Pagi itu embun di dedaunan masih terlihat di rumah Rara, burung-burung pun berkicauan. Rara bangun dan segera menunaikan sholat subuh, setelah itu ia mandi dan sarapan bersama orang tua dan juga adiknya. Waktu menunjukkan pukul 06.20, Rara diantar ke sekolah menaiki mobil.
Rara bersekolah di salah satu SMA negeri di kotanya. Adiknya bernama Rina bersekolah di SMP swasta. Rara dan Rina memang berasal dari keluarga yang mampu. Ayahnya seorang pemilik perusahaan dan mamanya juga bekerja di perusahaan itu juga. Setelah sampai di sekolah Rara langsung bertemu dengan sahabatnya yang bernama Nisa.
setelah sampai di kelas, guru yang mengajar jam pertama UN masuk ke kelas "selamat pagi anak-anak" salam dari guru, "selamat pagi juga Bu" jawab para murid dengan serempak, "Hari ini kita akan ulangan bab 1 ya, maaf Minggu kemarin ibu lupa memberitahukan pada kalian " Bu Lina mengatakan di depan kelas. Rara yang tampak biasa saja melihat sahabatnya khawatir karena bisa kurang mampu dalam hal akademik.
Rara bertanya "Ada apa Sa?" Nisa melihat ke arah Rara hanya tersenyum dan berkata "tidak apa-apa kok Ra, aku hanya khawatir ulangan ku kali ini tidak memuaskan". setelah dikoreksi oleh Bu Lina, ulangan tersebut dibagikan lagi. Rara mendapat nilai 90 sedangkan Nisa 50. "Nisa nanti setelah pulang sekolah kita belajar bersama di rumahku yuk" ajak Rara "Oke Ra, aku izin ke mamaku dulu ya". Beberapa jam berlalu bel pulang pun berbunyi.
Rara dijemput oleh mama, sedangkan Nisa yang bisanya pulang menaiki angkutan umum sekarang pulang bersama Rara, mereka langsung ke kamar Rara yang serba biru itu. Tak terasa sudah pukul 17.00, Nisa pamit kepada mama Rara.
Ia pulang dijemput mamanya menaiki motor. Nisa memang berasal dari keluarga yang biasa, mama Nisa seorang ibu rumah tangga, sedangkan ayahnya sedang dinas di luar kota. Keesokan harinya Nisa mendapat surat karena belum membayar SPP bulan ini.
Memang Nisa sering terlambat membayar karena ayahnya belum mengirimkan uang bulanan keluarga di rumah. Rara sebagai sahabat bisa tidak diam saja melihat sahabatnya kesusahan, ia langsung menelfon mamanya untuk mengirimi uang untuk membayari dulu SPP Nisa.
Nisa sangat berterima kasih kepada Rara. Rara memang sering membantu Nisa Samapi akhirnya Rara lulus dengan nilai terbaik ke-2 di sekolah. Beberapa tahun pun berlalu. semenjak lulus dari SMA Rara tidak mengetahui kabar Nisa dan begitu pun sebenarnya.
sekarang Rara mempunyai perusahaan yang besar, tetapi perusahaan tersebut bangkrut dan dijual.
Rara mendapat telefon bahwa orang yang ingin membeli perusahaannya ingin berkunjung. Tak disangka, orang yang ingin membeli perusahaannya tersebut adalah Nisa, sahabatnya sendiri. ternyata Nisa mendapatkan beasiswa di universitas ternama dan menjadi pengusaha sukses. perusahaan milik Rara tersebut dibeli Nisa dan di kembalikan lagi kepada Rara sebagai balas budinya kepada Rara karena telah membantunya di saat ia kesusahan. mereka berdua pun menjadi partner sekaligus sahabat perusahaan dan menjadi pengusaha yang ternama di negeri tersebut.