"Jadi, kakak adalah vampir? Kalau benar.. Kakak Vampir, Aku Menyukaimu!"
....................................................................................
Namaku Kim Yuu-Ran, usiaku lima belas tahun. Saat ini, aku masih kelas 1 SMA. Aku tinggal bersama kedua orang tuaku di Seoul, Korea Selatan.
Saat ini, kelas 1 - 3 alias kelasku, sedang jam kosong pada pelajaran penjas. Jadi, kami semua sudah berkumpul di halaman depan untuk olahraga sesuka kami, toh sekarang sedang jam kosong.
Tapi, kami masih belum bisa olahraga, sebab lapangannya masih di pakai oleh kakak kelas kami, dari kelas ( 3 - 2 ). Sekilas tidak ada yang aneh, hanya saja aku melihat ada seorang laki-laki yang merupakan kakak kelasku, dia sedang duduk sendirian sambil memasang tatapan kosong. Dia duduk seorang diri di tempat yang agak teduh.
Bagaimana denganku? Aku tidak sendirian saat ini. Aku sedang bersama dengan Park Eun-Ha, teman sekelas ku. Supaya tidak sunyi, aku pun membuka topik pembicaraan dengannya.
"Eun-Ha, apa.. kau mengenal nya?" tanyaku memulai pembicaraan.
"Hmm? Siapa?" tanya Eun-Ha, dia belum mengerti maksud ku.
"Itu, yang duduk sendirian di sana?" tanyaku tanpa menunjuk orangnya. Dia langsung peka.
"Ooh itu. Itu kak Lee Hyun-Jae. Masa kamu ngga kenal?"
"Nggak, aku kan niatnya buat sekolah, cari ilmu, bukan cari cowo ganteng." Jawabku. Ya, kalau dipikir-pikir, kak Hyun-Jae memang sangat tam-, Hmm tidak. Maksudku, dia memang tampan.
"Bilang aja kamu naksir. Ciee.." begitulah Park Eun-Ha. Suka sekali membuatku kesal. Dia bilang, wajahku malah tambah imut kalau aku sedang marah, kesal, merajuk, dan sebagainya.
"Tidak akan." ucapku dengan pasti, supaya tidak jatuh cinta kepada siapapun. Tapi, ketegaran ku mulai goyah saat kak Hyun-Jae memandang ke arah kami.
"Itu, dia melihat ke arah mu." goda Eun-Ha sambil menyikut lenganku.
"Tidak, dia hanya melihat sekilas ke arah kita." ucapku. Aku merasa sedikit menyesal karena telah memulai topik dengannya. Kemudian aku memalingkan wajahku.
......................................................................................
Setelah pelajaran olahraga berakhir, kami kembali ke kelas setelah mengganti pakaian olahraga kami. Sekarang jadwalnya pelajaran matematika.
"Guru matematika sedang sibuk dan tidak bisa datang hari ini, jadi tugas matematika yang kemarin kumpulkan padaku." ucap Kwon Dae-Hyun, si ketua kelas setelah kembali dari ruangan guru.
"Hah?! Bagaimana ini? Aku lupa mengerjakan tugas." batinku setelah mendengar kalimat yang dikatakan Dae-Hyun.
"Yang tidak mengerjakan tugas, harus membersihkan atap saat pulang sekolah sebagai hukuman." lanjut Dae-Hyun setelah beberapa siswa-siswi mulai menyerahkan buku latihan matematika kepadanya.
"Kim Yuu-Ran, mana tugasmu?" Dae-Hyun bertanya kepada ku.
"Mianhae (maaf), aku lupa." ucapku meminta maaf setelah Dae-Hyun bertanya padaku.
"Wae? (kenapa)."
"A.. aku ketiduran semalam dan tidak sempat mengerjakan tugas."
........................................................................................
Pada akhirnya, aku benar-benar di hukum untuk membersihkan atap sekolah saat yang lain pulang sekolah. Sialnya, hanya aku yang dihukum. Tapi, ada yang tidak terduga. Saat aku hampir selesai membersihkan, ada seseorang yang datang.
