Siapa sangka matahari yang membakar kulitnya menjadi hal yang paling ia rindukan.
Namanya Vanesa, Putri dari kerajaan Augusto sedang mengeluh akan panasnya matahari siang itu. Berkali-kali ia harus mandi keringat yang terus bercucuran. Perjalanan masih sangat jauh melewati padang gurun. Ia menyesal ikut perjalanan kunjungan ke kerajaan Timur.
Mulanya hanyalah rasa penasaran seperti apa kerajaan timur itu. Jadi kali ini dia ingin pergi untuk melihat sendiri. Hari sudah malam prajurit mendirikan tenda untuk bermalam. Jika tidak ada halangan mereka akan sampai di Kerajaan Timur esok tengah hari.
Vanesa tidak mungkin minta pulang, karena sudah setengah perjalanan. Jadi malam ini ia akan tidur di tenda. Beberapa pelayan menemaninya. Malam itu dia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dan saat ia tidur ia bermimpi tentang seorang pria tampan yang tidur disebuah altar. Wajah tampannya menarik hati Vanesa dan saat hendak menyentuhnya sebuah tangan yang terbakar menarik tangannya. Vannessa terkejut dan terbangun dari mimpinya.
Keesokan harinya tepat tengah hari Vanesa beserta rombongannya tiba di istana timur. Vanesa di dan rombongannya disambut dengan gembira. Vanesa juga diperkenalkan dengan pangeran tampan dari kerajaan timur itu.
Melihat kecantikan paras Vanesa pangeran Kyle jatuh hati pada pandangan pertama. Selama ada kesempatan Kyle terus memperlihatkan keahliannya untuk memikat hati Vanesa. Vanesa cukup terkesan dibuatnya. Namun panasnya udara di kerajaan itu sangat dibencinya dan itu membuat Vanesa ingin pulang secepatnya dari Istana Timur.
Vanesa pun meminta izin Ayahnya agar bisa pulang duluan setelah 2 hari tinggal di Istana Timur. Ayahnya mengijinkannya tapi ia meminta Vanesa untuk tinggal 1 hari lagi sebab kerajaan Istana sudah mempersiapkan sebuah pesta untuk mereka.
Pangeran Kyle yang mendengar hal itu tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk meminta Ayahnya melamar Vanesa. Maka kedua Raja membuat sebuah kesepakatan. Vanesa dan Kyle akan dinikahkan.
Mendengar hal itu tentu saja Vanesa tidak setuju. Dia tidak mencintai Kyle dan juga dia tidak suka panasnya terik matahari di negara itu. Tapi apa boleh buat ia tidak bisa menolak perintah Ayahnya sehingga dengan terpaksa ia menikah dengan Kyle. Tapi dengan 1 syarat, Kyle tidak boleh menyentuhnya setelah pernikahan selama satu bulan. Syarat di sepakati, pernikahan pun di langsungkan.
Malam pengantin Vanesa tidur sendirian dan bermimpi tentang Pria yang tidur di atas sebuah altar. Dalam mimpinya ia melakukan hal yang ingin ia lakukan di mimpinya yang sebelumnya. Dan kejadian yang sama terjadi sebuah tangan yang tampak terbakar menarik tangannya.
Vanesa menepiskan tangan itu dan mengambil sebilah pedang yang ada di dekat Altar. Vanesa yang ketakukan mencoba mengayunkan ke arah tubuh gosong itu untuk melawan. Dalam ketakutan Vanesa pun terbangun.
Setelah sebulan berlalu tiba saatnya dia harus melayani Kyle sesuai janjinya sebagai seorang istri. Tapi karena hatinya tidak menginginkan itu maka dia mencoba kabur. Rencana yang sudah ia susun dengan matang akhirnya dia laksanakan. Tapi rencananya ketahuan.
Dia dianggap sebagai pemberontak karena ingkar janji dan akhirnya dia dikurung di ruang bawah tanah. Dia dikurung sebagai hukuman atas pelanggarannya. Dan Vanesa menjadi sangat benci pada Kerajaan itu juga membenci suaminya.
Setiap malam ia menangis. Dan setiap malam ia bermimpi tentang Pria yang ada di Altar. Namun kali ini mimpinya berbeda. Ia melihat sebuah lambang ditangan Pria itu dan saat hendak menyentuh tangan itu seseorang dengan tubuh terbakar mencoba menghentikannya. Lalu ia terbangun.
