Di sebuah istana kerajaan 17 Tahun yang lalu Raja dan Ratu dikaruniai Putri yang cantik jelita. Putri itu diberi nama Adelia Setelah beranjak dewasa Adelia diusir dari Istana. Karena sang Bibi telah menghasut Raja dan Ratu.
"Putri Adelia kau seharusnya tidak berada disini. Yang akan menggantikan posisi Ratu adalah putri ku Rosita. Bukan kamu. Aku harus memikirkan cara untuk mengusirmu dari istana. " Guman Bibi Cleo.
"Kanda... apa benar yang dikatakn Bibi Cleo tentang putri kita? " Tanya sangat Ratu.
"Belum pasti Dinda, Kanda akan menyelidikinya sendiri. Tapi bukti itu membuktikan kalau putri kita bersalah Dinda." Jawab sang Raja.
"3 hari lagi akan ada Syaimbara siapa yang menang akan mendapat Putri Kerajaan. Aku harus pergi, daripada aku dan Rosita akan diperebutkan pangeran. Aku menyayangi kak Rosita. " Kata Adelia.
Sebenarnya Putri sudah tau niat dari Bibi Cleo dan Rosita. Mereka akan mengusir Adelia dari Istana. Agar kedudukan Rosita semakin tinggi. Sehingga Adelia dituduh mereput pangeran Elang dari Rosita.
"Ayah, bunda maafkan Adel, Adel harus pergi. "Kata Adelia.
" Pergi-pergi saja hanya bikin malu saja. "Kata Bibi Cleo.
" Iya, pangeran tak akan bisa kau goda. "Kata Rosita.
" Iya kak aku akan pergi. Kakak tenang saja. "Jawab Adelia.
Setelah kepergian Adelia, Sang Ratu jatuh sakit. Dan Bibi Cleo dan Rosita menghasut Raja, Sakitnya Ratu karena Adelia. Raja murka, menyuruh beberapa pengawal untuk mencari Adelia.
Adelia.
" Kenapa hati ku sangat sakit, apa yang sebenarnya terjadi? "Gimana Adelia.
Dengan tertatih-tatih Adelia tetap berjalan menyusuri hutan. Dan tiba-tiba datang sosok bayang-bayang di kabut yang sangat tebal.
" Pulanglah Adelia, Ibundmu membutuhkan dirimu."Kata sosok itu.
"Tapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri tidak akan pulang. " Jawab Adelia.
"Percayalah, Kau bisa melindungi Ayahhanda mu dan Ibundamu. " Kata Sosok itu.
"Tapi bagaimana aku pulang. Kali ku sudah terluka. " Kata Adelia.
"Rentang kan tangan mu Adelia. " Pinta Sosok itu.
Setelah Adelia melakukan apa yang disuruh sosok tersebut. Tiba-tiba di punggung Adelia keluar sayap berwarna biru. sangat cantik.
"Adelia, pulanglah, dan bawa Raja dan Ratu dari Bibi mu. Karena Bibi mu yang berniat jahat menguasai istana. " Pinta Sosok itu.
"Iya aku akan pulang, akan ku bawa Ayah dan Ibu ku. Terimakasih. " Kata Adelia.
Tiba-tiba sosok itu pun hilang begitu saja.
"Hah dimana sosok tadi? Apa kah dia Hantu baik? " Guman Adelia.
"Ayah Ibu adelia akan pulang aku akan membawa kalian keluar dari sana. Firasat ku mengatakan istana itu akan runtuh. Karena ulah Bibi Cleo dan kak Rosita. " Guman Adelia.
"Untuk apa kamu kembali Adel? Istana ini sekarang sudah menjadi milik ku. " Kata Bibi Cleo.
"Adel pulang hanya menjemput Ayah dan Ibu. " Kata Adelia.
"Bawa saja mereka. Tidak ada artinya apa-apa mereka disini. " Kata Rosita.
"Ayah Ibu ayo kita, keluar dari istana ini. Istana ini akan Runtuh setelah kita pergi. Tolong percaya lah. Adel tidak pernah mengganggu Pangeran itu. " Kata Adelia.
"Kami merasa bersalah pada mu nak." Kata Raja.
"Sudah lah Ayah lupakan. Sekarang kita pergi ya." Kata Adelia.
"Iya nak, kami ikut kamu nak. " Kata Ayah.
Adelia dan Ayah memapah Ibu. untuk cepat-cepat pergi dari istana. Tetapi saat sampi di gerbang istana. Terdengar suara dentuman yang sangat dasyat dari dalam istana.
Duarrrrrrr
"Aaaaa... tolong... tolong Kami. " Teriak Rosita.
"Rosita ayo cepat bawa lari harta istana, kita akan membangun istana lagi, sepertinya istana ini akan hancur. Kita sudah mengusik penghuni Istana ini. Ayo cepat Rosita. " Teriak Bibi cleo.
"Aa aaaaaa,,, Ibu tolong aku tolong. " Teriak Rosita.
Adelia dan Orang tuanya telah pergi dari istana setelah mendengar teriak Rosita. Adelia merentangkan tangannya. Sayap itu pun kembali muncul. Sayap itu merengkuh Ayah dan Ibunya.
"Itulah akibat dari keserakahan kalian." Kata Raja.
"Adelia, darimana kamu mempunyai sayap yang indah ini? " Tanya Ibu Ratu.
"Aku tidak tau Ibu, kemarin ada sosok yang memberi tahu ke aku. Sayap ini akan menolong Kalian. " Jawab Adelia.
Senyum bahagia mereka terpancar. Meski kehilangan Istana dan harta kerajaan. Namun mereka lebih bahagia karena Harta sesungguhnya adalah keluarga.