Ugh.. cahaya apa ini? kenapa terang sekali?
Aku bangun, dengan ringisan kecil yang keluar pada bibirku. Entah kenapa, badan ku terasa begitu sakit.
Uh? aku.. dimana?
Aku terbangun di tengah-tengah hutan yang pepohonan begitu kering. Seperti pepohonan yang habis terbakar.
Kenapa.. aku di sini?
Terik matahari terasa begitu menyilaukan mata. Aku lantas cepat-cepat bangkit berdiri, dan mengibas pakaian ku yang dimana beberapa daun kering menempel di sana.
Aku menatap sekeliling. Menyeramkan.
Tiba-tiba dari arah tanah, aku melihat sebuah cahaya yang mulai bermunculan menuju ke arah kedalaman hutan.
Dengan keraguan, aku pun mencoba mengikutinya. Mungkin, cahaya itu bisa menjadi sesuatu yang bisa membuat ku keluar dari hutan ini?
Burung gagak beterbangan dia atas sana. Aku memeluk diri ku sendiri.
Semakin jauh aku melangkah, kabut-kabut mulai terlihat di depan ku. Namun, dengan bantuan cahaya aneh itu, aku bisa tetap melanjutkan langkah walau sedikit kesulitan.
Kabut itu perlahan menghilang. Angin dingin menerpa kulit ku, membuat beberapa daun terbang.
Aku menghalang dedaunan itu menyentuh wajah ku dengan satu tangan.
Lalu saat aku menyingkirkan tangan ku, sebuah pemandangan tak terduga malah terlihat di hadapan ku.
Sebuah kastil. Ya, di depan ku ini sebuah kastil.
Aku sering melihatnya di Film Disney maupun horor.
Kastil dengan cat berwarna hitam legam, juga tumbuhan menjalar di sekeliling nya membuat kesan yang menarik bagiku.
Hm.. jangan salah. Menarik, ya menarik. Namun.. Tetap saja ini menyeramkan!
Cahaya itu masih terlihat. Namun kali ini, dia menuju ke dalam kastil.
Haruskah aku mengikutinya? atau sebaiknya aku berlari menjauh dari kastil ini saja? bagaimana jika.. ada hewan buas atau mungkin hewan mitologi di dalam sana?
Aku pecinta Fantasi, jadi jangan heran!
Tapi, kenapa saat aku berbalik rasa penasaran jadi semakin mendominasi?!
Memang tidak bisa di ajak kerja sama.
Aku mengambil nafas, memantapkan langkah menuju ke dalam kastil.
Cahaya yang telah ku lalui itu, redup lalu menghilang seketika.
Aku bergidik melihatnya. Ada ya yang seperti itu di dunia ini?
Gelap gulita.
Itu adalah pemandangan pertama yang ku dapati ketika aku akhirnya berhasil masuk. Tetapi, cahaya-cahaya itu lagi-lagi membantu penglihatan ku.
Aku terpukau.
Di depan ku saat ini, sebuah Singgasana terpampang jelas.
Aku.. seperti berada di sebuah kerajaan. Seperti dunia dongeng.
Cahaya itu menuju ke arah kanan kastil. Walau masih ingin melihat-lihat sekitar, aku tetap melanjutkan langkah mengikuti cahaya itu.
Cahaya itu berhenti tepat di depan sebuah pintu besi, dengan akar menjalar yang menutupinya.
Pandangan ku mengedar, mencari benda yang bisa membantu ku menyingkirkan akar-akar itu.
Tatapan ku terhenti pada sebuah serpihan kaca yang aku juga tidak tahu dimana asalnya. Lagipula, siapa juga yang mau tahu? ekhem lanjut.
Aku menggunakan serpihan kaca itu untuk menyingkirkan si akar-akar yang menjalar seenaknya di pintu orang.
30 menit aku habiskan. Melelahkan.
Aku melempar asal serpihan kaca itu, lalu menatap ke depan.
Satu cahaya masih tersisa.
Asal kalian tahu, saat ini aku tidak berani menoleh ke belakang karena di belakang sana begitu gelap.
Aku takut nanti ada seonggok makhluk tak di undang malah menunjukkan wujudnya.
Hm.. bagaimana cara membuka pintu ini? Pasti pintunya akan terasa berat? Dan lagi, tidak ada gagang.
Apa aku harus mendorongnya?
Aku mencoba, namun tidak ada hasil.
Perlukah aku mendobraknya, huh? (-_-メ)
Huft, tentu aku tidak akan mungkin melakukan nya.
Karena aku di ajarkan sopan santun, maka aku mencoba mengetuknya pelan.
Iya pelan, tapi dengan suasana hening seperti ini, ketukan kecilku menggema!
Tak di sangka pintu itu terbuka.
Decitan membahana (ekhem, bercanda) terdengar.
Mungkin, sudah lama pintu ini tidak terbuka.
Aku melangkah masuk dengan mengendap-endap.
Satu obor tiba-tiba menyala dengan sendiri nya, membuat otak ku hampir terbang rasanya.
Mengagetkan saja!
Tapi, syukurlah setidaknya obor itu membantu penglihatan ku.
Ruangan ini, seperti sebuah kamar. Namun anehnya di tengah-tengah ruangan itu, bukannya tempat tidur malah sebuah peti.
