ada sebuah cerita tentang desa yang tak berpenghuni.
satu cerita tentang desa tersebut
dahulu kala hiduplah sebuah manusia yang memiliki kelainan saraf mental dan harta.
ia selalu dicaci maki oleh tetangga sekitar.
ada berita yang menyebarkan bahwa seorang gadis pembawa Mala petaka.
di suatu pagi nesya harus memberi makan ternaknya
nesya keluar dari rumahnya mengunakan sebuah jubah agar orang-orang sekitar tidak terlalu memandang rendah dengannya. namun,hal yang nesya lakukan Adalah hal yang salah dan membawa petaka baginya.
takghhh
aghhh
terdengar teriak kesakitan nesya yang sedang dilempar batu oleh tetangganya tepat pada area punggungnya.
"hahahaha si jelek itu aneh-aneh saja hahahaha memakai jubah agar tidak terlihat menakutkan tapi hal itu tidak berpengaruh dengannya hahaha" ucap ejek salah satu tetangganya
nesya yang mendengar ejekan tersebut ia hanya membalas sebuah senyuman
"tidak apa-apa diriku dihina hina jelek oleh anda. tetapi akhlak saya tidak sejelek seperti omongan anda." ucap nesya
tetangga nesya yang mendengarnya pun geram dan menyatakan untuk balas dendam dengan nesya.
meskipun nesya memiliki masalah kelainan mental sedari lahir.. tetapi dia masih bisa membedakan hal yang buruk dan tidak.
di gubuk tua nesya tinggal bersama ibunya yang mengalami katarak.
keesokan harinya nesya bersiap-siap untuk memasak kebutuhannya entah makan dll
ia melihat bahwa beras yang ada di karung mulai habis.
nesya bergegas menemui ibunya
ibu
ibu
Iya nak ada apa?
"beras kita mau habis bu...aku mau izin untuk membelinya sekarang" ucap nesya
"baiklah. uangnya ada diatas lemari ya.." ucap ibunya
iya Bu
"apa perlu ibu temani kesana?" tanya ibunda
"tidak usah..aku bisa sendiri kok. ibu tenang saja" sahut nesya
aku pergi duluan ya bu
iya
sesampainya di pasar.
"Bu..saya mau membeli 5kg beras" ucap nesya
"iya .. sebentar ya" ucap salah satu penjual beras
dan disekitar nesya
"lihat itu bukannya anaknya neiya?"
"betul.. mengapa dia memakai jubah?"
"entahlah.. pastinya untuk menutupi wajahnya yang jelek itu hahahaha"
nesya yang mendengarkan perkataan tersebut hanya diam dan menunduk
tibalah sang penjual
"ini berasnya nesya..ohiya kamu jangan mendengarkan omongan busuk mereka ya..sama saja kau menyakiti hatimu" ucap sang pedagang
"iya . aku akan membiarkannya" sembari melihat beras yang ada di sebuah kantong plastik
"permisi ini bu..kan saya tidak membeli sebuah telur ayam .. pasti ini salah pesanan kan?" tanya nesya
"tidak nesya...itu buat kamu saja... sekali-kali buat Bonus kamu yang sering beli disini haha"
ahh terimakasih Bu..kalau gitu saya duluan
disepanjang perjalanan pulang nesya tidak sengaja menabrak seseorang
ahh
aduhh
telur ku jatuh:(
"hei kau kalau jalan hati-hati dong" orang yang memarahi nesya tiba-tiba melihat wajah nesya yang buruk rupa tersebut.
"ahh hahahah kau mengapa jelek sekali?.. pastinya ibu mu jelek kan ..oh tentu pasti hahaha"
nesya mendengar kalimat seseorang yang sedang menghina sang ibunda ia terus menangis dan menangis
"mengapa kau menangis ahahaha seperti anak kecil saja. memang itu kenyataannya bukan?"
akal jahat nesya kini mulai beraksi ia langsung mencekik seseorang yang menghina sang ibunda..
"kau boleh menghinaku sepuas yang kau mau!!!.. tetapi kau jangan menghina ibuku . kau sangat tidak pantas untuk mengucapkannya..kau lebih sampah daripada sampah!!" ucap kesal dan marah nesya
ahhh
to
tolong
a
a
a
aku
berjanji
a
a
a
a
akann
cihh
"kau mau berjanji apa hah?kau saja sudah meninggal... semua orang disini sama saja tidak ada bedanya membuatku geram saja..semoga orang-orang yang berbuat buruk kepadaku sama halnya dengan dirimu"
beberapa hari kemudian
tanpa hari tanpa henti adanya kabar duka yang terdengar ditelinga nesya
satu persatu tetangga yang ia anggap jahat kepadanya meninggal dunia...
kabar duka tersebut sempat membuat takut neiya
"mengapa akhir-akhir ini selalu ada kabar yang tidak mengenakan..itu semua membuatku takut" ucap neiya
"ibu maafkan aku"