Tengah malam Selina berlari di tengah hutan,putri bungsu raja kerajaan Elf itu masih menggenakan gaun tidurnya,kaki telanjangnya terus berlari di jalan setapak kecil menuju gunung tanpa memperdulikan ranting ranting kecil yang melukainya,tubuhnya gemetaran karena ketakutan,bibirnya mulai menggigil saat udara semakin dingin ketika dirinya semakin ke puncak.
Udara yang semakin terasa dingin membuat Selina sulit menggerakkan tubuhnya,kakinya mulai membeku dan pandangannya mulai buram,namun Putri Elf itu terus berlari mencari tempat paling aman untuk bersembunyi,namun setelah beberapa saat Selina berlari tak tentu arah di tengah udara dingin,Selina pun jatuh tak sadarkan diri.
.
.
.
Selina mulai tersadar,tubuhnya pun mulai hangat,dia merasakan hembusan nafas kencang di atas rambut pirangnya,Selina pun membuka matanya.
Dia sangat terkejut saat melihat seekor Naga yang sedang melilit tubuhnya,sesaat Selina berfikir dia sedang di tahan dan akan dijadikan santapan makhluk itu.
"Lepaskan aku!!!"
Selina meronta sekuat tenaga agar terlepas dari lilitan itu,namun jauh dari bayangan Selina,Naga itu justru melepaskannya dengan sangat lembut.
Selina memandangi Naga berwarna biru seukuran tubuhnya itu,Naga itu terlihat bingung memandangi Selina,perilakunya tidak menunjukkan jika dia makhluk yang berbahaya,dan Selina memutuskan untuk mendekatinya.
"Hei kau! Apakah kau sedang berusaha menyelamatkanku?"
Dengan perlahan Selina mendekatkan telapak tangannya menyentuh kepala Naga itu,Naga biru itu terlihat diam dan menerima sentuhan Selina.
"Te.. terimakasih,tidak ku sangka aku bertemu dengan makhluk sepertimu"
"Ayahku pernah bercerita tentang seekor Naga,dia bilang Naga hanya ada di negeri Naga"
Naga itu merespon cerita Selina,Naga itu mendekat ke arah Selina dan mengendus lehernya.
"Apa kau tertarik dengan kalung ini?"
Selina melepas kalung dengan liontin permata berwarna biru miliknya,Naga itu bertingkah seolah dia memang menginginkannya.
"Ambilah,anggap saja sebagai ucapan terimakasihku"
"Ayahku yang memberikannya kepadaku,masing masing satu kepada putrinya,dan kata ayahku milikku yang paling istimewa,dia bilang jika ini akan menyelamatkan ku"
"Hemp awalnya aku memang tidak percaya,tapi mungkin memang benar kalung ini menyelamatkanku lewat dirimu"
Selina memberikan kalung itu kepada Naga yang telah menyelamatkannya,namun hal yang tak terduga terjadi setelah Selina mengaitkan kalungnya pada salah satu sisik Naga itu.
Naga itu mulai membesar dan wujudnya berubah,fisiknya terlihat sangat berbeda dari yang tadi,ukurannya pun berubah berkali kali lipat.
"A...apa yang terjadi!!" Selina terlihat ketakutan melihat Naga besar itu.
"Jangan takut,aku tidak akan melukaimu"
Setelah perubahannya selesai,Naga itu menurunkan kepalanya untuk mendekat ke arah Selina berdiri.
"Ka..kau bisa berbicara!?"
"Ya,aku bisa berbicara saat kekuatannku kembali"
"Aku adalah Dewa gunung, panggil aku Zeke"
"Terimakasih telah bersedia menyerahkan permata itu kepadaku,permata itu adalah serpihan kekuatanku di kehidupan sebelumnya,dan tak heran jika ayahmu menyebutnya istimewa"
Selina terdiam,namun saat melihat jika dia adalah makhluk baik,dia berfikir untuk meminta bantuan kepada Naga itu.
"Kau adalah Dewa gunung?"
"A..apakah kau bisa membantuku?" tanya Selina yang masih gugup.
"Membantu?"
Naga itu bertanya seolah Selina sedang meremehkan dirinya ketika dia memintanya untuk membantu,hal itu membuat Selina merasa sangat bersalah.
"Baiklah,karena kau bersedia mengembalikan kekuatanku,maka dengan senang hati aku akan membantumu"
"Be.. benarkah!?" Selina merasa sangat senang mendengar jawaban Zeke.
"Apa yang harus ku lakukan?" tanya Zeke.
"Kerajaan Elf sedang diserang oleh suku Iblis yang dipimpin oleh Destro sang Raja Iblis,ibuku meminta ku dan kedua kakak perempuan ku untuk kabur, sementara Ayah,kedua kakak laki lakiku dan pasukannya berperang untuk mempertahan kerajaan"
"Desa desa Elf telah hangus terbakar,para iblis menculik para Elf perempuan,dan dalam waktu semalam saja Suku Iblis dapat menghancurkan lebih dari setengah kerajaan"
"Aku ingin kau membantuku menghentikan pemberontakan ini, karena aku tidak ingin negeriku hancur!"
"Ayo pergi"
Naga itu membungkukkan badannya dan mengisyaratkan agar Selina naik ke punggungnya.
