2 Years Left by Dhea Jaredhea
─━━━━━━•❁❀❁•━━━━━━─
Ada Seorang gadis kecil yang sedang duduk di bangku taman sebuah rumah sakit. Ia sedang memperhatikan anak anak yang menjadi pasien rumah sakit itu sedang bersama keluarganya, anak anak itu tersenyum bahagia.
Tiba-tiba ada perawat perempuan yang mendekatinya dan duduk disebelahnya. Perawat itu adalah Perawat yang merawat gadis kecil itu secara pribadi. Gadis itu bernama Gabriel.
===================
Gabriel, Seorang gadis yang mengalami penyakit yang membuat dirinya berumur pendek. Sayang sekali seorang gadis yang berumur 12 tahun itu sudah berumur pendek. Gabriel sebenarnya adalah gadis yang sangat ceria, ramah, dan sopan kepada perawat dan dokter yang ada di rumah sakit itu.
===================
Gabriel sangat ingin merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Namun sepertinya itu sangat mustahil. Gabriel adalah seorang anak konglomerat. Walau anak konglomerat, orangtuanya sama sekali tidak pernah menjenguk Gabriel dirumahsakit.
Hari sudah menjelang malam. Perawat pribadi Gabriel meminta agar Gabriel masuk ke kamarnya. Gabriel yang mendengarnya lantas tersenyum dan langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
Malam hari pun tiba. Gabriel sudah selesai makan malam. Gabriel sangat ingin bertemu orang tuanya. Sudah berkali-kali Gabriel meminta kepada perawat pribadinya untuk menelepon orang tuanya, namun tidak di angkat oleh mereka.
Dalam hati sesosok Gabriel, ia memimpikan bahwa ia tertawa bahagia bersama kedua orang tuanya. Gabriel hanya duduk melamun di atas tempat tidurnya.
"Nona, anda mau melakukan apa, biar kak Esta bantu" ucap lembut perawat pribadi Gabriel.
"Gabriel mau keruangannya pasien anak anak yang koma ada?" tanya polos Gabriel.
"Ada Nona, mari kak Esta anterin" balas Esta lembut.
Gabriel pun turun dari kasurnya dan mengambil salah satu boneka kesayangannya yang selalu ia peluk ketika tidur. Ia dan Esta berjalan menuju ruangan pasien anak anak yang koma tersebut.
Gabriel membuka pelan pintunya. Pasien itu adalah seorang perempuan yang kira-kira berumur 3 tahun lebih muda darinya. Ia mendekat ke pasien itu dan menaruh boneka yang tadi ia bawa kedalam dekapan anak itu.
"Hai, kamu cantik banget, ini Gabriel ada hadiah buat kamu, simpen baik-baik yaa, jangan sampai rusak, boneka ini yang selalu bikin Gabriel bangun terus, jadi wahai boneka kamu tolong cepet-cepet bangunin dia ya, kasihan mama nya" Ucap Gabriel.
Gabriel sangat sering mendatangi kamar pasien dari yang anak-anak sampai yang lansia. Ia selalu memberi semangat kepada para pasien itu hingga sembuh. Hampir tidak ada yang tidak mengenal Gabriel di rumah sakit tersebut.
Setelah mengantarkan boneka itu, Ia langsung pergi keluar menuju kamarnya untuk tidur. Pagi harinya seperti biasa. Esta sang perawat pribadi Gabriel membawakan sarapan yang berisi sebuah bubur, buah, dan juga susu. Gabriel menerima makanan itu dan langsung memakannya dengan lahap. Setelah selesai makan, Ia memberikan nampan yang berisi piring-piring makanan yang kosong, yang telah dihabiskan oleh ia. Esta mengembalikan nampan tersebut, dan membantu Gabriel untuk mandi.
Hari ini adalah hari dimana Gabriel harus pemeriksaan yang dilakukan seminggu sekali. Dokter muda tampan memasuki kamar Gabriel sambil tersenyum. Gabriel di periksa dan ia hanya tinggal mengunggu hasil ketika tadi ia diperiksa. Ia sudah menebak bahwa tubuhnya tidak ada kemajuan sama sekali, yang membuat ia harus tetap berada dirumah sakit itu lagi. Namun kali ini tebakannya salah.
