Jeritan tangis oleh ketiga adikku saat pemakaman sang ayah, kini kami hidup dirumah peninggalan orang tuaku, terbuat dari papan paling sederhana, aku putra yang paling sulung beserta ketiga adikku yang masih kecil, semuanya perempuan.Saat ini aku berniat menghentikan tahap sekolah smaku, fokus dalam pembiayaan kehidupan adiku serta biaya sekolah mereka adalah tanggung jawabku, sebelum ayah meninggal beliau sering berpesan"Nak jagalah adik2mu, jangan biarkan mereka terlantar, sebab mereka kekurangan kasih sayang ibu yang terlebih dahulu meninggalkan kita kehadapan Tuhan"...itulah yang membuatku semangat dalan menjalani kehidupan ini yaitu ketiga adiku.adiku pertama kelas 2 smp, kedua 6sd, ketiga Kelas 4sd. semua harus kuperjuangkan walau masa mudaku hilang tanpa bermain.Setiap pekerjaan selalu kulakulan dengan gigih, sebab mereka menanti hasil jerih payahku utk biaya segalanya. kadang kerja diladang orang dengan memetik hasil panen, kadang kuli panggul,dan juga kuli bangunan, tanganku kekar, kulitku hitam diterpa panasnya matahari, semua itu bukan hambatan bagiku.Aku berjuang dan bekerja lebih giat supaya adikku tidak pernah merasakan kekurangan apapun, cukup diriku yang merasakan pahitnya kehidupan anak yatim piatu. aku berharap kelak adiku menjadi orang sukses....