~~~Sebuah kisah cinta yang tak pernah tau bagaimana akhirnya sebuah keyakinan, takdir dan harapan yang ia genggam kini harus berbagi menjadi dua dan cinta tak kan pernah kita dapat kan kecuali kita mampu berjuang dan mempertahankan cinta itu karena cinta adalah sebuah anugerah yang indah namun tergantung pada hamba nya yang menjalani cinta itu dan bila jodoh di tangan takdir sang ilahi kita tidak bisa mengubah takdir itu akan tetapi takdir akan juga berubah atas segala usah hambanya.~~~
HAPPY READERS 😍
#MAAF KALO BANYAK TYPONYA
Ia berlari menuju kelas saat bel kampus berbunyi , ia terus berlari tanpa henti membuat ia seperti kehilangan separuh nafasnya , sesampai di depan pintu kelas ia pun terkejut saat dosen sudah duduk di tempat yang di sediakan namun ia pun memberanikan diri untuk perlahan masuk agar tidak diketahui oleh pak dosen nya akan tetapi usahanya sia-sia dan ia pun ketahuan oleh pak dosen sehingga ia dikeluarkan dari kelas tersebut. Dengan wajah yang cemberut ia pun mematuhi perintah sang dosen ,ia duduk di kursi depan kelas sembari memegang buku .
“Ahhh ...sungguh menyebalkan!” batinnya.
Dia adalah Kayla Habibah ia sering dipanggil Kayla . Kini usianya telah menginjak 20 tahun dan berada di tempat yang sangat asing bagi nya . Keberadaan nya di Seoul keinginan nya sejak ia masih kelas 6sd namun ia tak pernah menyadarinya bahwa impian nya itu telah terkabul. Meskipun ia telah menginjak dewasa namun wajahnya tak kalah cantik dari para juniornya . Dia adalah tipe orang yang ceria dan tidak pilah pilih teman karena siapapun itu dia tetap berteman .Sehingga banyak orang yang disekitarnya menyukai keramahan nya . Sejam telah berlalu ia pun merasa kelelahan berada di depan kelas .
Setelah dosen pemateri satu telah selesai menjelaskan ia pun di minta untuk memasuki kelas .
“ Kayla... cepat masuk ! ”perintah pak dosen .
“Ne... Arasseo...” ia pun menjawab dengan suara yang begitu lemas mungkin inilah hukuman bagi dirinya meskipun selama 2 tahun tidak pernah terlambat datang ke kampus ini yang pertama kali .
“Hari pertama terlambat” batinnya
Dan ia pun kembali duduk di kursi nya seperti biasa setiap hari nya yang tidak pernah berubah sedikit pun. Teman yang duduk disebelah nya min bertanya-tanya.
“Aigoo... Kayla ottokke? Kenapa kau terlambat? ”tanya Kim Nara (temannya yang paling bawel)“apa kau tidak bisa tidur semalaman? ” Sambungnya . Pertanyaan yang membuat Kayla tak ingin menjawab nya .
“ Sudahlah ... lupakan saja!” ujar Kayla
Dosen pemateri kedua telah hadir dan siap memberikan makanan kepada mahasiswa , makanan pagi bagi mahasiswa adalah pelajaran yang selalu membuat para mahasiswa ingin tidur karena otaknya telah lelah berpikir.
“Baik lah ...pada pertemuan kali ini saya akan memberikan tugas... Bagaimana?” tanya sang dosen
“ Yeah ... ” seru mereka serentak
“ Pak apakah tidak Minggu depan saja ?” ujar salah satu mahasiswa.
“Begini saja saya akan bikin kelompok agar kalian bisa mengerjakan bersama? Setuju tidak?”
“ setuju bapak ....”jawab mereka pun kompak tiada tandingannya.
