Aku berjalan menelusuri hutan yang sangat luas entah dimana jalan keluarnya aku pun tidak tau, mungkin aku sudah buta akan arah padahal hari masih begitu terang dan indah saat matahari bersinar terang tanpa mengenal lelah yang sudah setia miliaran tahun bersinar untuk bikin namun aku, baru satu jam keliling hutan masih saja di posisi sama karena aku takut salah jalan.
Sungguh hutan ini sedikit menakutkan karena banyak sekali semak-semak belukar dimana.
Aku masih diam tidak melanjutkan langkahku padahal didepan mataku jelas-jelas sudah ada jalan namun sayangnya aku tidak tau jalan yang mana harus aku lewati.
Aku menyesali tidak mendengarkan ucapannya ayahanda.
~Sebelum tersesat~
“ Adelina... Ayah tau kau sangat hebat tapi kau harus hati-hati karena...”
“Siap ayahanda!” Ucapku memotong perkataan ayahanda ku.
“Hormat Yang Mulia... Sekarang waktunya Anda berburu.” Ucap seorang prajurit yang baru saja datang menghadap sang raja dengan hormat.
“Ayah... Adelina ingin ikut.”
“Tidak. Kau disini sini saja.” Ayahku tidak mengijinkanku untuk ikut lalu ia pergi meninggalkanku dengan seorang pelayan di sampingku.
Sungguh menyebalkan!
Dengan rasa kecewa secara diam-diam aku berjalan menuju kuda yang tak terlalu jauh dari tempat awal ku. Karena aku penasaran bagaimana mana cara memburu hewan buas di dalam hutan.
~Flashback off~
Maaf kan aku ayah....andaikan aku tidak terlalu ceroboh... mungkin aku tidak akan tersesat...Hua....
Aku sangat kelelahan karena mencari jalan yang tak tau yang mana aku harus lewati sehingga aku terpisah dari gerombolanku. Jika memang ada binatang buas yang akan memakan maka aku bisa melawannya dengan busur panahku ini. Tapi jika....
Srekkk...
Srekkk...
Blukk...
Blukk....
Tiba-tiba aku mendengar suara aneh terdengar samar-samar mungkin tidak terlalu jauh menurutku begitu. Aku pun mendengar seksama agar bisa mendengar dengan jelas siapa tau aku bisa menemukan suatu petunjuk.
Yess!!! Aku pun melangkah mengikuti jalan yang paling besar diantara jalan yang lainnya tanpa rasa curiga apapun. Namun secara tiba-tiba aku menghirup aroma bunga sakura yang membuat Indra penciuman ku menjadi segar seketika.
Setelah aku sampai diujung jalan aku melihat gua namun tidak seperti gua biasa karena aku melihat sebuah cahaya yang keluar dari dalam gua. Aku pun menjadi semakin penasaran apa yang ada didalamnya.
“Wah... sungguh menakjubkan...kolam yang sangat indah... sungguh apakah ini gua milik dewa bunga? Putri bunga? Kenapa sangat indah?”
Aku pun menutup mataku untuk menghirup aroma bunga yang ada didalam gua ini.
Srekkk...
Srekkk...
Blukk...
Blukk...
Byurrrr....
Hroaaagg.....
“Siapa kau?”
Tunggu kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh? Bulu kudukku sangat merinding.
S-suara i-itu.....aku mulai ketakutan sungguh? Aku tidak berbohong ini... Bukan... Suara manusia...
Tenggorokan ku mulai terasa kering dan aku pun tidak berani membuka mataku.
“Aku tanya siapa kau?!” Tanyanya dengan suara berat dan sedikit bergetar bahkan bisa kutebak bahwa dia bukan manusia.
Aku pun masih tidak berani membuka mataku karena aku takut jika yang berbicara dengan ku adalah siluman.
Grebbb...
“Apa ini? Kenapa tubuhku tidak bisa bergerak? Apakah i-ini... Ularrrrrr!!!!!”
“Aku tanya siapa kau?!”
Dengan memberanikan diri aku membuka mataku.
Dan....
“AAAAKKKKKHHHHH........ ENG...EN....NA...NAGAAAA!!!!!” aku berteriak sebisa mungkin siapa tau ada seseorang yang akan membantu ku.
“Aku bertanya kepadamu... Siapa kau?”
“Akhhhh....k-k-kau n-naga...bi-bisa bi-bicara?” Tanyaku gugup setengah mati. Bagaimana tidak? Jika aku sudah berada dalam lilitannya.
“Jawab aku siapa kau?! Atau aku makan?”
Hroaaagg.....
“B-baik...AKU ADELINA PUTRI KE TUJUH DARI RAJA YING TANG!!!” Dengan cepat aku berteriak memberi tau namaku dari pada aku dimakan hidup-hidup. Aku tidak ingin mati muda karena aku masih ingin menikah.
“Baguslah!”
Sringggg......
Sebuah cahaya bersinar seketika membuat tubuhku terlepas dari lilitan dari naga keji ini. Eh ...nas...aku baru sadar jika aku berada di ketinggian akibat naga itu.
“DASAR NAGA BRENGSEK!!!!! AKHHHHH”
Secara perlahan tubuhku jatuh kebawah,karena aku tidak ingin melihat bagaimana tragisnya saat aku mati, aku pun menutup mataku.
Semoga aku tidak mati muda...tuhan...tolong selamatkan aku...aku masih ingin menikah.....
Greb...
