Suatu hari Azlen dan kakaknya bermain di sebuab rumah merah di dekat rumahnya, kakaknya minta Azlen untuk tinggal di luar, dan dia masuk ke rumah merah sendirian, tiba-tiba kakaknya berteriak "Ah" dan kemudian tidak ada suara lagi, Azlen berteriak "Kakak,kakak!" tapisang kakak tidak kunjung keluar, bingung Azlan kemudian memberanikan diri untuk masuk.
Rumah peninggalan Belanda itu sudah cukup lama kosong, biasa untuk anak-anak main di halaman rumah tersebut, termasuk Azlan dan kakaknya, Viona. Baru juga masuk hawanya tiba-tiba berubah dingin, Azlan seperti mendengar suara anak-anak berlarian, tertawa cekikikan, diaterus masuk ke dalam rumah.
"Kakak !!! ayo pulang sudah sore!"
teriak lagi Azlan
Tapi tudak ada yang menyahut, dia terus menelusuri rumah berlantai 2 tersebut, debu penuh sarang laba-laba, beberapa perabot yang berserakan, kriett....suara pintu yang tertiup angin, Azlan terus mencari sang kakak tanpa tahu di belakangnya ada bayangan putih yang melintas cepat.
"Kakak"
teriak Azlan.
Bayangan itu kembali melintas di belakang Azlan, di tangan kirinya bayangan itu menarik sebuah rambut panjang hitam lurus, itu adalah Viona,yang di tarik sosok bayangan putih yang menggantung di atas lantai, dia teriak minta tolong tapi Azlan tidak mendengar.
Azlan terus berjalan tanpa ragu masuk sampai ke lantai 2, ada sebuah mainan yang menarik perhatiannya, sebuah mainan yang dibuat pada zaman belanda bahanya dari besi bergambar orang atau santa biasanya, berfungsi sebagai pajangan atau mainan anak-anak yang mengajarkan tentang pola keseimbangan.
Jika bandul besinya digerakkan maka mainan akan bergerak kebawah dan keatas tanpa jatuh padahal ujung tumpuan mainan ini runcing, sehingga cukup unik dan pasti semua anak menyukainya, termasuk Azlan, dia terus menaik turunkan mainan tersebut yang kemudian tiba-tiba mainan tersebut bergerak dengan cepat, padahal Azlan tidak menyentuhnya.
Takut dan bingung dia berlari ke arah pintu, sayangnya pintu tiba-tiba tertutup kencang, Bbbrrruuuuaaakkk !!! situasi makin tidak terkendali, Azlan terus berlari dan berteriak minta tolong, tiba-tiba tangannya di tarik seorang anak kecil di balik tangga.
Anak kecil bertubuh pucat itu menutup mulut Azlan, dengan matanya sendiri Azlan melihat ada 5 anak yang bersembunyi di bilik anak tangga, semua nya terlihat pucat seperti mayat, tapi Azlan tidak bisa bersuara saking takutnya.
Kelima anak tersebut memberi tanda agar Azlan tidak mengeluarkan suara, tidak lama kakaknya Viona mencari Azlan yang bersembunyi, tapi terlihat aneh, dia berjalan dan bertingkah seperti biasanya.
"Azlan...main petak umpet yu? kamu di mana?Azlan keluar"
ucap Viona.
Mendengar suara kakaknya, Azlan hendak keluar tapi di tahan oleh ke lima anak tersebut, mereka tidak bicara hanya menggelengkan kepala memberi tanda agar Azlan jangan kekuar.
Karena yang bicara bukan Viona kakaknya, melainkan seorang hantu wanita yang mereka panggil madam, dia pemilik rumah tua tersebut, warga biasanya menyebut rumah merah, karena pemilik rumah yang meninggal akibat insiden berdarah, dia tidak suka akan anak-anak berteriak, setiap anak yang bermain petak umpet di rumahnya akan hilang.
Termasuk mereka kelima anak tersebut, Viona yang awalnya masuk biasa saja, sampai dia berniat mengerjai sang adik, dengan berteriak "Ah" kemudian bersembunyi, tanpa di sadari hal itu malah mengundang madam datang dan langsung menarik rambut panjang Viona, teriakan Viona tidak berguna, tidak ada yang mendengarnya.
Azlan tidak peduli akan peringatan kelima anak tersebut, dia keluar dan mengejar sang kakak, sampai di suatu kamar, Azlan mendapati tubuh sang kakak tergantung di dinding dengan kepala di bawah lalu memutar, sentak Azlan berteriak kencang "Aaarkkkkk!!!!!"
Sampai hari ini, Azlan dan kakaknya tidak di ketahui keberadaannya, kini arwah anak-anak itu bermain bebas di rumah madam, permainan favorit adalah petak umpet, dimana si madam akan mencari anak-anak yang bersembunyi.
.
.
.
Tamat
terimakasih yang sudah mampir dan baca 😘