Kyle datang ke ruang bawah tanah, ia berhasil membujuk Ayahnya untuk mengurangi masa tahanan istrinya tersebut. Kyle datang menjemput istrinya dan mengeluarkannya dari ruang bawah tanah. Tapi Vanesa menjadi dendam pada suaminya dan Kerajaan tersebut.
Malam itu dia dan suaminya untuk pertama kalinya melakukan malam pertama. Suaminya sangat bahagia karena istrinya sudah jadi miliknya seutuhnya. Dan ia pun tidur dengan sangat nyenyak. Dan saat suaminya tertidur pulas Vanesa pun membakar suaminya.
Kerajaan menjadi gempar. Vanisa untuk ke dua kalinya mencoba kabur. Namun gerbang istana sudah di kunci jadi Vanesa tidak bisa keluar. Vanesa mencari tempat persembunyian. Dia tau jika ia kedapatan maka dia pasti di hukum mati.
Vanesa bersembunyi di sebuah ruangan dan ketika prajurit menemukannya dia pun berlari lagi mencari tempat persembunyian. Dia melihat sebuah terowongan yang gelap. Rasa takutnya pada gelap hilang ketika melihat prajurit semakin dekat. Terowongan itu sebenarnya di tutup dengan beberapa kayu yang di buat saling menyilang dan tepat di persilangannya di tulis "DI LARANG MASUK" tapi Vanesa tidak menghiraukannya.
Vanesa masuk ke dalam dan kelihatannya prajurit tidak meneruskan pengejarannya. Vanesa merasa lega. Vanesa terus berjalan menelusuri lorong tersebut hingga ia sampai ke sebuah ruangan yang di sinari cahaya dari 4 obor dari empat sisi. Dan ada sebuah Altar di sana. Dan juga tampak seseorang tidur diatasnya.
Vanesa penasaran dan melihat lebih dekat. Ternyata orang yang tidur di atas Altar itu adalah orang yang sering ia lihat dalam mimpinya. Tidak berpikir panjang Vanesa pun mengulurkan tangannya hendak menyentuh wajah Pria itu. Namun sebuah tangan yang melepuh dan gosong menghalanginya. Itu adalah suaminya. Vanesa ketakutan dan seperti di mimpinya dia melihat pedang yang ada di dekat Altar dan mengayunkannya, sehingga tubuh suaminya terpisah dari kepalanya. Dan darah suaminya muncrat mengenai wajah Pria yang berada di Altar tersebut.
Pria itu terbangun. Vanesa terkejut melihatnya terbangun. Namun yang lebih mengejutkan lagi wajah pria itu berubah menjadi sangat menyeramkan. Vanesa menjadi ketakutan dan sekali lagi mengayunkan pedangnya tapi tidak mempan. Ia pun mencoba kabur dari tempat itu namun gagal pria itu menangkapnya. Lalu mencium bibirnya.
Vanesa kehilangan tenaganya, ia merasakan kalau seseorang menggendong tubuhnya ke atas Altar tempat pria itu tadi berbaring. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Vanesa bahkan tidak punya kekuatan untuk membuka matanya.
"Aku sudah cukup lama di segel ditempat ini, aku bisa mencium aroma dendam dalam darahmu. Biar aku balaskan dendammu. Sebagai ucapan terimakasihku." Ucap Pria itu dengan suara parau.
Kerajaan suaminya pun di serang oleh mahluk menyeramkan itu dan malam itu seluruh istana di banjiri oleh darah. Setelah itu mahluk itu pergi meninggalkan istana dan mencari mangsa lain.
Vanesa yang hanya bisa berbaring di altar tidak tau apa yang terjadi diluar sana. Ruangan tempat Vanesa terasa dingin dan ia hanya bisa menunggu ajalnya menjemput.
Di ruang yang sepi dan dingin itu untuk pertama kalinya Vanesa bermimpi suaminya Kyle, dimimpinya di melihat tentang hal-hal manis yang pernah suaminya lakukan padanya saat mencoba menarik perhatiannya. Vanesa baru menyadari betapa Kyle sangat perhatian.
Dan di dalam mimpinya, pagi hari yang cerah Kyle membukakan jendela kamar dan menyapanya dengan lembut.
"Selamat pagi sayangku."
☆Tamat☆