Gabriel diberi tahu bahwa sisa umurnya adalah 2 tahun lagi. Kabar itu membuat seisi rumah sakit itu kaget termasuk Gabriel sendiri. Gabriel dengan polosnya bertanya kepada dokter dan perawat pribadi nya.
"Kak Esta, kalau umur Gabriel udah ketahuan. berapa lama lagi, apakah Gabriel bisa keluar dari rumah sakit ini dan pergi menemui mama dan papa??"
Esta yang mendengarnya langsung diam seribu kata. Ia tak tau harus berkata apa kepada Gabriel. Begitupun sang dokter yang berada juga didalam kamar Gabriel.
"Ayolah plis ya kak, ijinin Gabriel ketemu sama orang tua Gabriel"
Gabriel sangat memohon kepada Esta untuk mengijinkannya bertemu orang tuanya. Bukannya Esta melarang, Esta sangat tidak ingin hati Gabriel hancur melihat keadaan orang tuanya saat ini. Namun karena sifat. Gabriel yang sangat susah sekali ditolak, ahkirnya setelah sekian lama Esta pun menginjnkan Gabriel bertemu dengan orang tuanya yang berada di Kanada.
~~~~~~~~~~~~~~~
Pihak rumah sakit memberikan penghormatan kepada sosok Gabriel yang telah menemani mereka selama 10 tahun ini. Tak dikit dari mereka yang menangis karena kepergian Gabriel dari rumah sakit tersebut. Mereka sangat beruntung bisa bertemu sesosok gadis yang berhati malaikat seperti Gabriel.
Gabriel berjalan masuki mobil. Bersama dengan Gabriel, Esta pun juga ikut Gabriel untuk bertemu orang tuanya. Perjalanan dari Paris menuju Kanada lumayan lama.
~~~~~~~~~~~~~~~
Sesampainya di Kanada, Gabriel melanjutkan perjalanannya menuju kediaman keluarganya. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit dari bandara ke kediaman keluarganya, ahkirnya ia sampai disana.
Dari kejauhan sudah terlihat kediaman keluarganya. Kediaman keluarganya sangat besar, Ber arsitektur nuansa Eropa, dan dipenuhi tiang-tiang besar yang berada di sekeliling rumahnya.
Tidak ada satupun pelayan yang terlihat untuk menyambut Gabriel. Gabriel dan Esta yang dibelakangnya mulai mendekati pintu utama dan membukanya, Ia melihat bahwa seluruh tata letak barangnya sudah sangat berubah drastis. Gabriel langsung berlari menuju kamar yang ia tinggali dulu, bukannya kamar bernuansa pink muda yang terlihat. Namun sebuah gudang.
Hati Gabriel hancur seketika melihat kamar yang ia tempati dulu Berbah menjadi sebuah gudang. Gabriel memasuki kamarnya yang sudah menjadi gudang dan menemukan foto keluarganya dulu berada disana. Saat Gabriel keluar dari kamarnya itu, ia melihat bahwa papanya sudah berdiri menatap tajam kearah Gabriel. Gabriel yang melihat papanya itu langsung berlari dan memeluk erat papanya itu. Bukannya dibalas pelukannya, Gabriel malah dihempaskan oleh papanya dengan kasar hingga Gabriel jatuh dan kepalanya terbentur oleh lantai. Samar-samar terlihat sesosok wanita bersama anak laki-laki mendekati ia dan papanya.
"Eh, dia siapa mas, anak pembantu kah?" Tanya sesosok wanita tersebut.
Gabriel yang mendengar perkataan wanita itu sontak langsung melihat wajahnya, ternyata wajah wanita itu sama persis seperti di foto keluarga yang dipajang diruang tamu.
Gabriel mencoba berdiri dan berjalan keluar dari rumah itu. Di luar rumah ia melihat pelayan yang dari dulu bekerja dirumahnya sebelum ia lahir. Ia langsung berjalan menuju ke arah pelayan itu.
"Ini Bi Sumbi ya?" Tanya lembut Gabriel kepada pelayan itu.
"E..eh iya, nama saya Sumbi, nona ini siapa ya?" Tanya balik pelayan itu sopan.
