Kembang api berterbangan lalu meletus membuat suasana malam yang sangat meriah di kerajaan night shade.
Hari ini semua penduduk kerajaan Night shade sangat senang dan berbahagia. Bagaimana tidak, karena kerajaan yang mereka cintai akhirnya memiliki pemimpin selanjutnya dan yang sangat membuat mereka senang adalah karena anak dari Raja dan Ratu itu kembar.
Raja pun tidak tanggung-tanggung untuk menyelenggarakan pesta yang besar dengan mengundang kerajaan besar lainnya. Ahli sihir dan ahli berpedang pun di minta Raja untuk ikut berpartisipasi memeriahkan pesta itu dengan bakat mereka.
Beberapa jam pun berlalu, dan pestanya pun usai di tengah malam ini.
Karena kelelahan Raja dan Ratu pun berniat untuk langsung tidur. Dan tentunya sang pangeran kecil yaitu Luis dan sang putri kecil Hera tidur di kamar sang Raja tetapi di sebuah tempat tidur kecil untuk bayi.
Itu bukanlah hal yang bagus karena membiarkan anak mereka tidur tanpa penjagaan dan hanya dengan sihir penghalang saja. Meskipun dekat, itu sangat berbahaya karena ada beberapa orang diluar sana yang pastinya tidak senang akan kelahiran nya itu.
Benar saja, ada seorang yang masuk melalui jendela kamar sang Raja. Dengan sangat hati-hati, dia mendekati tempat tidur kedua bayi itu. Tapi tidak disengaja dia terpeleset dan membangunkan sang Raja dan Ratu.
Karena kaget pun, si orang itu langsung mengambil salah satu dari anak raja dan buru-buru menerobos melalui jendela.
Dengan suasana panik, sang Raja langsung memerintahkan kepada semua prajurit di istana itu untuk mencari orang itu dan anaknya.
Disisi lain sang Ratu menangis dan memeluk anaknya satu lagi.
Karena misi orang itu adalah untuk menyingkirkan sang pangeran. Akan tetapi, yang dibawanya adalah sang putri. Tanpa pikir panjang dan tanpa melihat apakah itu sang pangeran atau sang putri, orang itu langsung meletakkan nya di bawah pohon yang sangat besar jauh di dalam hutan.
Sang Raja dan sang Ratu pun hanya bisa mengikhlaskan anak mereka sampai 17 tahun pun berlalu.
"Ibu kemana saja baru pulang?" Seorang perempuan cantik yang bertanya kepada naga.
Naga itu hanya mengeluarkan suara kecil. Dan aneh nya perempuan itu atau bisa disebut anaknya mengerti dan bilang oh, oh.
Sang naga pun melihat sebuah gambar dan bertanya kepada perempuan itu.
"Aku harap bisa kesana!" Perempuan itu seperti menjawab pertanyaan naga "Apakah yang kamu lakukan dengan menggambar kerajaan?"
Sang naga itu pergi ke kerajaan itu yang dimana itu adalah kerajaan Night shade. Naga itu pergi saat tengah malam karena dia bisa menjadi kecil dan besar, dia pun mudah untuk mengelilingi kerajaan itu.
Sang naga pun menemukan tembok dengan gambar Raja, Ratu, Pangeran Luis yang masih kecil, dan juga Putri Hera dimana putri itu sangat mirip dengan anak perempuan yang dia pungut 17 tahun lalu.
Segera sang Naga pun pulang dan langsung menemui anaknya. Karena dia tidak mau kalau anaknya atau putri Hera tinggal di hutan terus, dia pun langsung memberi tahu putri Hera tentang asal-usul nya dan segera pergi menuju Kerajaan.
Semua orang terkaget waktu itu, karena melihat seekor naga yang dimana hewan itu telah punah.
Sang Raja, Ratu, dan juga pangeran Luis pun keluar melihat dari balkon setelah mendengar keributan itu.
Sang naga pun mendarat di balkon kerajaan dan setelah itu mereka saling bertatapan dan akhirnya mereka memeluk satu sama lain karena tahu kalau mereka berkeluarga.
Tapi kejadian yang membuat keadaan hening pun terjadi, Ksatria kerajaan membunuh sang naga dan itu diperintahkan sang raja.
Putri langsung mundur, mundur dan terdiam.
setelah melihat pasukan kerajaan yang membunuh Naga itu, tiba-tiba putri Hera berubah menjadi manusia dengan sisik, sayap dan tanduk naga berwarna merah.
Putri Hera pun terbang dan menembakkan beberapa sihir api di kerajaan itu.
"Aku pasti akan membalas dendam!"
Putri Hera pun pergi kembali ke hutan karena dia yakin kalau dia belum cukup kuat untuk membalas dendam sang naga.
Disisi lain sang pangeran terdiam karena dia kehilangan kakaknya lagi dan bersumpah akan menyelamatkan kakaknya.
Setelah beberapa tahun pun berlalu dan Putri Hera pun kembali untuk membalas dendam.
Dia berhasil membunuh sang Raja yang dimana itu ayahnya.
"Kak!" Pangeran Luis pun meraih tangan putri Hera. "Tolong kembali lah! Tidak apa kok, orang yang sangat kakak benci telah mati."
Tiba-tiba sisik, sayap dan tanduk naga mulai menghilang. Tapi.. boong sisik, sayap dan tanduk naga kembali lagi matanya mulai merah dan langsung meninggalkan kerajaan itu.