Hiduplah seorang putri kerajaan yang bernama putri liliana, putri liliana hanya tinggal bersama ayah nya. Ayah nya pun sangat cuek terhadap nya, putri liliana merasa kesepian dia pun pergi ke dalam perpustakaan, tiba-tiba ada sebuah buku yang terjatuh, putri liliana pun mengambil nya ternyata judul buku yang terjatuh itu adalah Cara membangunkan iblis dan di bawahnya ada kertas putih tertempel disana tertulis bisa mengabulkan permintaan dikarenakan putri liliana sangat rindu dengan ibunda nya, dia pun membuka dan membacanya disana ada cara-cara untuk membangunkan iblis tersebut.
Yaitu mencari sebuah sumur yang berada di belakang istana, rambut, melati, 6 mangkuk, lilin serta darah. Putri liliana mencoba nya dia berpikir mungkin saja kalau dia bisa bertemu ibunda nya dan mengobrol dengannya. Sebelum mencoba putri liliana bertanya kepada seorang pelayan di istana, pelayan tersebut memberitahukan dimana keberadaan sumur tersebut.
Hari sudah mulai malam tuan putri liliana segera menyiapkan apa-apa saja yang dia perlukan, putri liliana pergi ke sumur yang berada di belakang istana. Tuan putri liliana meletakkan 6 mangkuk di atas sumur, lalu mengunting rambutnya sedikit serta menusuk jari tangannya sedikit agar keluar darah, rambut dan darah dimasukkan ke dalam mangkuk dan yang terakhir bunga melati. Kemudian satu persatu mangkuk itu tuan putri liliana tumpahkan ke tuan putri liliana. Selesai menumpahkan mangkuk putri Liliana melihat sekeliling, dan menengok ke arah belakang tetapi tidak ada yang terjadi.
Kebesokannya
Tuan putri di datangi oleh ayahnya, ayah nya berkata "Mengapa kamu tidak makan?Awas saja sampai ada kabar kamu sakit."
Putri liliana hanya diam, beberapa menit kemudian putri liliana lapar dan pergi menuju ruang makan disana terlihat tidak ada ayah, apa mungkin ayah sudah selesai makannya.
Setelah makan Putri liliana jalan-jalan sebentar ke taman istana, terlihat banyak bunga-bunga cantik yang sedang bermekaran.
•Di sisi lain
Ayah yang sedang berada di ruang kerja, merasakan ada yang aneh, semua buku dan pulpen terbang semua lalu jatuh secara tiba-tiba, pintu kerja ayah terbuka secara pelan-pelan, ayah tau kalau pelayan istana sebelum mah masuk ke ruang kerja pasti mengetuk pintu terlebih dahulu, ayah berfikir siapa kira-kira yang membuka pintu tersebut. Ketika pintu sudah terbuka sepenuhnya terlihat ada sesosok yang sangat mengerikan, sosok itu mendekati sang raja, ayah dari putri liliana. Sosok mengerikan itu masuk kedalam tubuh sang raja, sang raja berjalan ke arah pintu depan ruang kantornya menuju bawah tangga, seorang pelayan yang melihatnya teriak.
Dikarenakan dia melihat sang raja seperti ingin menjatuhkan diri nya sendiri, para pelayan pun datang, ayah dan ibu sang raja pun datang ke arah dimana ada orang yang berteriak. Tidak lama kemudian sang raja menjatuhkan dirinya dari atas tangga, tubuh nya pun menggelinding dari atas sampai bawah. Mereka semua teriak histeris.
Ayah sang raja langsung lari ke arah raja yang terjatuh tadi dan berkata,
"tolong bantu angkat dan bawa dia ke kamar." ujar ayah sang raja, pelayan yang laki-laki pun segera membantu ayah sang raja untuk mengangkat raja dan membawa nya ke kamar.
Sementara itu, setelah jalan-jalan sebentar di taman istana putri liliana pulang ke istana, disana putri liliana disambut oleh kakek nya.
"Liat ke dalam rumah, ayah kamu mengalami kecelakaan."
Putri liliana sontak kaget dan langsung pergi ke dalam kamar ayah, terlihat ayah sedang tiduran dengan kaki yang di perban. Nenek berkata,
"Kaki ayah kamu patah."
Putri liliana hanya bisa terdiam.
Kebesokan hari nya putri liliana mempunyai acara minum teh dengan teman kerajaan yang lain, mereka semua sudah datang. putri liliana mendekati mereka, terdengar oleh putri liliana mereka membicarakan putri liliana.
Dua dari mereka mengatakan,
"Ayahnya kemarin kecelakaan, apa itu ulah putri nya, benar-benar tidak tau diuntung ya."
"mungkin dia anak tukang sial."