Kemudian pak dosen pun membagi kelompok yang terdiri dari 1 kelompok 5 orang . Kini Kayla mendapatkan teman kelompok bersama Kim Nara, Youngjae, jaebeom, Eun woo dan dirinya . Mereka pun membentuk bangku lingkaran . Dan sedetik kemudian mereka saling menyapa dan berkenalan soalnya meskipun mereka satu kelas namun jarang untuk saling mengenal satu sama lain.
🎇🎇🎇🎇
Kini hari telah berganti waktu yang berputar tanpa henti .Tiap hari melakukan tugas bersama , terkadang mereka makan bersama di restoran di persimpangan jalan kampus . Dan membuat mereka lebih dekat dari biasanya namun ada perbedaan dalam kehidupan sehari-hari antara mereka dengan Kayla .
Kayla ada seorang pelajar muslim dari Indonesia yang bertekad untuk menjadi study nya di Korea . Namun yang perlu ia syukuri adalah keadaan nya yang sekarang yang mampu berkomunikasi dengan orang asing itu.
“Kayla...!” Terdengar suara seseorang memanggil nya dari belakang tentu ia merasa tidak asing mendengar suara itu dan dugaannya pun benar siapa lagi kalo bukan Eun woo yang sering membuat nya kesal setengah mati. Eh bukan setengah mati ya? Kalo setengah mati pasti ia udh di UGD .
“Iya ada apa ?”
“Tidak hanya memanggil mu saja?” jawabnya singkat dan datar .
“ Arasseo”
Saat ini langit telah menampakkan diri nya yang begitu indah tanpa segumpal awan yang menyinggahi nya. Di dalam restourant of sea Mereka berlima menikmati hidangan nya .
“Oiya jeabum...apakah kau mau ikut bersama ku? ” tanya Youngjae
“Odiekka ?”
“ Yaa Youngjae ! Kau hanya mengaja jaebum saja ? Kita kok gak diajak?” ujar Nara sedikit kesal .
“ Sudahlah mungkin Youngjae hanya ingin liburan bersama jeabum ... Bukankah begitu?” timpal kayra .
“ Aku diam saja ... tapi kalian kalo liburan ajak aku juga!” sambung Eun woo sambil mengunyah makanannya.
“Aigoo... Eun woo...a ....palli beogo!”
Tukas Nara
“ Baiklah...”
Mendapatkan kritikan dari teman-temannya Youngjae pun pasrah untuk mengajak mereka liburan juga . Sedangkan jaebum pandangan nya tak pernah lepas untuk menatap wajah itu setia kali ia melihat senyuman terukir indah dihatinya meskipun aura wajah nya yang begitu dingin namun hati tidak pernah bisa di bohongi .
“kayla...kapan kau akan kembali ke Indonesia?” tiba – tiba sebuah pertanyaan kini pun melempar kepada nya .
“ Aku tidak tau ...tapi setidaknya aku bisa kembali secepat mungkin” jawabnya sambil tersenyum manis.
“Yaa... Eun woo ... kenapa kau bertanya seperti itu ?” tanya Youngjae pada Eun woo.
“Kenapa? Bukankah jika kita mengetahui kapan ia kembali setidaknya kita bisa membuat kenangan indah bukan?” jelas Eun woo singkat.
“Bagaimana menurut mu jaebeum?” Mendengar seperti itu jaebum pun terkejut dan tak tau harus mau jawab apa?
“ah itu ...” jaebeum pun mencari kata-kata yang pantas untuk di ucapkan “ seharusnya begitu ”sambung jaebum seketika refleks .
“ Ya!!! Apa yang menghantui pikiran mu ?” tanya Youngjae pada jaebum
“Aniya.... ”
“Bener banget aku perhatikan sejak awal kita belajar bersama hanya kau yang selalu diam ” ujar kayla
“ Aigoo... Kayla kau juga memperhatikan Hyung juga ternyata... Hahahaha.....?” tanya Eun woo sambil tertawa kecil
“ Ah... Sudahlah ... Bukankah dia emang begitu ?” tukas Nara
“ Yeah ... Hyung kau benar-benar ” ucap Eun woo sambil menggeleng kan kepalanya sembari menepuk pundak jaebum
“ Baiklah kita akan liburan Minggu depan sebelum Kayla pulang ke Indonesia... Bagaimana setuju”
“Setuju...” ucapan mereka serentak namun jaebum hanya diam dan memperhatikan ke empat temannya yang disalah satu mereka membuat hatinya selalu berharap ada tempat untuk ia singgahi .Ya tentu nya bukan Eun woo sama Youngjae mana mungkin jaebum suka cowok sama cowok.