"Saya Gabriel bi" Gabriel tersenyum manis kepada pelayan itu.
"N..non Gabriel" pelayan itu terkejut dan langsung memeluk Gabriel sangat erat, mereka terlihat seperti ibu dan anak jika dari jauh.
"Hehe, masih inget aja sama Gabriel" Gabriel membalas pelukan dari pelayan itu.
"Nona selama ini kemana aja, saya selalu nyariin non" Pelayan itu menangis.
"Selama ini Gabriel ada di Paris BI buat pengobatan, jangan nangis dong bi" Gabriel mengusap lembut air mata yang menetes di pipi pelayan tersebut.
"Nona sekarang udah besar, tambah cantik aja"
"Haha makasih ya Bi pujiannya, bi Sumbi juga tambah cantik lho"
"Non Gabriel bisa aja, Nona kapan pulang ke sini?"
"Baru aja sampe bi"
"bi Sumbi, sebenernya Gabriel kesini buat ketemu sama papa dam mamah, karena umur Gabriel udah engga panjang lagi, kebetulan juga Gabriel udah engga dianggep sama papah, apa bisa Gabriel tinggal bareng bibi?" tanya Gabriel.
Pelayan itu yang mendengar pernyataan Gabriel kaget, ia tidak menyangka bahwa nona asli dari keluarga ini tidak di anggap oleh nyonya dan tuan ini. Pelayan itu langsung mengajak Gabriel ke tempat tinggalnya yang berada tidak jauh dari rumah itu, tepat di taman belakang rumah itu. Pelayan itu mengatakan bahwa orang tua Gabriel sudah cerai 2 tahun yang lalu, disaat umur Gabriel 6 tahun.
─━━━━━━•❁❀❁•━━━━━━─
Tidak terasa waktu sudah berjalan selama 2 tahun. Selama 2 tahun itu Gabriel berusaha mengajak papa dan mamanya untuk bertemu, namun usahanya sia-sia. Tiba disaat Gabriel merasakan sakit yang amat sangat dikepalanya, yang membuatnya jatuh pingsan dan dibawa kerumah sakit. Mamanya yang mendapat kabar dari BI Sumbi langsung buru-buru pergi kerumah sakit untuk menemui anaknya.
Anaknya kini berada di dalam ruang ICU dalam keadaan yang kritis. Mamanya terduduk kaget melihat kondisi anaknya sekarang ini. Papanya dan istri barunya bersama dengan anak laki-laki nya langsung menyusul mantan istrinya menuju rumah sakit.
Papa Gabriel juga sama terkejutnya melihat kondisi anaknya yang kini sedang kritis di dalam ruang ICU. Tiba-tiba alat pendeteksi detak jantung itu yang awalnya normal-normal saja kini sudah menjadi sebuah nada yang datar. Mendengar itu, membuat para dokter langsung berusaha mengembalikan detak jantung itu, namun sayang. Sudah terlambat.
Mama dan papa Gabriel yang melihat anaknya sudah pergi meninggalkan dunia ini langsung menangis, begitu juga Esta dan bi Sumbi.
