Awalnya aku sangat senang dengan kehidupan ini, aku mendapatkan cinta pertama seorang gadis tercantik disekolah, yang merupakan anak konglomerat jenius dan menjadi satu satunya pria yang ia cintai.
Tapi berselang 3 tahun kemudian kebahagiaan ku hancur berkeping keping, wanita yang paling aku cintai meninggalkan dunia ini bersamaan dengan tangisan bayi pertama yang baru lahir. Saat itu aku sudah tidak mengetahui bagaimana perasaan ku, namun yang pasti semenjak saat itu semua dunia ku terbalik dan berhenti berputar .
5 Tahun yang lalu ...
"Brak !!". Suara terjatuh.
Saat itu aku baru saja pulang dari kantor, tapi sesampainya dirumah aku langsung disambut dengan suara seseorang yang terjatuh dari arah kamar mandi, aku langsung menghampiri suara terjatuh itu dengan perasaan cemas dan takut akan kondisi istriku yang tengah hamil anak pertama kami.
"Akari kamu baik baik saja ?". begitu tanyaku.
Tapi saat baru saja membuka pintu kamar mandi aku melihat sebuah percikan darah dan tubuh lemah istriku yang tidak berdaya.
Aku lantas langsung panik dan berteriak histeris, aku berusaha membangunkan istriku itu dengan menggoyang goyangkan tubuhnya, tapi hal itu tidak berhasil sama sekali. Melihat peluang Akari sadar begitu saja sangat kecil akupun langsung mengambil tindakan cepat.
Tanpa menunda waktu lagi dengan sigap aku mengambil hp android yang ada didalam tasku dan langsung menelfon dokter Ellin untuk datang kerumahku secepat mungkin.
📱= Tit...Tit...
📲= Halo ?
📱= Dokter !!
📲= Astaga !! Ada apa ini tuan, suara anda kencang sekali.
📱= Akari terjatuh lalu pingsan dokter !!.
📲= Apa ?!!, Bagaimana bisa seperti itu, apa anda tidak menjaganya dengan benar ?!!".
📱= Sudahlah dokter mengomel nya nanti saja. cepat datang kerumah ku sekarang juga.
📲= Cek !!!!,Baiklah baiklah, aku akan datang kesana dengan sangat cepat.
📱= Tut...
Setelah mengetahui bahwa dokter Ellin akan datang sebentar lagi akupun bisa berfikir dengan jernih, aku langsung mengangkat tubuh lemah Akari menuju kamar tidur kami berdua.
Disana aku membaringkannya dengan hati hati dan lembut, Ketika itu pula aku menyadari bahwa keadaan istriku begitu pucat tanpa tenaga.
Ketika melihat kondisi istriku saat ini, aku merasa waktu berputar begitu lama, aku secara terus menerus menggenggam tangan Akari dan menunggunya untuk sadarkan diri.
Dua menit, lima menit, sepuluh meni, bahkan sampai dua puluh menit aku menunggu, kesadaran Akari tidak kunjung kembali juga, air mataku mengalir begitu saja bersamaan dengan rasa cemas dan takut kehilangan kedua orang yang aku cintai ini. Disaat kondisi ku yang begitu menyediakan ini gerakan tangan Akari terasa di jemariku, tapi gerakan itu sangat lemah dan mata Akari juga masih tertutup dengan rapat.
"Sayang !!". Panggil ku.
Tapi panggilan itu tidak direspon oleh Akari sama sekali. Akupun kembali memendamkan wajahku kedalam genggaman tangan Akari sambil menahan tangis dan rasa resah dihatiku ini.
Namun untungnya Tuhan masih membantu ku dan Akari, hanya memerlukan waktu 30 menit suara dari seseorang yang aku kenal terdengar didepan pintu kamar.
"Tuan besar !!". Begitu panggil orang yang ada di luar pintu kamarku.
"Ya !!". Dengan perasaan senang menggebu-gebu aku pun langsung berjalan dan membuka pintu kamarku, dan ternyata benar dugaan ku, didepan pintu kamarku saat ini dokter Ellin sudah berdiri menunggu untuk dipersilahkan masuk.