“Dititik harapan kalbu yang akan sebuah cinta yang indah namun apakah cinta itu akan datang memberikan jawaban yang indah untuk ku ” batin jaebum
🎇🎆🎆🎇
2 bulan yang lalu
Cahaya yang samar kini telah hadir dengan warna keemasan . Ia tersenyum melihat cahaya itu , suasana yang membantu dirinya menghilangkan pikiran yang buruk .
Jaebum berjalan menelusuri trotoar di seberang jalan Sungai Han dan suasananya yang tak pernah lepas dari keramaian orang – orang yang berlalu lalang. Ia terus melangkah namun pemandangan yang indah kini hadir di depan mata . Seorang gadis tengah mengenakan jilbab berwarna biru langit dan sangat cocok untuk kulit nya yang cantik itu.
“ Andaikan aku bisa meraihnya... mencintai nya dan selalu ada disamping-Nya mungkin aku adalah seorang laki-laki yang beruntung namun sedangkan baginya itulah penderitaan seumur hidup nya ...” Batin jaebum yang membuat pikiran nya tak pernah menyatu dengan hatinya selama 6 bulan belakangan ini. Semakin ia melihat nya semakin ia ingin menyapa nya dan bercerita bersama bahkan ia ingin tertawa riang gembira bersama nya . Namun saat ia menghindari perasaan itu ia tak mampu melawan nya karena semakin ia menentang nya semakin ia mencintai nya . Haruskah ia datang kepadanya ? ataukah ia harus mengubur perasaan nya selamanya ia pun tak tau . Saat ia didekat-Nya ia tak mampu menatap wajah itu wajah yang selalu ceria dan tersenyum bahagia , dan hatinya selalu bertanya “ Mampukah aku memilikinya?” hanya pertanyaan ini yang selalu ada di benaknya.
Jaebum telah berada dialam sadar nya ia terus melamun sampai ia pun tak menyadari bahwa seseorang telah berkali-kali memanggilnya dari kejauhan.
“ jaebum.......!”
Seketika ia terkejut saat panggilan ke lima kalinya ,ia pun membalikkan badannya dan mencari suara yang memanggil nya sesuatu yang tak pernah ia duga dan ia sangka bahwa ia melihat seorang wanita melambaikan tangannya sambil tersenyum manis. Dengan rasa bahagia jaebum pun beranjak dari tempatnya dan melangkah menuju kepada nya .
Sesampai dihadapannya ia pun diam dengan muka datar .
“ Ada apa ? ”tanya jaebum singkat
“kau ingin makan bersama? Yang lain belum datang ....” Tutur nya
“ Emm...boleh .” ia pun menerima tawaran Kayla . Dalam hatinya berbisik “bagaimana aku bisa menolaknya...” sambil tersenyum .
Sedangkan Kayla merasakan Deja Vu Karena ia tidak pernah merasakan makan berdua dengan cowok ini baru permata kalinya dan membuat jantungnya kembang kempis.
“ya Allah kenapa jantungku berdegup begitu kencang?” batin Kayla dalam hatinya.
“kayla....” lirihnya
“ Emm ... Iya ada apa? ”
“ kapan kau ke Indonesia?”
“Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu?”
“ apakah aku tidak boleh bertanya kepada mu?” protes jaebum
“Tidak ... maksudnya bukan begitu...”
“ Arasseo...”
“waeyo?” tanya Kayla penasaran.
