Lia mia? ""
Tapi tidak ada jawaban
"" Tidak di jawab? Ap... Apa jangan jangan...! ""
Dalam hati Salwa
"" Si... Diapa di sana? ""
Tidak ada jawaban sama sekali
"" Halo? Apa ada yang sedang berusaha menjahili ku? ""
Tidak ada jawaban
"" Ah? ""
Tiba tiba dari belakang Salwa dia mendengar ada seseorang yang mengucapkan nama nya
"" Awa""
Spontan saja Salwa terkejut dan melihat ke arah belakang namun tidak ada orang
"" Salwa""
"" Si... Siapa itu?! ""
Sa'at Salwa melihat ke arah samping dia sangat terkejut karena melihat sosok hitam besar si bayangan guci keramat, karena terkejut dan di balut rasa takut, Salwa pun berteriak
"" Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!! ""
Teriakan Salwa yang begitu kencang mengundang perhatian banyak orang termasuk Aulia dan Mia yang sedang sibuk melahap makana mereka
"" Kenapa Salwa berteriak? ""
"" Entahlah, ayo kita lihat""
"" Baiklah""
Aulia dan Mia pun pergi dari kantin menuju kelas mereka, sa'at sampai di sana mereka sangat terkejut kerena melihat ada banyak orang yang berkerumun di depan pintu kelas mereka