"Kak Lee Hyun-Jae? Apa yang kau lakukan disini?" tanyaku setelah aku menyadari keberadaannya.
"Tidak apa." jawabnya singkat. Aku senang karena bukan aku tidak sendirian di sini.
Tapi meskipun begitu, kami belum terlalu akrab. Sebab dia lebih senior daripada aku. Dan.. detak jantungku menjadi tidak karuan saat di dekatnya.
....................................................................................
Singkat cerita, aku sudah selesai menjalani hukumannya. Aku sedang duduk sambil menyandarkan tubuhku pada penghalang yang sengaja dipasang di atap. Menikmati angin sore dan melihat pemandangan langit yang berwarna jingga bergradasi biru. Membuat mataku berat akibat mengantuk. Dan akhirnya, aku pun tertidur. Sebelum aku benar-benar tertidur, aku merasa ada yang menyandarkan kepalaku ke pundak seseorang. Rasanya.. ya lumayan.
...................................................................................
Ya ampun! Aku sudah tertidur selama satu jam. Hari sudah sangat sore. Sekitar jam setengah enam sore. Aku mengerjapkan mataku, mencoba melihat sekeliling. Tapi..
"Ugh.. kenapa leherku sakit? Hah, darah?" tanya ku pada diriku sendiri sambil mengusap leherku bagian kiri dan mendapati ada noda merah di telapak tanganku. Aku mencoba melihat apakah ada orang di sekitarku? Dan ternyata ada kak Lee Hyun-Jae yang sedang duduk si samping ku. Ternyata dia yang menyandarkan kepalaku tadi. Aku benar-benar tidak menyangka.
"Hah?! Apa yang kak Lee lakukan disini?" tanyaku sambil beranjak berdiri. Apa kak Lee Hyun-Jae telah melakukan sesuatu padaku?
"Sekarang, kamu adalah milikku." ucapnya sambil mengusap cairan merah di sudut bibirnya. Bagaimana aku tidak menyadari nya tadi?
"A.. apa maksudmu?"
"Aku telah menghisap darahmu, itu berarti kau telah menjadi milikku."
"Jadi, kakak adalah vampir? Kalau benar.. Kakak Vampir, Aku Menyukaimu! Saranghae!" ucapku tanpa rasa takut sedikitpun, meskipun aku tengah berhadapan dengan seorang vampir. Ya, Hmm sebenarnya aku memang sudah menyukainya. Bahkan sejak pertama kali aku melihatnya.
"Aku.. aku juga menyukai mu. Tapi, tolong jangan beritahu siapapun tentang identitas ku, mengerti?" tanya Hyun-Jae sambil menempelkan dahinya pada dahiku. Hembusan nafasnya terasa dingin, mungkin karena dia seorang vampir.
"Chagia, sekarang sudah mau malam. Kau tidak ingin pulang?" tanya Hyun-Jae. Aku terkejut karena Hyun-Jae si vampir yang dingin itu memanggil ku dengan sebutan 'chagia' yang artinya adalah sayang.
"Iya, aku akan pulang." jawabku.
"Aku akan mengantarmu. Aku akan melindungi mu." Ucap Hyun-Jae. Dilihat dari sifatnya, dia adalah salah satu tipe cowo yang setia. Entah aku tau dari mana atau mungkin hanya firasat.
...............................................................................
Mulai hari ini, aku mempunyai hubungan spesial dengan seorang vampir. Hubungan kami menjadi rahasia. Rasanya menyenangkan, aku selalu merasa dilindungi, dia lumayan protektif. Meskipun, kadang-kadang dia mengajakku ke tempat sepi dan menghisap beberapa liter darahku untuk memenuhi kebutuhannya. Tapi, aku suka. Aku benar-benar sudah jatuh cinta dengan seorang vampir!
~ Tamat ~
- Hanya fiksi
- Setting : Korea Selatan
- Jangan lupa like dan komen.
- Semoga terhibur ya!