Eh...kenapa tidak sakit? Apa aku sudah mati?? Oh NOOOOOOOO!!!!!!
“Sampai kapan kau tidak akan turun?”
Suara manusia? Apa ada yang menolongku? Yeayyy akhirnya aku tidak mati muda....hehehe ...
Sedikit demi sedikit aku pun membuka mataku secara perlahan dan berharap aku sedang tidak bermimpi. Setelah aku melihat dengan jelas dari mana asal suara itu dan aku tidak percaya bahwa aku sekarang berada dalam pelukan seorang pemuda yang sangat tampan mungkin dia adalah seorang pangeran.
“Apa sudah puas memandangnya?”
“Ah..maaf.” ujar ku “ Oiya dimana naga tengik itu?” Tanya Adelina tanpa basa-basi.
“Apa kau bilang?!!”
“Hei aku bilang naga tengik bukan kamu!” Ucapku tak kalah nyaring darinya. Emang ada hubungan apa dia dengan naga tengik itu?
“Coba kamu bilang sekali lagi??!!” Ucapnya geram.
Aku pun menghela nafas panjang
“AKU BILANG DIMANA SI NAGA TENGIK ITU?!!! BIAR KU PANAH DIA BIAR TAU RASA!!!”
“APA KAU GILA INGIN MEMBUNUH NAGA ITU?”
“AKU TIDAK GILA TAPI SI NAGA TENGIK ITU YANG GILA HAMPIR MEMBUNUHKU!”
“APA KAU TAU APA YANG KAMU KATAKAN?”
“IYA AKU TAU! KALAU AKU MATI MUDA BISA-BISANYA AKU TIDAK MERASAKAN KEBAHAGIAAN DARI PERNIKAHAN.”
UKHUK... UKHUK...
Dia terbatuk atau hanya pura-pura aku tidak tau hehehe.... Siapa tau dia akan menjadi jodohku hehehe...
“YANG KAU BILANG NAGA TENGIK ITU ADALAH AKU!” Teriaknya Membuatku tercengang dan membisu.
Hah???
Apa aku tidak salah dengar? Di-dia si naga tengik itu? Tadi ...aku berharap di-dia jodohku.... Ternyata oh ternyata dia...dia si...si naga itu ....
“Apa kau tidak sedang bercanda?”
“Tidak!”
“Serius?!!”
“Iya.”
“Demi apa??”
“Demi kau harus mencium ku.”
“Baiklah.” Ucapku tanpa sadar.
“Eh... Tidak! Tadi apa yang ka----Mppphh....”
Oh tidak apa tuhan sedang mengutukku?? Aku pun tersadar saat aku merasakan benda lembut tapi buka jelly bermain di bibir.
Mmmpph...
Aku berusaha memberontak agar pemuda ini melepaskan ciumannya namun tak menghasilkan apapun namun tiba-tiba dia menggigit bibirku dan secara sadar dan tidak sadar aku membuka mulutku. Sungguh tragis sekali hidupku~~~ tadi aku tersesat, barusan aku hampir dan sekarang ciuman pertama ku hilang....
Hah... Dia melepaskan ciumannya.
“DASAR MESUM!!” teriakku lalu memukul kepalanya. Namun dia hanya tersenyum dan membuatku semakin bingung.
“Sebegitu cepatnya kau melupakanku.”
“Aku tidak mengenalmu!!”
“Sungguh?”
“Tentu saja! Aku baru hari ini bertemu dengan mu.”
“Baiklah dari hari ini,detik ini, jangan lupakan aku lagi... bagaimana?”
“Ta-tapi si-siapa kamu??”
“Salam kenal kembali putri Adelina, aku pangeran Xiao Feng Secara resmi melamar mu kembali, Apakah anda bersedia menikah dengan ku??”
Sungguh aku tidak menyangka jika pada akhirnya aku kembali bertemu dengannya yang sudah sepuluh tahun berlalu aku tidak melihatnya lagi dalam kehidupanku. Aku yang dulunya mengira jika dia tidak akan pernah kembali dan mengkhianati ku ta-tapi sekarang di-dia ada didepan mataku.
Secara perlahan aku menyentuh wajahnya. Sungguh aku pikir akan menikah dengan orang lain.
“A-apa ini benar-benar kau Xiao Feng?”
“Ya... Ini aku.”
“Kenapa kau menghilang tanpa kabar?”
“Maaf kan aku.”
“Apa kau tau...aku pikir kau mengkhianati ku karena hanya satu hari kau melamar ku lalu menghilang tanpa jejak.”
“Maaf... waktu itu aku terkena serangan sihir dari sirkus didalam rumah bordil lalu membuatku menjadi naga yang sangat menjijikkan! Tapi aku sihir itu akan hilang setelah sepuluh tahun kemudian dan hari ini hari terakhir ku... sungguh aku tidak menyangka jika kau orang yang pertama kali aku lihat.” Ujarnya sambil menangkup wajahku.
“Apa kau menderita selama ini?”
“Tidak aku baik-baik saja.”
Meskipun ia tidak ingin memberi tahuku tapi aku tau bahwa dia sangat menderita selama ini yang hidup hanya sendirian didalam hutan.
Xiao Feng memeluk ku dengan erat seakan-akan enggan untuk melepaskannya begitupun dengan ku.
Aku tidak akan pernah menyesali kecerobohan kali ini karena aku bersyukur bisa bertemu dengannya.
Tuhan Terima kasih kau telah mempertemukan kami kembali~~~
THE END