Disaat jasad Gabriel sedang dimandikan oleh pihak rumah sakit, Esta memberikan secarik kertas yang sudah ditulis Gabriel 2 tahun yang lalu, dan sudah dititipkan oleh Gabriel untuk diberikan kepada orang tuanya. Orang tua Gabriel langsung mengambil secarik kertas tersebut, dan membacanya:
-𝑀𝑎ℎ, 𝑃𝑎ℎ 𝑖𝑛𝑖 𝐺𝑎𝑏𝑟𝑖𝑒𝑙, 𝐺𝑎𝑏𝑟𝑖𝑒𝑙 𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑑𝑖𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑡𝑎𝑢 𝑘𝑎𝑙𝑎𝑢 𝑔𝑎𝑏𝑟𝑖𝑒𝑙 𝑏𝑎𝑘𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑑𝑢𝑛𝑖𝑎 𝑖𝑛𝑘 𝑑𝑢𝑎 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑙𝑎𝑔𝑖, 𝐺𝑎𝑏𝑟𝑖𝑒𝑙 𝑖𝑟𝑖 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑎𝑛𝑎𝑘-𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑠𝑖𝑛𝑖, 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑎𝑛𝑖 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑚𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑎𝑝𝑎 𝑛𝑦𝑎, 𝑠𝑒𝑑𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑛 𝐺𝑎𝑏𝑟𝑖𝑒𝑙 𝑒𝑛𝑔𝑔𝑎, 𝑐𝑢𝑚𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑒𝑛𝑖𝑛 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑘𝑎𝑘 𝐸𝑠𝑡𝑎. 𝐺𝑎𝑏𝑟𝑖𝑒𝑙 𝑝𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑏𝑎𝑛𝑔𝑒𝑡 𝑘𝑒𝑡𝑒𝑚𝑢 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑘𝑎𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑚𝑎ℎ 𝑝𝑎ℎ, 𝐾𝑒𝑛𝑎𝑝𝑎 𝑘𝑎𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑒𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑗𝑒𝑛𝑔𝑢𝑘 𝐺𝑎𝑏𝑟𝑖𝑒𝑙, 𝑘𝑎𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑙𝑢𝑝𝑎 𝑦𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝐺𝑎𝑏𝑟𝑖𝑒𝑙. 𝑆𝑒𝑏𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑙𝑎𝑔𝑖 𝐺𝑎𝑏𝑟𝑖𝑒𝑙 𝑏𝑎𝑘𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑘𝑒 𝐾𝑎𝑛𝑎𝑑𝑎 𝑚𝑎ℎ 𝑝𝑎ℎ, 𝑀𝑖𝑠𝑎𝑙𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑐𝑎 𝑠𝑢𝑟𝑎𝑡 𝑖𝑛𝑖, 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑟𝑡𝑖 𝐺𝑎𝑏𝑟𝑖𝑒𝑙 𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑡𝑢𝑏𝑢ℎ 𝑛𝑦𝑎 𝐺𝑎𝑏𝑟𝑖𝑒𝑙, 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑑𝑖𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ 𝑠𝑎𝑘𝑖𝑡 𝐺𝑎𝑏𝑟𝑖𝑒𝑙 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑏𝑎𝑖𝑘 𝑙ℎ𝑜 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑖𝑛, 𝐺𝑎𝑏𝑟𝑖𝑒𝑙 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡𝑖𝑛 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎, 𝐺𝑎𝑏𝑟𝑖𝑒𝑙 𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ ℎ𝑎𝑑𝑖𝑎ℎ, 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑒𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑙𝑢𝑝𝑎 𝑑𝑜𝑎. 𝑃𝑜𝑘𝑜𝑘𝑛𝑦𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝐺𝑎𝑏𝑟𝑖𝑒𝑙 𝑙𝑎𝑘𝑢𝑖𝑛 𝑖𝑡𝑢 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖 𝑎𝑗𝑎𝑟𝑖𝑛 𝑚𝑎𝑚𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑎𝑝𝑎 𝑘𝑜𝑘, 𝑒𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑎𝑑𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ. 𝑆𝑒𝑒 𝑢 𝑚𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑎𝑝𝑎.
-𝐺𝑎𝑏𝑟𝑖𝑒𝑙 𝐷𝑒𝑣𝑎𝑛𝑑𝑟𝑎 02-12-2026
─━━━━━━•❁❀❁•━━━━━━─
Melihat isi pesan tersebut, membuat mama dan papa Gabriel semakin merasa tidak bisa menjadi orang tua yang baik untuk Gabriel. Mereka sangat asik dengan dunianya sehingga mereka lupa bahwa anak satu satunya ini berada di Paris berjuang melawan penyakitnya itu.
Ahkirnya Gabriel dimakamkan di sebuah bukit yang penuh dengan bunga matahari, bunga kesukaan anaknya itu.
Pihak rumah sakit yang selama 4 tahun ini bersama Gabriel kini telah mendengar bahwa Gabriel pasien yang sangat disayangi mereka telah meninggalkan mereka selama-lamanya. Kematian Gabriel mendapat banyak sorotan dari publik. Semua orang yang kini telah bersama Gabriel dari kecil sangat merasa kehilangan sesosok gadis cantik yang periang dan gemar membantu.
~~~~~~~~~~~~~~~
demikian cerita dari saya.
"2 Years Left" sudah selesai
terimakasih all ❤️
~~~~~~~~~~~~~~~
recommended song: Yiruma