Aneh sekali.
Oh, tidak mungkin bukan jika di dalam peti itu ada sebuah Zombie yang terkurung? ಠ﹏ಠ
Tapi, siapa tahu itu harta karun?
Hoho.. jika itu benar, aku tidak perlu susah payah menjual organ ku hanya untuk membeli satu Gramedia :)
Oke, dasar pecinta buku!
Aku mendekati peti itu dengan was-was.
Aku menyentuhnya menggunakan jari telunjuk. Tak terjadi apapun.
Aku lalu melanjutkan menggunakan jari-jari lainnya, dan masij tak terjadi apapun.
Aman. (Tersenyum licik)
Aku akhirnya menyentuhnya dengan telapak tangan dan.. Boom!
Aku melompat menjauh, menyentuh paru-paru ku yang seperti nya akan ikut melompat tadi. Btw, maksudku bagian paru-paru. (kalau paru-paru beneran, tar pada kabur lagi)
Aku mendekat, dan ASTAGAA SIAPA YANG MELETAKKAN MANUSIA TAMPAN DI SINI?! SIAPA YANG MENELANTARKAN NYA?!
Aku menatap horor pada isi peti itu.
Seorang pria!!
Tampan, sangat tampan!
oke, jaga-jaga nanti mimisan lagi. Kan malu-maluin.
Tapi, kenapa dia tidak bergerak, ya? Matanya juga tertutup.
Apa dia tidur?
Pingsan?
atau mungkin.. Mati?!
Aku mendekatinya. Dan seperti tadi, aku mencoba menyentuhnya dengan jari telunjuk ku.
Toeng..toeng
Hm.. dia tidak bangun.
Seperti dunia fantasi saja, heh.
Aku teringat dengan satu kalimat yang 'katanya' sangat berbahaya bila di ucapkan.
Tapi, aku tidak percaya jika itu akan berbahaya. Bagiku, itu hanya akal-akalan mereka yang merancang cerita seperti itu.
Mungkinkah ku coba saja?
Aku tersenyum. Ini tidak mungkin berhasil. Pria tampan yang tertidur ini juga mungkin sudah mati, dan mayatnya lupa untuk di kebumikan.
Aku menarik nafas..
|Wake up the leader of darkness!|
Heh.. lihat! tidak terjadi apapun bukan?
Aku berdiri dengan santai, lalu berjalan menjauh melihat-lihat isi dalam kamar ini.
Siapa tahu aku bisa mencurinya, bukan? hoho. (Woi dasar pencuri!)
Aku mengernyit, lalu membungkuk mengambil sebuah kertas lusuh berwarna kekuningan yang tergeletak di lantai yang sudah di penuhi oleh tanah itu.
Aku membersihkan tanah yang menempel, lalu memicing. Seperti nya aku tahu ini bahasa apa. Ini.. Italia?
"Il re riuscì finalmente ad addormentarsi. Gli Inferi sono stati eliminati"
Tr : 'Sang Raja akhir nya berhasil tertidur. Dunia Alam Bawah berhasil di lenyapkan.'
Aku menatap datar, lalu membuang kertas itu asal.
Siapa lagi yang mengarang itu? Ckck.
Sisi bagian kiri kamar ini akhirnya berhasil aku amati. Oke, selanjutnya bagian kanan pula.
Aku berbalik..
Eh? Bukannya tidak ada patung di belakang ku tadi?
Kenapa sekarang ada, ya? Tunggu.. jika di lihat-lihat patung ini mirip dengan.. Ohiya! ini mirip dengan pria yang ada dalam Peti itu!
Ini kembarnya, kah?
Aku melewatinya dengan santai, tapi.. Kenapa dia berkedip, ya?
Eh, tunggu.. kini giliran aku yang berkedip.
Apa jangan-jangan.. Aku menelan saliva.
Matanya berwarna merah. Tampan sekali.. hiks.
Tapi.. kenapa itu bercahaya?
Tunggu-tunggu, dia berjalan mendekatiku!! Aku tidak bisa bergerak!!
Aku membeku, ketika dia mendekatkan wajahnya lalu berbisik dengan bahasa yang sudah tidak asing bagiku.
"Imperatrice.."
Permaisuri apaan, hoi?
••••
Dahulu kala, di Dunia Alam Bawah yang di Pimpin oleh seorang Iblis terkuat dari berabad-abad lalu, terjadi peperangan yang hebat.
Peperangan itu, berhasil memusnahkan seluruh Diabolus-Diabolus yang menghuni Dunia Alam Bawah.
Pemimpin yang merupakan seorang Iblis yang kehebatannya tak terkalahkan itu, menghilang secara tiba-tiba.
Bertahun-tahun berlalu, satu cerita beredar.
Sang Iblis berhasil di buat tertidur oleh Panglima nya, guna menenangkan Sang Raja agar tidak menghancurkan Dunia.
Panglima berkata, "Lord hanya bisa dibangunkan oleh Permaisurinya. Dan, selain daripada itu.. Mati."
****
Oke-oke. Paham, ga nih cerpennya?
Pahamlah, ya..
****
T.A.M.A.T
Cerpen > The Castle
Selesai > Kam, 1 July 2021
****
Terima kasih telah membaca!
Semoga menghibur.