apakah berhasil? Saling betukar pandang di lapangan sekolah Dengan rasa canggung.
ialah sosok juvent siketua OSIS tersebut, saat melihat foto pengibaran bendera ku tahun lalu. foto yang kepala sekolah pasang di mading, tak kusangka dilihat olehnya. Aku yang berada di sampingnya takjub, baru pertama kali aku melihat ketua OSIS yg sifatnya dingin secara langsung dilihat oleh mata kepala ku sendiri bahwa dia tersenyum sambil melihat foto itu
“cantik sekali..” gumamnya kala itu.
“siapa? mana yang cantik?” tanyaku
“salah satu orang yang ada difoto” jawabnya
“Tunggu, namamu siapa?” tanyanya
“April kak.” jawabku pendek
“oh kamu anak kelas 8 A.” jawab dia yang mengetahui letak kelasku dengan benar
Sejak saat itu, entah mengapa seperti tersihir matanya. Caranya tersenyum seolah membuat matanya pun ikut tersenyum. mencuri pandang di jendela kelasku yang berseberangan dengan kelasnya.
Sampai pada semester genap terakhir kelas delapan, di saat perpustakaan kosong, itulah keberanianku pertama kali untuk mengajaknya berteman. Entah mengapa, dengan wajah yg sangat kaku ia pun menganggukan kepala tanda setuju. Momen itu akan aku ingat seumur hidupku.
Beberapa bulan berjalan, aku dan dia hendak pulang bersama. Tetiba ia menghentikan langkah tepat di depan majalah dinding. Ia menghadap langsung dan bertanya,
“Kamu tahu, kenapa aku mau nerima kamu?”
“Kenapa?”
“karena cuman kamu satu satunya perempuan di sekolah ini yg berani mengajak saya berteman”
Aku hanya tersenyum lalu ia pun membalasnya dengan senyuman kembali. Entah kenapa, aku merasa menjadi orang yang beruntung. Mungkinkah ini dampak dari jatuh cinta pada cowo dingin ?