Putri liliana yang mendengarnya langsung pergi dari sana untuk menenangkan diri. Tidak lama kemudian mereka semua teriak, putri liliana yang mendengarnya langsung menuju ke arah teman istana nya yang lain.
Ternyata kedua teman putri liliana yang membicarakannya tadi, satu orang menggebuk-gebuk an kepalanya dengan batu sampai keluar banyak sekali darah dan yang satu nya lagi menusukkan pipi nya menggunakan gunting, gunting yang harus nya untuk menggunting teh.
"Apa benar kata-kata mereka bahwa ini semua karena aku." ujar putri liliana.
Semua orang langsung membawa kedua tuan putri tersebut ke rumah sakit.
putri liliana melihat ada seorang ibu-ibu, aku pun mendekati nya dan ternyata benar itu semua karena putri liliana, putri liliana yang mulai putri liliana juga yang harus mengakhirinya.
Putri liliana mengikuti perkataannya ibu dan putri liliana tersebut ke sumur ketika sudah di sumur putri liliana malah menjatuhkan barang kesayangannya bukan mengorbankan diri nya agar semua nya berakhir.
"Tidakkk." teriak ibu itu.
"Jangan kamu jatuhkan barang kesayangan kamu, karena kalau iya dia akan murka, dan akan mengambil orang yang kamu sayang." kata ibu ibu tersebut.
Putri liliana langsung berlari kedalam istana dan mencari nenek, tetapi yang ada hanya kakek nya. Putri liliana menceritakan apa yang terjadi pada nya,
"kamu seharusnya tidak melakukan semua itu." nenek yang mendengarnya langsung mendekati putri liliana.
"apa yang kamu lakukan apa kamu gak pernah mikir gimana akhirnya, seharusnya kamu tidak pernah melakukan ini." putri liliana hanya bisa menutup telinga. tiba-tiba nenek memegang pisau putri liliana menghalangi nya dengan badan putri liliana dan akhirnya putri liliana yang tertusuk pisau itu.
Putri liliana yang masih kuat pun bangun mengajak kakek dan nenek untuk keluar agar mereka aman, sebelum itu kita bertiga pergi ke kamar ayah, setelah kakek menggendong ayah.
Kita berempat pergi ke arah pintu keluar tetapi lampu tiba-tiba saja mati, di depan pintu tersebut terlihat ada sesosok mengerikan di depan pintu dan mendekati kita berempat. Kita berempat pun memutuskan untuk keluar lewat pintu belakang, ketika sudah di pintu belakang kakek dan ayah di tarik oleh sosok itu, dari luar putri liliana dan nenek segera menutup pintu tersebut. Dan segera pergi ke arah pintu depan tetapi nenek terjatuh, ketika putri liliana ingin ke arah nenek. Nenek ditarik dan lalu menghilang begitu saja, setelah nenek menghilang putri liliana langsung berlari ke arah sumur, putri liliana berlari dan berlari, putri liliana tidak ingin mereka kenapa-kenapa. Ibu yang melihat putri liliana di taman istana melihat putri liliana seperti ingin ke sumur.
Di sumur putri liliana melihat dari kejauhan ada sosok tersebut terlihat sangat besar, menyeramkan, bertanduk dan mata yang sangat merah, aku yang melihat nya mengatakan
"Aku tidak mau yang lain sampai mengalami kecelakaan lagi, aku akan mengorbankan diri aku." Teriak putri liliana.
Putri liliana pun langsung menjatuhkan diri nya kedalam sumur, tidak lama kemudian ada suara orang lain dan bahkan ada tali, putri liliana memegang tali itu lalu mereka semua menarik putri liliana ke atas.
Setelah putri liliana ditarik disana terlihat Ibu tersebut, para pelayan istana, ayah, nenek dan kakek. Setelah putri liliana mengorbankan diri menjatuhkan diri kedalam sumur, putri liliana dan keluarga putri liliana terbebas dari iblis yang pernah putri liliana bangunkan, ternyata iblis tersebut kata kakek tidak bisa mengabulkan permintaan tetapi bisa mencelakakan orang yang menyakiti kita, sumur itu pun ditutup rapat dan bahkan digembok.
Kemudian setelah kejadian tersebut, ayah mendekati putri liliana dan berkata.
"Maaf ya ayah pernah cuek sama kamu, tapi percayalah ayah sayang banget sama kamu." ujar ayah, putri liliana yang mendengarkan hal itu langsung memeluk ayah dan ayah membalas pelukan putri liliana.
Di saat acara minum teh bersama putri kerajaan yang lain, dua orang putri yang kemarin terluka, meminta maaf kepada putri liliana atas perkataan mereka, putri liliana pun memaafkan mereka dan melanjutkan acara minum teh bersama putri kerajaan yang lain.