Hari itu jalan begitu sepi Laras melirik jam di tangannya yang menunjukan pukul 11 malam. Hembusan angin malam menembus bajunya yang membuatnya semakin ketakutan. Baru ia sadari jalan yang biasanya dia lewati begitu menyeramkan saat malam.
Ia berjalan dengan langkah cepat dan menambrak seseorang yang ada di depannya.
"Bruk.." Bokong Laras mendarat sempurna di atas aspal. Tangannya tergores karena berusaha menahan tubuhnya.
Laras melirik siapa orang yang di tabraknya. Ia memperhatikan dari ujung kaki sampai ke kepala. Seorang Pria tampan yang memiliki wajah kharismatik.
Laki-laki itu berlutut dan melihat wajah Laras secara dekat. "Apa kau tidak takut pada ku, Wahai Manusia?".
Laras hanya menggeleng sambil berucap "mana bisa aku takut sama orang setampan ini" matanya tidak berpaling dari wajah pria itu.
Pria itu merasa tertarik dengan tingkah Laras yang bahkan tidak bergeming atau ketakutan terhadapnya.
"siapa namamu?"
"Laras.. namaku Laras, kalau kamu?" omongannya terbata-bata.
"panggil saja aku Levi" mengulurkan tangan membantu Laras
"Kalau begitu sekarang kamu mau pulang kemana?" tanya Levi kepada Laras.
"aku mau pulang ke rumah" ia mengambil tasnya yang jatuh dan merapikan bajunya. Levi menawarkan untuk mengantarkan Laras dengan alibi tidak baik perempuan pulang sendiri.
Di perjalanan ia banyak bertanya pada Laras dan mereka berhenti di depan sebuah Apartemen bertingkat yang menjulang tinggi.
"terimakasih telah mengantarkan ku, sebagai ucapan terimakasih aku ingin mentraktir kamu makan. Bisakah kamu memberikan nomor ponselmu" tanya Laras mengulurkan ponselnya. Levi mengetik nomornya di ponsel Laras yang membuat gadis itu tersenyum.
"Kalau gitu aku akan masuk, terimakasih" ucapnya sekali lagi. Tapi Levi menahan lengannya dan berkata "Bunuh keluarga mu malam ini".
"Hah? Levi apa yang kamu katakan" tanya Laras yang kebingungan meyakinkan dirinya bahwa ia salah dengar.
"hahaha, maksudku apa kau suka film horor seperti ini. kapan-kapan kita bisa ke bioskop bersama" Levi mengalihkan pembicaraannya. Laras menggangguk dan pergi masuk ke apartemen.
Levi menyunggingkan senyum sinisnya sambil berkata "dia tidak terhipnotis"
satu bulan berlalu Levi dan Laras sering menghabiskan waktu bersama. Ia sudah jatuh cinta pada pria itu. Hari itu mereka menghabisi malam bersama di tempat Levi dan paginya kembali ke rumah.
Betapa kagetnya Laras ketika masuk ke apartemen melihat banyak darah berceceran. ia berteriak histeris sehingga membuat Levi masuk ke apartemen itu. Ayah, ibu dan adiknya telah dibunuh.
"AYAH..!!IBU..!!DEVA..!!"Isak tangis Laras membuat orang di apartemen lain berdatangan. Mulut mereka terbuka lebar karena kaget.
Polisi berdatangan dan mengurus mayat itu supaya di otopsi karena kematian yang tidak wajar. beberapa jam kemudian polisi memberitahu kalau dari CCTV ada tiga orang yang bertamu terakhir kali di apartemen itu.
Laras masih sangat sedih Ia berada di kamar sambil dipeluk oleh Levi.
"Levi, hati ku sesak aku ingin orang jahat itu" ucapnya pada Levi.
"Tenang, Laras jangan seperti ini"
"Aku ingin membunuh mereka bertiga!!" teriak Laras sambil memegang kerah baju Levi.
"Kalau begitu maukah kau melakukan perjanjian dengan Iblis?" tanya Levi pada kekasihnya itu.
"Apapun caranya aku tidak peduli" ucapnya putus asa.
Malam itu Levi membuat sebuah persiapan untuk sebuah ritual perjanjian iblis Ia membuat sebuah simbol dan meletakan lilin di setiap titik lingkaran simbol.
Ia menggores jari Laras dan mengeluarkan darahnya. Laras menggigit kain yang sudah digulung yang diletakkan di mulutnya.
Levi dengan teliti menulis menggunakan kuas menjadikan darah Laras sebagai tintanya. Perjanjian telah dibuat. Laras duduk di tengah simbol.
Levi membacakan sebuah mantra perjanjian berulangkali. Laras merasakan sakit didadanya tapi tidak bisa berteriak karena mulutnya tertutup.
Sesuatu seperti merobek kulit kepalanya. tanduk keluar dari dahinya. sebuah simbol tergores di kepalanya. Laras sudah kehilangan akal sebagai manusia. Ia melepas kain dimulutnya dan berjalan keluar apartemen.
Laras mendatang satu persatu orang yang telah membunuh keluarganya. Laras Merobek wajah mereka, mencongkel matanya, mencabik tubuhnya dan bahkan mengambil hatinya.
Ia membawa mayat mereka ke hutan belantara dan memberikannya pada kelompok serigala.
"kalian pantas mati, karena tak punya Hati" Ucapnya.
kemudian pergi menemui Levi mereka berpelukan. Laras kini menjadi setengah Iblis yang mengambil nyawa orang jahat yang ia lihat.
Kini Laras hidup bersama Levi dan sekarang pria itu sedang memandang wajah pulas setehabg iblis miliknya
Levi tersenyum sinis dan juga bahagia "aku mengorbankan 6 nyawa demi mendapatkan gadis ini. batinnya.
*TAMAT*