Selina yang mengerti maksud Zeke langsung mendekat,dan saat tangannya menyentuh tubuh Zeke,gaun tidur Selina berubah menjadi Zirah yang serasi dengan sisik di tubuh Zeke.
"A..apa ini? Apakah aku harus ikut bertempur?"
"Kalau kau ingin negerimu selamat,maka bertempurlah"
"Tapi aku tidak..."
"Kau belum mencobanya" ucap Zeke memotong perkataan Selina.
Selina menyetujuinya dan naik ke punggung Zeke,Zeke membawa Selina terbang meninggalkan gunung dan menuju ke kerajaan Elf.
Tepat di atas kerajaan Elf,terlihat desa desa yang hanya menyisakan abu dan asap dan ketika mereka melihat ke arah istana,mereka melihat para Elf dan Iblis yang saling bertempur.
Puluhan ribu Iblis telah memojokkan para Elf hingga ke istana,hingga Raja Elf dan kedua putranya pun menggunakan sihir kerajaan untuk melawan sihir Iblis Destro.
"Itu mereka!!" ucap Selina kepada Zeke.
Zeke mulai terbang lebih rendah hingga keberadaannya disadari oleh para Elf dan Iblis yang saling bertempur,mereka melihat ke atas,mereka melihat Zeke mulai membuka mulutnya dan menyemburkan api berwarna biru.
"Tunggu!! Kau akan membunuh para Elf!!!" teriak Selina Khawatir.
Namun Zeke tidak memperdulikannya,dia menyemburkan api birunya ke medan pertempuran,namun setelah api biru itu lenyap,terlihat para Iblis yang berteriak kepanasan sebelum satu persatu dari mereka lenyap terbakar,namun disisi lain para Elf masih berdiri melihat ke arah Zeke tanpa ada luka sedikitpun.
"Ka..kau"
"Api suci hanya akan membakar iblis" ucap singkat Zeke.
"Kau memang seorang dewa!!" ucap Selina tersenyum setelah kekhawatirannya hilang.
Zeke membawa Selina terbang ke arah Destro yang melawan Raja Elf dan kedua putranya yang sudah terluka parah,terlihat disana sebuah ketidak seimbangan dalam pertemuan dimana kekuatan Destro terlalu besar untuk dapat dikalahkan.
"Ayah!!!" Selina berteriak dari udara.
"Selina!! Apa yang kau lahkukan!" Raja Elf mengkhawatirkan putrinya,namun Selina hanya tersenyum dan mengepalkan tangannya agar Ayahnya yakin kepadanya.
"Ambilah pedang api suci ini"
Pedang berwarna biru muncul di tangan Selina setelah Zeke mengucapkan kata katanya.
"Terimakasih,aku akan berjuang"
Tanpa berfikir panjang Selina melompat ke arah Destro dan kedatangannya langsung disambut oleh api merah yang menuju ke arahnya.
"Matilah kau bocah Elf!" ucap Destro tersenyum senang.
Namun senyumnya tak bertahan lama setelah melihat Selina berdiri kembali tanpa terbakar sedikitpun,Zirah di tubuh Selina telah melindunginya dari api Destro.
"Bukan aku,tapi kau yang akan mati"
Selina mengangkat pedangnya dan berlari ke arah Destro,Destro menangkis serangan Selina,namun Selina tak berhenti disitu,dia terus melancarkan serangannya tanpa henti kepada Destro.
Setelah beberapa lama,Selina menemukan kesempatan untuk melumpuhkannya,Selina tidak ingin kehilangan kesempatan itu,dengan cepat Selina menusukkan pedangnya tepat di jantung Destro.
"UHKK!!!"
Api biru menyebar ke tubuh Destro seperti rantai yang menyegel tubuhnya,tak ingin menyia nyian kesempatan itu kedua kakak laki laki Selina dengan cepat memenggal kepala Destro.
Seketika kepala Destro berubah menjadi abu setelah terpisah dari tubuhnya,api biru yang menyegel tubuh Destro perlahan membakarnya hingga tak tersisa sedikitpun.
Di sisi lain Zeke membakar semua pasukan Iblis dengan api sucinya,dan dalam waktu singkat pemberontakan dapat dihentikan,dengan kemenangan suku Elf.
.
.
.
"Terimakasih sudah membantuku" ucap Selina.
"Terimakasih banyak,aku sangat tidak menyangka mendapat kehormatan untuk berjumpa dengan seorang Dewa" ucap Raja Elf membungkukkan badannya memberi hormat kepada Zeke.
"Aku harus pergi" ucap Zeke.
"Terimakasih!! Aku akan berusaha sesering mungkin untuk mengunjungi mu" ucap Selina.
"Itu tidak mungkin, kita tidak akan bertemu lagi" ucap Zeke singkat.
"Ke.. kenapa?" tanya Selina.
"Dia adalah seorang Dewa,alam kita berbeda" ucap Raja Elf.
"Aku akan menjalankan tugasku sebagai Dewa"
"Selamat tinggal" ucap Zeke sebelum terbang meninggalkan kerajaan Elf.
"Terimakasih,aku akan selalu mengingatmu!!! Zeke.."
Selina mengucapkan terimakasih sambil membungkuk memberikan hormat,ucapan itu sekaligus menjadi ucapan perpisahannya dengan Dewa yang menjadi pahlawan untuk ngerinya.
---Tamat---