"Arrgh-- Tolon-..."
----
panggil saja aku Dara
setelah kurang lebih seminggu setelah aku tersesat di hutan karena, keteledoran ku sendiri.
Sudah seminggu lebih aku tinggal di desa mutiara, desa ini masih sangat asri bahkan masih ada hutan-hutan di sini, singkat cerita aku pergi ke hutan membantu seorang nenek bernama Ijah, mengambil kayu bakar
tetapi di tengah jalan aku dan nek Ijah mendapatkan suatu kendala, tiba-tiba angin kencang datang di sertai dengan hujan lebat karna jalan di depan sudah dekat, aku dan nek Ijah pun memilih melanjutkan perjalanan
saat itu tepatnya pukul 17.42
tanpa nek Ijah sadari aku melihat sebuah benda melayang sekelabat, mungkin saja itu mereka karna ini adalah waktu yang pas untuk mereka menampakkan diri nya
setelah kejadian itu aku tidak bisa tidur dengan tenang, ketika aku tertidur aku selalu memimpikan hal-hal aneh di luar nalar manusia
semoga aku tidak pernah mendapatkan mimpi aneh itu lagi
----
jam menunjukkan pukul 21.55
"Dara kamu udah tidur?" tanya seseorang dari luar kamar ku itu adalah suara ibu ku
"belum bu, Dara masi--...." perkataan ku lantas terhenti ketika membuka pintu kamar ku tetapi tak ada siapapun di sana, 'mungkin ibu sudah pergi' pikir ku
aku kembali masuk kedalam kamar, sebelum tidur aku membiasakan diri untuk mengambil air wudhu membersihkan ranjang yang ingin ku tempati tidak lupa membaca surah Al-Mulk, Al-fatihah doa sebelum tidur dan surah-surah lain nya.
ku rebahkan tubuhku di atas kasur empuk, ku tutup sebagian tubuh ku dengan selimut dan aku memejamkan mataku
baru beberapa menit tertidur aku bangun, ku tatap jam dinding di kamar ku 03.15
tiba-tiba angin kencang datang dari arah jendela membuat jendela kamar ku terbuka, perlahan-lahan aku beranjak untuk menutup jendela
tapi...
ketika aku sampai di depan jendela aku terbelalak melihat seorang wanita dengan rambut panjang yang menutupi sebelah mukanya, dia memakai daster putih penuh darah amis dan lumpur
secepat kilat aku menutup jendela ketika wanita itu hendak menggapai leher ku dengan tangan nya yang penuh ulat serta belatung
tapi
saat aku menutup jendela itu tangan nya malah terputus karna berhimpitan dengan jendela nya. Tangan nya sudah terputus tapi kenapa masih bisa bergerak, wanita itu tertawa cekikikan di luar kamar, tangan nya yang terputus trus menerus menggeliat.
"kihihihihiiiiihi"
tawa nya menggelar di seluruh ruangan kamar ku, tanpa terasa air jernih keluar dari mataku. aku takut tak ingin merasakan semua ini
entah sejak kapan dan dari mana wanita itu sudah berada di dalam kamar ku bahkan tepat di hadapan ku, aku ingin berteriak tapi tidak bisa suara ku tidak bisa keluar
wanita itu mulai berjalan lebih dekat ke arah ku dengan satu kaki yang ia seret karna tulang nya yang patah
aku berjalan mundur hingga mementok sebuah tembok ku lirikan mata ku ke arah meja belajar yang berada di sebelah ku, baru saja aku ingin mengambil gunting untuk melawan nya tangan ku malah keram tidak bisa di gerakan.
"kihihihikhi...ikutlah dengan ku ke alam baka..." ucap wanita itu yang biasa kita sebut sebagai -kuntilanak
semakin ia mendekat semakin jantung ku tak akurat aku ingin berteriak, ia mulai menjamah leher ku bahkan tangan nya yang terputus tadi pun bisa tersambung kembali, benar-benar di luar logika.
ia mencekik ku membuat ku menganga kesakitan
"Arrghh tolong tol---" aku berteriak meminta pertolongan tapi nihil
"kihikihikihi"
bukan hanya mencekik bahkan ia mencakar perut ku dengan tangannya, sekuat tenaga aku berontak mencoba untuk melantunkan 'ayat kursi' aku membacakan surah tersebut dan aku langsung jatuh terduduk di atas lantai kamar.
wanita itu kepanasan karna ayat yang ku bacakan, wanita itu mendekat perlahan dan
/bukk
ia memukul kepala ku dengan keras dan seketika itu juga
gelapp...
aku terperanjat dari tidur ku lagi-lagi aku memimpikan hal aneh seperti itu, tapi ada yang berbeda sekarang. Aku menatap ke arah perutku yang merasakan sakit
darah
perut ku berdarah dan aku langsung mengambil cermin kecil di atas meja belajar ku, ada bekas di leherku bekas cekikan seseorang tadi malam
bukankah itu hanya mimpi?
sebenarnya itu mimpi atau nyata?