Di pondok pinggir sungai. Pangeran tampan yang sudah berpakaian rapi menikmati makan siang bersama istrinya.
Chucu terus mencuri pandang ke suaminya.
"Lihat ya lihat saja. Aku ini suami mu. Milikmu. Kau ingin melihatku bahkan memakan ku pun, aku terima ikhlas! Dan geratis! " Pangeran tampan sengaja menggoda istri cantiknya.
Pipi Chucu memerah.
"Aku-- Aku sudah kenyang." Chucu lalu berbalik kendak melarikan diri.
Tapi.... Whuussh--
Pangeran tampan melayang dan meraih pinggang Chucu, kepelukannya.
"Ingin pergi? Tidak semudah itu sayang," Pangeran tampan menyeringai.
Chucu telan ludah kasar.
To be continued...