Suatu hari Azlen dan kakaknya bermain di sebuah rumah merah di dekat rumahnya. Mereka berdua bersenang-senang sambil tertawa. Namun ada seseorang atau entah apa, melihat Azlen dan kakaknya.
"Ye, Azlen menang lagi!!"kata Azlen dengan penuh kesenangan. Sedangkan kakaknya mengelus puncak kepalanya Azlen dengan lembut. Kakaknya sangat menyayangi adiknya karena Azlen adik satu-satunya yang harus dia jaga.
"Zlen, kakak ke rumah itu dulu ya!?"kata kakaknya sambil menunjuk kearah rumah merah tersebut.
Azlen mengangguk kepala dan melanjutkan bermain sendirian. Dia tidak tahu apa yang dilakukan kakaknya itu. "Kakak hati-hati"ujarnya.
Kakaknya minta Azlen untuk tinggal di luar, dan dia masuk ke rumah merah sendirian. Kakak melihat sekeliling rumah tersebut dengan mata berbinar-binar. Dia kagum melihat isi rumah tersebut.
Azlen asyik bermain dengan kesenangan. Dia sangat suka sekali bermain di dekat rumah merah.
Tiba-tiba, kakaknya berteriak"Ah", dan kemudian tidak ada suara lagi.Azlen berteriak"kakak! Kakak!"
Azlen berusaha sekuat tenaga untuk mendobrak pintu dengan sekuat tenaga. Saat memasuki rumah tersebut, kakaknya menghilang dari pandangannya. "Kak, dimana?"tanyanya sambil mencari-cari.
Kakaknya pingsan di sebuah kursi panjang dan tampak tidak berdaya. Dia seperti orang yang sedang sakit namun berbeda. "Kak, kakak bangun!!"
"Anak kecil, kenapa kamu kesini?". Seseorang bertanya, membuat Azlen mencari keberadaannya. Namun dia tidak bisa melihat siapa yang bertanya barusan.
"Apakah kamu ingin m*ti bersamaku?"
"Siapapun kamu, tunjukkan wajahmu dihadapanku sekarang!!". Azlen mencari asal suara tersebut walaupun dia ketakutan.
Sebuah benda bergerak sendiri lalu melayang di udara. Azlen bisa melihat benda yang berbentuk orang. Benda tersebut kemudian pecah dan memunculkan seorang pria. Pria dengan bentuk tubuh besar dan memakai sebuah kalung yang memiliki kekuatan di dalamnya.
"Siapa kamu?"tanya Azlen sambil menunjuk dengan jarinya.
"Kamu dan kakakmu tidak hidup di dunia manusia seharusnya." Kata pria itu lalu memakai kalungnya. Dia menerbangkan tubuh Azlen keatas dengan kekuatannya. Lalu bergantian kakaknya Azlen.
"Kakak, bangun!!"
"CK, dasar bodoh. Dia tidak akan bangun karena dia pingsan cukup lama. Mungkin... sekitar sejam dia pingsan."pria tersebut tersenyum semirik.
"Bukankah kamu orang yang ada di dalam game kakak?". Azlen mengingat permainan kakaknya waktu itu.
"Hahaha, kamu sadar?"
'Aku harus membuat dia terkurung di dalam selamanya' batin Azlen. "Benar aku baru sadar. Kamu tidak selayaknya ada disini. "
"Azlen, lebih baik kamu ikutlah denganku. Jika kamu di dunia manusia, kamu akan dihina mereka. Hidupmu akan menderita sampai kamu m*ati. Azlen, ikutlah denganku dan berperang melawan penjahat." Ujar pria itu membuat Azlen terdiam.
"AKU TIDAK MAU IKUT BERSAMAMU"Azlen berteriak keras. Matanya bahkan sampai memerah.
"Ah, kamu tidak bisa menolaknya."
"Hah, KENAPA TIDAK?"
Pria itu tertawa senang terbahak-bahak. "Kakakmu saja setuju jika bermain bersamaku. "
'Sejak kapan kakak mau bersama pria itu?"batinnya bertanya-tanya.
Sebuah kalung bersinar terang di leher Azlen dan kakaknya. Ada sebuah kekuatan di dalam kalung tersebut. Azlen melepaskan diri dengan menggunakan kalungnya itu. "Kamu, MUSNAHLAH!!"
Sebuah kekuatan keluar dari tangan Azlen dengan kuat.
"Tidakkkk". Pria itu menghilang dari rumah tersebut. Seketika rumah merah menjadi sebuah pesawahan yang subur.
"A-apa ini?"Azlen memegang kalungnya. "Kenapa ada kekuatan seperti itu? Apakah ini mimpi?". Azlen menepuk pipi untuk menyadarkannya.
"Azlen, sebenarnya.."kakaknya terbangun. "Kamu mempunyai kekuatan pengendali petir dan juga hujan. Maafkan, maafkan kakak ini. Sudah.. saatnya...kamu tahu.. sekarang."katanya terbata-bata.
"Hah hah". Nafas Azlen terputus-putus. "Kakak, kenapa tidak kasih tahu ke aku dari dulu?"tanya Azlen kecewa.
Kakaknya duduk dengan bantuan Azlen. "Azlen, kamu harus bertarung dengan seorang iblis jahat dengan kekuatanmu itu. Kakak tidak bisa melawan mereka sendirian. Kakak... butuh kamu!!"
Azlen menghela nafas panjang dan tersenyum. "Azlen mau bertarung dengan iblis jahat bersama kakak. Tapi..." Azlen menjeda ucapannya. "Apakah papa mama sama dengan Azlen?"
Kakaknya menggeleng kepala dan dia memegang tangan Azlen. "Kita.. ada di dunia yang berbeda. Kamu ikut sama kakak ya!?". Kakaknya berharap Azlen mau ikut ke dunia lain.
"Kalau itu mau kakak.. Azlen mau". Azlen memeluknya erat karena dia menyayangi kakaknya. "Azlen sayang kakak"
Kakaknya menutup matanya dan menghilang dengan secepat kilat.
***
Terimakasih buat yang sudah mampir!!🤗🤗