Sekretariat Persma
08.55
Aku ikut training jurnalistik di Gelanggang Mahasiswa.
Aku menghitung pesertanya ada 11 mahasiswa dan 12 mahasiswi.
Aku mendengarkan penjelasan 3 narasumber.
Aku mencatat 11 kata dan istilah.
*****
Berita
Koran
Media
5W 1H
Penulis
Internet
Majalah
Kuli tinta
Jurnalistik
Pemburu berita
Teknologi Informasi
*****
Sekretariat Silat
15.45
Aku buka tas merah hitam.
Aku ambil HP Motorola bertanduk.
Aku suka gadget pemberian Mbak Ipar itu.
Aku on Hape yang dibeli di Singapura.
I press message button slowly.
I read again a part of short message service from Aris, Si Pangeran Katak. Haha ....
*****
Penyair dan mistikus besar Muslim Jalaluddin Rumi:
Tak pernah, sungguh, seorang pencinta mencari tanpa dicari oleh yang dicinta.
Ketika kilat cinta menembus hati ini, tahulah ia cinta itu pun ada dalam hati itu.
Kala cinta Tuhan timbul dalam hatimu, Tuhan sedang mencintai engkau.
Tiada suara tepuk tangan hanya dengan satu tangan.
Hikmat ilahi itu takdir dan firman yang menjadikan kita pencinta untuk yang lain.
Berkat takdir itu setiap bagian dunia berpasangan.
*****
Aku merenung.
Aku ingat Dhea.
Aku bayangkan Dhea pakai jas praktikum.
Aku bayangkan Dhea lagi praktikum memeriksa gigi temannya.
Aku bayangkan Dhea lagi tersenyum.
I stop my imajination.
Aku bertanya pada diri sendiri, sedang apakah Dhea sekarang?
Aku tau Sekre nggak jauh dari Perpustakaan Kampus.
Aku hanya butuh 5 menit untuk sampai ke sana.
Aku lihat Hari lagi tiduran di lantai Sekre.
Aku pamit kepada Hari untuk ke Perpus sebentar aja.
Aku lihat Dewi lagi jalan ke Sekre.
Aku batal ke Perpus.
"Hai Dewi, capek nggak?"
Aku basa-basi sama Dewi.
Aku lihat dia pakai seragam Merpati Putih.
Aku lihat dia pakai jilbab biru muda.
"Hai juga, Aji. Mesti aku keduluan kamu terus. Kamu penunggu Sekre ya? Haha ...!"
Aku dengar kata-kata Dewi.
Aku suka-suka aja sih sama candaan Dewi.
Aku tau hanya dia emang suka bercanda dan ketawa lepas gitu.
Aku lihat dia semakin cantik aja.
Hhmm ...
"Iya, Wi. Aku kan penunggumu. Haha ..."
Aku jawab sembari ketawa.
Aku lihat Dewi diam 1000 kata.
Aku lihat dia menaruh tasnya di loker Sekre nomor 11.
Aku lihat Barus, Leo, dkk berdatangan ke Sekre.
Aku lihat Sang Pelatih mendekati Sekre.
Aku dan kawan-kawan berlari menuju lapangan indoor Gelanggang.
Aku lihat Sang Pelatih menyusul kami.
Aku berlatih pencak silat bersama Hari, Dewi, dkk dengan penuh semangat.