Aku adalah seorang putri kerajaan, biasa orang-orang memanggilku dengan sebutan putri Tania. Aku tinggal bersama ayah dan Bunda juga kakakku.
Kerajaan kami sangat terkenal di segala penjuru desa. Kami hidup bahagia penuh suka cita. Tapi, kebahagiaan itu tiba-tiba saja hilang dari kehidupan keluargaku dan istanaku. Kerajaan dari seberang desa yang begitu menginginkan kerajaan ayahku memporak-porandakan istana kami, hingga semua anggota keluargaku mati dan hanya tersisa aku seorang.
Aku bersembunyi, pergi dari istanaku secara diam-diam agar tidak ada orang yang melihatku. Jika orang-orang yang telah membunuh keluargaku mendapatiku, maka aku juga akan terbunuh.
"Kemana lagi aku harus pergi? Aku tidak mengenal tempat ini, aku takut sendirian di hutan seperti ini," tangisku tak henti membayangkan peristiwa sadis yang menerpa keluargaku sembari berjalan menyusuri jalanan di hutan yang begitu gelap dan sunyi.
"Goa, ya ... itu goa, mungkin saja orang-orang itu tidak akan mendapatkanku jika aku memasuki goa itu," pikirku sejenak dan langsung aku menuju goa yang berada di dalam hutan tersebut.
"Ayah ... bunda ... kakak, aku takut sendirian di sini, aku harus bagaimana jika kalian pergi? Aku akan tinggal di mana sekarang? Hiks... hiks...," tangisku pecah saat berada dalam goa, tangisanku begitu nyaring dan menggema di segala penjuru goa itu.
"Arghhh...! Suara apa itu?" teriakan yang tiba-tiba muncul dari dalam goa tempat aku berada.
"Diammm!!" Suara misterius itu mengguncang goa seperti akan mau runtuh.
Aku ketakutan, sungguh sangat ketakutan, ingin rasanya aku berlari dari goa, tapi kemana lagi aku akan pergi? Apalagi diluar begitu dingin dan mencekam.
"Suara siapa itu? Apa ada orang di goa ini selain aku?" batinku gemetar mendengar suara seseorang yang begitu besar dan suara langkah kaki yang mulai mendekati arahku.
Aku duduk meringkuk sambil menundukkan mukaku ke lutut karena aku benar-benar takut.
"Hei, siapa kau? Kau merusak tidurku, ketenanganku dan kesunyianku," suara itu sekarang berada di hadapanku.
"Heiii...!!" dia berteriak dan menyentuh kedua lenganku dengan tangannya yang mempunyai kuku yang sangat panjang dan runcing membuat aku kesakitan.
"Kau tuli atau bisu, hah? Jawab pertanyaanku cepattt!!" dia memaksaku berdiri tetapi aku masih saja diam dan tertunduk.
Tiba-tiba, dia menjentikkan jarinya keatas, seketika goa itu menjadi terang seperti mempunyai sinar matahari di siang hari. Ternyata dia mempunyai kekuatan yang luar biasa.
Saat aku melihat dia di hadapanku, wajahnya begitu menyeramkan, sosok makhluk yang mempunyai taring dan kuku yang panjang dan wajahnya begitu buruk serta mempunyai tanduk di kepalanya.
"Arghhhhhhhhh!!" aku menjerit sekuat tenaga, tapi tiba-tiba saja dia menutup mulutku dengan tangannya yang berukuran besar.
"Diam kau wanita sialan!! Kau tahu ... kau sedang membangunkan iblis yang sangat buas di goa ini, mengerti?" suaranya besar sekali hingga memekakkan telingaku.
"Aku sedang kelaparan saat ini, jika kau tidak patuh, maka akan aku santap kau menjadi makan malamku," iblis itu mengancamku dan sontak aku pun menggelengkan kepalaku berharap iblis itu tidak memakanku. Dia pun melepaskan tangannya di mulutku.
"Katakan ... siapa kau, dari mana kau berasal dan kenapa kau berada di goa ini membangunkan tidurku, cepat katakan!!" iblis itu membentakku dengan teriakannya lagi.
"A-aku Ta-tania," jawabku gugup.
"Jawab yang jelasss!!" teriak iblis itu kembali.