“Apakah kau menyukai Youngjae atau Eun woo?” tanya jaebum tiba-tiba membuat ia tersendat.
“Kenapa kau bertanya seperti itu ?”
“Mereka berdua begitu tampan... mungkin kau menyukai nya..”
“ kau salah ...aku tidak menyukai mereka ...tapi aku sangat bahagia jika aku bisa bercanda tawa bersama mereka ... bagaimana pun mereka menjadi teman ku dalam 3 tahun ini...dan aku berharap mereka tak kan pernah mencintai ku meskipun itu hanya setitik perasaan...” jelas Audie sambil mengunyah makanan.
“ Begitukah? Kau tak menginginkan cinta mereka sedikit pun?”
“Aku bilang aku tidak menginginkan nya ... terutama kau!”
Todong Kayla kini ucapan yang ia pendam kini terutarakan. Deg ... seketika itu juga jantung nya berdegup begitu kencang.
“bagaimana aku bisa mengatakan seperti itu...bodoh...bodoh...”maki Kayla untuk dirinya sendiri. Ia pun memalingkan wajahnya .
Disisi lain jaebum pun terkejut atas pernyataan yang dikatakan oleh Kayla .
“ Sungguh kau tak menginginkan cinta ku?” tanya jaebeum tiba-tiba ia sedikit menggoda Kayla dan.....
Yang paling membuat Kayla terkejut saat tatapan matanya bertautan dengan sepasang mata rajawali didepan nya dan senyuman yang sejak dulu membuat dirinya penasaran ingin melihat jaebum tersenyum kini telah ada didepan mata nya ...“ Senyuman ini yang ingin aku lihat sejak dahulu dan kenapa aku merasa bahagia? Tidak Kayla kau tidak boleh mencintai nya...kau dan dia tak kan pernah menjadi kita... hayoolah... Tentang kan pikiran mu...” batin Kayla.
“ Tidak sama sekali !” bantah nya
“sungguh?”
“Ne... Jinjja...!”
Jaebum pun menyadari bahwa yang ia lakukan kali ini bener-benar membuat nya malu dan mati rasa . Bisa-bisa ia berkata seperti itu? Sungguh membuat dirinya tak ingin berada di hadapan Kayla untuk sementara waktu karena ia harus mengubur rasa malunya itu.
“Astaga...”ia menepuk jidatnya “kenapa aku melakukan nya ...ahhrgghhhh.... ini sungguh menyebalkan!” maki jaebum pada diri sendiri.
“ iya aku mengerti”
🎇🎆🎆🎇
“kayla....!!! ” seseorang berlari menuju ke arah sambil membentangkan tangannya.
“ahh... Nara... Kenapa kau lama sekali ?”
“Tuh ... Aku menunggu mereka bertiga..” ucap Nara sambil menunjuk ke arah Youngjae, Eun woo dan jaebum.
“Wah aku kira kau terlambat bangunnya hahahaha...”
“ ayo kita pergi! ” seru Nara sambil memegang tangan Kayla
Sekilas Kayla melihat kearah jaebum yang tengah mengontak Atik tas ranselnya. Sebuah kejadian 2 bulan yang lalu yang tak pernah bisa ia lupakan dan selalu menghantui pikiran nya dan juga membuat jarak antara dirinya kini sedikit canggung setelah itu ia mengalihkan pandangannya .
“ yaa!! Jaebum...!! Kenapa kau diam? Bantu in Kayla donk ... bawa barang nya...” pasti Nara yang selalu menjadi tukang protes dari pada teman yang lainnya
“Sudahlah tidak perlu...” sambung Kayla
“wae?” timpal Youngjae. “kalian berantem? Ada masalah hati diantara kalian?” ucap Youngjae ceplas ceplos kayak orang yang lagi mengendarai mobil yang tanpa di rem langsung gas.
“ Tidak !” sangkal mereka berdua serentak.
