Zee sedang dikurung di kastil utara,ia melampiaskan amarahnya dengan berteriak sekuat tenaga.Paman Cheng sangat tak adil padanya,hanya karena dia meledek istri kak Fu me,ia terkunci dalam kastil yang dingin.Zee terus mempraktekkan jurus-jurus pedang yang mematikan.Suara keras meledak-ledak hingga keluar dinding.
Beberapa menit kemudian sekotak makanan diletakkan di meja.Perempuan berjubah sexy duduk disamping meja menundukkan wajahnya.
"Sayang,kenapa kau lama sekali.
Padahal cuma memasak"...racau Zee manja sambil me
makan hidangan itu.
Perempuan di depannya mengelus rambut Zee yang
terurai dengan penuh kasih.Kini tampak jelas di balik
jubahnya terpapar tonjolan-tonjolan sexy dan wangi.
"Lord Zee,kau seperti dewa yang menuangkan anggur
cinta memabukkan."Ucap Fey lirih.
Ia menuangkan air dan Lord Zee menerimanya
dengan senyum mesranya.
Setelah menyelesaikan menu terakhir dan men
cuci tangannya.Jemari lembut Fey menyeka mulut
Lord Zee dengan hati-hati.
"Pijitin aku Fey,kangen aku ma tangan lembutmu,ntar
gantian aku pijit dirimu sampai lemas".Lord Zee
menggoda dengan senyum nakal.
Lord Zee sangat populer dengan Crazy Lord karena sikapnya yang liar akibat tekanan intrik dalam istana.
Mulut liarnya mulai meracau lagi.
"Fey bawalah aku keluar dari sini,mari kita hidup di
ujung cakrawala.
Akan kubuang status bangsawanku,diriku ingin bebas
berkelana menaklukan dunia yang keras ini ber
samamu."
"Andai aku bisa Lord." Fey menimpali dengan men
dekatkan tubuhnya dan menatap mata Lord Zee de
ngan sayu.
Jubah Fey tersingkap,pahanya mengkilat tertepa
semburat sinar bulan.Fey segera memperbaiki letak
jubahnya,agar menutupi kakinya yang mengecil.
Tangan Zee menarik seluruh jubah itu hingga ter
jatuh ke lantai.
Lord Zee membungkuknya badannya,bersimpuh di
depan kaki Fey.
Zee mengelus kaki Fey berlahan.
"Fey ...bagiku kaki ini unik,aku tak pernah memandang
ini sebagai aib.Kau begitu cantik dan jiwamu suci,kau
tak pernah menganggapku gila dan brutal."
Fey membisu tertunduk,matanya berkaca-
kaca.Lord Zee memeluk tubuh sintal Fey dari
belakang,mencium leher fey dengan mesra.
"Jika kita terbelenggu disini selamanya,aku akan mati
membusuk disini bersamamu.Aku tak sanggup lagi me
mikul derita kasta ini."
Malam semakin larut,dewi angin hembuskan kebekuan
nya.Jubah Lord Zee tak merelakan angin menyentuh
moleknya tubuh Fey.Mereka berdua terendap dalam
siksaan terali jiwa yang hampa.
🌷Sudilah Like and Komen dukungannya🌷
Terima Kasih.