"Aku putri Tania, istanaku dihancurkan oleh kerajaan seberang desa, semua keluargaku mati dibunuh dan istanaku direbut oleh mereka. Jadi aku tidak sengaja masuk ke goa ini untuk menyelamatkan diri," ucapku dengan jelas kali ini tapi pandangan mataku tertunduk takut melihatnya.
"Owhhh rupanya dia seorang putri dari kerajaan yang besar itu, baiklah aku akan mendapatkan istana itu dan meninggalkan goa ini," batin iblis itu yang sepertinya ingin menguasai instanaku.
"Aku akan membantumu agar kau tetap berada di istanamu, tapi ada syaratnya," ucap iblis itu.
"Benarkah, apa syaratnya?" tidak sengaja aku mendongakan wajahku ke hadapannya, muka buruknya mengejutkanku lagi jadi terpaksa aku menatap wajahnya.
"Setelah aku membalaskan kematian keluargamu, maka istana itu menjadi milikku dan aku yang akan menjadi rajanya, bagaimana?" kata iblis itu dengan serakah.
"Lalu, bagaimana denganku?" tanyaku yang serasa ingin marah padanya.
"Kau akan menjadi ratuku dan tinggal bersamaku di istana itu," ucapnya mengejutkanku lagi.
Bagaimana mungkin aku bisa hidup bersama dengan iblis yang menyeramkan seperti dia, aku tidak ingin itu terjadi tetapi tiba-tiba saja dia menggenggam tanganku dengan kuat dan kami pun terbang di udara dengan kekuatan yang iblis itu punya hingga kami sampai di istanaku.
Saat kami telah berada di istanaku, suara iblis itu memekikkan telinga orang-orang yang telah berada di sana kecuali diriku yang menganggap suara lengkingan iblis itu adalah alunan musik yang merdu.
Orang-orang serakah yang mengambil kerajaanku dan membunuh keluargaku, mereka semua lenyap dan menghilang bagai ditelan bumi. Itu semua berkat iblis menyeramkan itu.
"Bagaimana, kau sudah lihat sendiri aku melenyapkan mereka semua yang telah membunuh keluargamu. Dan sekarang hanya ada kita berdua di istana ini, hanya ada aku dan kamu," ucap iblis itu dengan bangga, kemudian dia mendekatiku perlahan seakan dia ingin menerkamku.
Aku menutup mataku takut, tak berani membuka mataku karena wajahnya berubah begitu mengerikan, aku pun memundurkan langkahku tapi dia menahannya.
"Lihat wajahku, Tania! Lihat wajahku sekarang, Tania!!" teriakannya kali ini melengking ke telingaku dan sontak aku pun melihat ke wajahnya terdiam seperti patung.
"Apa kau takut dengan wajahku?"
Aku tidak menjawab pertanyaannya, aku hanya diam dengan pikiran kosong tapi mataku mengarah pada wajahnya.
"Apa kau takut dengan wajahku, Tania? Jawabbb...!!"
Aku langsung mengangguk dan menangis di hadapannya.
"Kau pilih ... ingin tetap tinggal bersamaku di istana ini atau kau ingin aku lenyapkan seperti orang-orang tadi?" iblis itu memberikan pilihan padaku yang membuatku bingung.
"Jangan bunuh aku, aku ingin tetap hidup!" ucapku dengan tangis ketakutan.
"Baiklah jika itu yang kau mau, tapi kau harus patuh padaku, mengerti?" iblis itu menyentuh wajahku lembut dan mengusap air mataku.
"A-aku janji akan patuh padamu," jawabku gugup dan lirih.
"Bagus, kau tidak perlu takut lagi melihat wajahku. Kau tahu ... aku ini iblis yang mempunyai kekuatan. Aku bisa merubah wajahku sesuai dengan yang kau inginkan!" iblis itu tersenyum padaku.
Kemudian, tiba-tiba saja iblis itu merubah wajahnya beberapa kali dan menyuruhku untuk memilih wajah mana yang aku inginkan untuk bersanding dengannya.
-----END-----
Kira-kira Tania memilih wajah yang seperti apa ya untuk si iblis itu?
Apakah seperti artis Korea atau artis Eropa yang macho abis!! Hihihi...
Terima kasih sudah mampir untuk membaca cerpenku.