Dan membuat teman-teman yang lainnya bingung dan diam seribu bahasa mendengar ucapan Kayla dan jaebum tiba-tiba serentak.
“Kalian kompak banget?”
“Tutup mulut mu!” sekali lagi mereka menyangkal nya bersamaan.
“wawww...” seru Nara
“ya sudahlah kita lanjutkan saja perjalanan nya jangan malah berdebat disini ” akhir nya Eun woo buka mulut setelah dari tadi ia hanya memperhatikan gamenya saja.
“Ternyata si bocah cerdas juga” ejek Nara
“ya...!! Neol jinjja seakkkiiii.....!!!!!” Teriak Eun woo sambil mengejar Nara.
Beberapa saat kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan nya menuju stasiun kereta api bawah tanah. Tak lama kemudian mereka menunggu akhirnya keretanya telah tiba .
Selama perjalanan menuju Jeju Island . mereka hanya sibuk dengan ponsel masing-masing apalagi Eun woo yang terus memperhatikan gamenya tak henti-henti. Sedangkan jaebum dan Kayla duduk bersebelahan karena mereka terpaksa .
“Apakah aku akan terus diam ? Bukankah seminggu lagi ia akan pulang ke Indonesia?” batin jaebum . Ia pun memberanikan diri untuk membuka pembicaraan.
“Kayla...?”panggilnya lirih
“iya ada apa?”
“apa kau benar-benar tidak menginginkan nya?”.
“ maksudnya?”
“ dua bulan yang lalu ?”
“Nee....”
“kenapa kau seperti itu ?”
“Kau tau tidak ? Kita berbeda...,kita hanya amin yang sama tapi iman kita berbeda...jika aku mencintaimu... Tuhanmu lebih mencintaimu...aku tak ingin kamu harus memilih antara Tuhan dan jodoh ...aku tak menginginkan cinta itu ... bagaimana jika kau harus memilih antara jodoh dan tuhanmu? Siapa yang akan kau pilih? Bukankah kau akan tertekan? Andaikan aku bisa mencintai mu... Akan kujaga cinta itu ... karena cinta adalah sebuah anugerah yang indah dalam kehidupan...namun sayang... semuanya telah berbeda bagaimana aku bisa mencintai mu...dan... Tanyakan pada tuhanmu ... bolehkah aku mencintaimu?aku mohon?jangan membuat ku terus tertekan dengan pertanyaan mu!! Jebal!!” jelas Kayla yang begitu rinci dan sambil tersenyum meskipun dihatinya terasa teriris pisau.
“Itukah alasanmu ...? Apakah kau tau betapa aku mencintaimu? Semakin aku menghindar dari mu semakin aku ingin mendekati mu ...ingin ku melihatmu tersenyum...aku ingin berada disamping-Mu...dan .... Pernahkah kau bertanya pada ku...? Pernahkah kau tau tentang ku...? Kau berkata seperti itu kepada ku ....kau salah ...aku ....belajar semua tentang mu... kebiasaan mu... Agama mu ...kitabmu ...apa kau pernah tau itu? Tidak bukan.... Aku mencintaimu sebelum kau mengenalku....saat pertama kali kau masuk dalam kelas ku ...saat itulah aku ingin mengenal mu...apakah aku tidak pantas mencintaimu...? Apa kau pikir aku dari negara ini ...hanya menyembah tuhan yang sama seperti mereka...? Tolong...jangan membuat ku lebih lama lagi menunggu selama 3 tahun ini ....aku mohon.... jika aku memang harus memilih....aku memilihmu bersama mu... Agar aku bisa berjalan bersama .... bersama mu hingga menuju surga... apakah aku tidak pantas mencintaimu...? Tolong berikan aku jawabannya...? Aku mohon...?”.Akhirnya semua yang ada didalam hati jaebum kini telah ia utarakan kepada Kayla . cinta yang ia pendam selama 3 tahun ini.
“ jaebeum...ah..” lirih Youngjae sama Eun woo dari belakang.
THE END