Di malam hari menjelang isya', temanku datang ke rumahku untuk mengajakku ikut pelatihan bela diri di padepokan.
"Za, ayo ke padepokan."ajak temanku
"Oh, tunggu bentar."
Aku pun segera bersiap-siap memakai celana training dan mengeluarkan motor, rencananya aku akan membonceng temanku karena dia menghampiriku dengan sepeda. Sebelum pergi, aku berpamitan pada kedua orang tuaku. Setelah berpamitan, aku dan temanku pergi ke sekolah terlebih dahulu karena kami tidak tau dimana tempat padepokannya, kami akan ke padepokan bersama senior kami. Saat sedang menunggu senior yang tau letak padepokannya adzan isya' berkumandang dan kami pergi ke mushala untuk melaksanakan shalat berjamaah. Setelah selesai shalat kami kembali ke sekolahan dan sepertinya para senior juga sudah datang, kami pun segera menuju ke padepokan, karena tidak tau tempatnya aku mengikuti senior dari belakang. Sesampainya di padepokan kami menunggu yang lain, setelah semua orang datang kami ke masjid di depan padepokan untuk berdoa terlebih dahulu sebelum berangkat ke Pati ayam. Setelah selesai berdoa, kami segera berangkat, ada yang ikut naik mobil kol dan ada yang naik motor, aku salah satunya. Kami pergi ke tempat tujuan kami, kami pergi ke rumah sesepuh terlebih dahulu, kami beristirahat disana. Kami menunggu tengah malam lalu lanjut pergi ke sebuah pegunungan, walaupun agak susah naik dengan motor karena jalannya dan juga karena sudah malam jadi harus ekstra hati-hati. Setelah sampai di tempat tujuan kami menggelar tikar untuk shalat sunah tahajud dan salat taubat. Walaupun tikarnya tidak besar dan banyak yang ikut jadi harus berdempetan, aku ada di belakang jadi tidak terlalu sempit namun karena tempat sujudku tepat di sebuah batu yang tertutup tikar kepalaku agak sakit waktu sujud. Setelah selesai shalat kami makan makanan yang disediakan oleh pelatih dan para senior, lalu kami ganti baju ke baju bela diri, tapi karena aku dan anggota baru yang lain belum punya kami hanya memakai pakaian biasa dan celana panjang. Kenapa kami harus ganti? Kenapa tidak dipakai sejak awal saja baju bela dirinya? begitulah pikirku. Tapi pelatih sebelumnya memberitau kalau baju bela diri jangan di pakai untuk shalat karena....entahlah karena aku tidak terlalu memperhatikan dan tidak mengingat alasannya.
Setelah selesai ganti baju, kami di suruh untuk berbaris dan di beritau apa yang akan kami lakukan.
"Baiklah, hari ini kalian akan melakukan meditasi dan sebelumnya saya akan memberi tahu sesuatu kalau waktu melakukan meditasi, pikiran kalian jangan sampai kosong jadi, bacalah shalawat nabi dan......"beritau pelatih
.
.
.
.
.
.
"......apa kalian mengerti?"
"Ya!"
"Kalau begitu kalian boleh duduk sendirian atau berdua, pilihlah."
Aku yang waktu itu agak takut sendirian jadi aku memilih untuk bersama temanku, setelah memutuskan kami disuruh duduk di tempat yang diberi tau oleh pelatih. Kami pun duduk dan segera melakukan meditasi sesuai yang dikatakan pelatih, yah walau yang lain bisa, aku juga seharusnya juga bisa duduk tenang melakukan meditasi tapi, karena aku sudah tidak tahan untuk buang air pun gagal melakukan meditasi. Aku ingin buang air namun aku tidak bisa buang air sembarangan karena disini ada penunggunya, jika aku asal buang air bisa-bisa di ganggu sama penunggu disana nanti aku. Dan aku pun berusaha menahannya walaupun sudah di ujung tanduk dan aku pun berakhir mengganggu temanku yang sudah fokus meditasi.
"Sust...susst."bisikku sambil menggoyang-goyangkan temanku
"Ada apa sih? Ganggu aja"
"Anterin aku buang air dong."
"Lah, tinggal buang air aja, atau panggil aja pelatih atau senior."
"Ugh, gua takut jir dan pelatih sedang sibuk mengurusi senior yang lain."
"Huh..."
Karena temanku tidak mau aku pun terpaksa menahannya sampai selesai. Dan... akhirnya selesai lalu aku pun menemui pelatih untuk ijin buang air, pelatih menyuruhku untuk buang air di tempat yang diberitahunya dan juga memberitahuku untuk mengucapkan 'permisi' agar tidak di ganggu oleng penghuni disana.
"Fuh....lega..."ucapku yang lega karena sudah buang air
Sebelum turun, semua orang berbicara kali mereka melihat penampakan waktu meditasi dan pelatih memberitahu kalau itu adalah penunggu di sini, aku yang mendengar entah mengapa merasa agak menyesal karena gagal melakukan meditasi. Setelah itu kami pun turun dan segera pulang ke padepokan terlebih dahulu, karena temanku ngantuk dia ikut naik mobil kol sedangkan aku naik motor. Saat di jalan aku berusaha untuk mengikuti mobil kol namun tidak bisa mengikuti kecepatannya karena aku naik motor tua dan aku pun memutuskan untuk menunggu yang masih di belakang dan sedang mengisi bensin pom bensin namun, aku disuruh untuk duluan. Karena tidak ada pilihan lain aku pun tetap jalan dan aku lupa dimana jalan pulangnya, tapi aku masih tetap jalan lurus karena aku tidak mau asal belok lalu tersesat yah walau saat ini aku tersesat sih.
Jalan sepi dan yang lewat hanya kendaraan besar seperti truk dan itupun hanya sedikit lewat, aku yang waktu itu tidak tau jalan pulang berhenti sebentar di tepi jalan dan memberitahu temanku lewat WA kalau aku tersesat. Setelah memberitahu temanku aku melanjutkan perjalanan mencari jalan pulang, aku ketakutan, merinding dan hampir menangis namun aku masih tetap jalan lurus sambil berdoa semoga bisa sampai rumah dan secara kebetulan saat aku sampai di perempatan jalan aku belok ke kiri. Setelah belok aku masih jalan dan saat melewati sebuah kelenteng aku berhenti sebentar karena aku merasa familiar dengan kelenteng yang baru saja aku lewati.
"Hm, tunggu. Kayaknya aku pernah lihat kelenteng itu deh..."
Aku berpikir keras dan akhirnya mengingatnya.
"....benar saja, bukankah jika aku masih lanjut jalan aku sampai di rumah pamanku?"
Aku yang akhirnya ingat segera putar balik dan pergi ke belokan yang lain dan aku sampai di jalan yang mengarah ke rumah nenekku yang searah dengan rumahku. Aku berhenti sebentar untuk memberitahu temanku kalau aku hampir sampai di rumahku dan menyuruh temanku untuk di antar oleh senior yang ada disana karena aku langsung pulang. Aku segera pulang, sesampainya di rumah aku bernafas lega karena bisa sampai dirumah dan temanku juga sudah sampai di rumahku. Setelah itu kami masuk ke rumahku lalu tidur karena lelah.
Yah, itu adalah sebuah pengalaman yang membuatku hampir trauma untuk keluar malam sedirian saat berpergian jauh, apalagi waktu itu tersesat di jam 3 pagi sampai subuh.
Dah selesai....