memesona para perempuan termasuk salah satunya istri majikannya sebelum ia menjadi seorang nabi, yaitu Zulaikha.
Kisah cinta Nabi Yusuf dan Zulaikha sendiri banyak dijelaskan oleh para ahli tafsir dalam berbagai kitabnya. Salah satunya karya Imam Al-Qurthubi, yaitu al-Jami’li Ahkam Al-Qur’an.
Awal Pertemuan
Ilustrasi Kisah Cinta Nabi Foto: Dok. Shutterstock
Awal pertemuan Nabi Yusuf dan Zulaikha bukan terjadi lewat pesta-pesta mewah atau berpapasan di sebuah jalan, melainkan karena sang nabi merupakan budak yang kemudian diangkat menjadi anak oleh Qithfir, yang merupakan suami dari Zulaikha. Dalam beberapa kisah dikatakan bahwa Qithfir merupakan seorang Menteri Keuangan di negara Mesir yang memiliki pengaruh cukup kuat.
Singkat cerita, Nabi Yusuf kemudian tinggal di istana bersama keluarga angkatnya. Zulaikha lalu terpedaya dengan pesona dan ketampanan Nabi Yusuf. Bahkan, dikatakan pula bahwa Zulaikha sering memuji-muji Yusuf mulai dari rambutnya yang indah hingga wajahnya yang tampan.
ADVERTISEMENT
Zulaikha berkata kepada Yusuf AS; “Wahai Yusuf, betapa indah rambutmu.” Yusuf menjawab; “Ia adalah yang pertama kali akan gugur dari badanku.” Zulaikha kembali berkata; “Wahai Yusuf, betapa tampan wajahmu.” Yusuf juga menjawab; “Itu akan menjadi makanan tanah, dan akan terus demikian sampai ia menelannya.”
Zulaikha sering menggoda Yusuf

Ilustrasi Kisah Cinta Nabi Foto: Dok. Shutterstock
Zulaikha adalah cobaan terberat bagi Nabi Yusuf. Sebagai laki-laki, Nabi Yusuf juga memiliki nafsu, terlebih Zulaikha adalah perempuan yang begitu cantik jelita. Bahkan, diketahui Zulaikha sering berhias secantik mungkin untuk menggoda iman Nabi Yusuf.
Usaha Zulaikha untuk menggoda Nabi Yusuf ternyata tak sia-sia, Yusuf seperti tak tahan godaan dan terpesona dengan Zulaikha. Keduanya lalu masuk rumah dan mengunci pintu. Yusuf pun mulai menanggalkan celananya, dan hampir terpedaya ajakan Zulaikha.
ADVERTISEMENT
Namun, tiba-tiba bayangan Ya’qub berdiri di rumah, menggigit jarinya sambil berkata; “Wahai Yusuf, janganlah kamu melakukannya (berbuat mesum dengannya), karena perumpamaanmuselama kamu tidak melakukannya adalah seperti burung di langit yang tidak memiliki kekuatan, dan perumpamaanmujika kamu melakukannya adalah seperti ia mati dan jatuh ke bumi karena tidak mampu mempertahankan dirinya.”
Yusuf pun kemudian mengikat kembali celananya dan sangat ingin pergi keluar, namun Zulaikha menangkapnya dan memegang ujung gamisnya dari belakang. Setelah itu, Zulaikha menyobek gamis Yusuf sampai terlepas darinya. Yusuf pun menjauhinya dan bergegas menuju pintu.
Zulaikha menjatuhkan fitnah karena cintanya tak terbalas
Penolakan Yusuf itu kemudian membuatnya dipenjara karena berbagai fitnah. Zulaikha menutup aibnya dengan menjatuhkan semua kesalahan pada Yusuf, dan meminta sang suami untuk memenjarakan Yusuf dalam waktu yang sangat lama.
ADVERTISEMENT
Namun setelah itu, suami Zulaikha meninggal dan Zulaikha pun seketika menjadi miskin, penglihatannya pun menghilang dikarenakan tangisan panjang terhadap Yusuf. Nasib juga membuat Zulaikha menjadi pengemis.
Nabi Yusuf dan Zulaikha dipertemukan kembali dan akhirnya berjodoh

Ilustrasi Kisah Cinta Nabi Foto: Dok. Shutterstock
Setelah sekian lama Nabi Yusuf dipenjara tibalah waktu ia dibebaskan. Nabi Yusuf pun akhirnya menjadi pejabat negara, bahkan menjadi pengganti raja sebelumnya yang telah meninggal. Singkat cerita, Nabi Yusuf dipertemukan kembali dengan Zulaikha.
Zulaikha pun berkata; “Maha Suci Allah SWT yang mengubah seorang raja menjadi budak karena dosa yang dilakukannya, dan mengubah seorang budak menjadi raja karena ketaatannya.” Yusuf pun berkata; ”Siapa itu?.” Kemudian orang-orang membawa Zulaikha ke hadapannya. Dan Zulaikha berkata; “Aku pernah mengurusmu dengan sepenuh hati, menyisir rambutmu dengan tanganku, dan membesarkanmu di rumahku. Aku telah memuliakanmu. Akan tetapi, kebodohanku telah mengubah semuanya, sehingga aku hancur. Hartaku habis, kemuliaanku hancur, kehinaanmenguasaiku dan pengelihatanku hilang. Setelah aku jatuh dari kedudukanku, kini aku menjadi orang yang dikasihani. Aku meminta-minta belas kasihan orang-orang. Ada yang kasihan melihatku, dan ada yang tidak. Inilah balasan bagi orang-orang yang membuat kerusakan.”
ADVERTISEMENT