"Dokter Ellin !!". Teriakku dengan senang.
"Ayo silahkan masuk dokter".
Setelah mendapatkan izin dariku Dokter Ellin pun langsung masuk kedalam kamar dengan bergegas, dan langsung mencek kondisi Akari yang tengah terbaring lemas tak berdaya.
"Bagaimana kondisinya ??". Aku menanyakan kondisi Akari dengan tidak sabar saat melihat bahwa dokter Ellin sudah selesai melakukan pemeriksaan.
"Tuan besar apa kita bisa berbicara berdua saja ??".
Rasa cemasku langsung bertambah saat mendengar ucapan dokter Ellin itu, semua fikiran buruk akan apa yang akan terjadi oleh Akari juga terlintas di benakku dengan begitu cepat.
"Tuan ??". Dokter Ellin memanggil ku sekali lagi.
"Ahh!!, Maaf tadi aku termenung. Bagaimana kalau kita berbicara diruang kerjaku saja ?".
"Baiklah Tuan besar".
Aku dan dokter Ellin pun pergi berjalan menuju ruang kerja. Setelah sampai diruang kerjaku wajah dokter Ellin berubah menjadi tegang dan juga sangat serius.
"Tuan!". Panggil dokter Ellin
"Ada apa ??".
"Apa anda begitu menginginkan anak yang ada dikandung nyonya Akari ?".
Aku langsung kaget tidak kepalang ketika mendengar pertanyaan tidak masuk akal dari dokter Ellin. kenapa dia harus menanyakan hal yang sudah pasti itu, tentu saja aku sangat menginginkan kehadiran akan anak kami yang sedang berada didalam kandungan Akari, tapi apa alasan ia menanyakan hal itu kembali ??".
"Apa maksudmu dokter Ellin ?!, Tentu saja aku sangat menginginkan anak itu lahir dengan selamat".
"Apa... Apa yang sebenarnya terjadi kepada Akari dokter Ellin ?".
"Huff !!, Saya tau ini tidak mudah, tapi seperti yang anda ketahui tubuh nyonya sangatlah lemah dan juga memiliki kesehatan yang tidak baik".
"Apa maksudmu itu dokter Ellin ?!". Amarahku saat itu mulai membara dan tatapan mata dingin pun tak dapat aku elakkan lagi.
"Saya hanya tidak yakin bayi itu bisa lahir kedunia. Jika bayi ini dipertahankan... Itu sama saja dengan anda menjatuhkan batu karang yang sangat besar diatas tubuh nyonya".
"Lalu apa frekuensi yang aku dapat jika bayi itu dipertahankan ?".
"Nyawa nyonya besar, adalah frekuensi yang ditanggung jika Bayi itu tetap dilahirkan".
Aku langsung dapat mendengar petir disiang bolong saat dokter Ellin mengatakan bahwa nyawa Akari menjadi taruhannya jika bayi kami lahir kedunia ini.
Aku merasa sangat bingung dan juga lemas bagaikan tubuh ini tak bertulang, semua kalimat Akari yang mengucapkan bahwa janin di kandungan nya adalah harta paling berharga langsung melintas cepat dikepalaku, keinginannya untuk menghadirkan anak kami di dunia ini sangatlah besar bahkan sudah tak bisa digoyahkan lagi karena itu aku menjadi sedikit takut jika pilihan Akari tetap mempertahankan janin didalam kandungan nya itu.
"Tuhan. Harus bagaimana ini, aku sangat mencintai Akari, dia adalah wanita ku yang paling berharga seluruh dunia, namun bayi itu juga hal yang berharga bagiku. Apa yang harus aku lakukan tuhan, apakah aku harus memilih kali ini ??, Aku mohon selamatkan lah keduanya, karena aku tidak mau kehilangan salah satu diantara mereka".
~~Bersambung~~
Cerita ini belum selesai ya semua, jadi karena itu nantikan episode selanjutnya.
oke.