Namaku Farisya Aquiletta, aku adalah seorang putri disebuah kerajaan yang otoriter. Ayahku dikenal dengan raja yang sangat tegas pada rakyatnya tidak memandang bulu pada siapapun. Jika salah maka ayah akan memenjarakan siapapun dia kedalam sebuah penjara bawah tanah yang gelap dan dingin.
Berbeda pula dengan sikap ibuku, ibu memiliki sifat penyayang dan lemah lembut.
Aku adalah putri tunggal dikeluargaku. Ibu memanjakanku tapi tidak dengan ayah. Ayah ingin membentukku menjadi seorang putri yang tangguh bukan seorang putri yang manja.
Terkadang aku frustasi dengan sikap ayahku yang seperti itu padaku, sempat terlintas dipikiranku untuk keluar dan pergi menjauh dari istana ini.
Hingga suatu malam saat aku sudah tertidur, secara mengejutkan ayah memintaku untuk ikut bersamanya.
Aku dibangunkan paksa oleh ayah padahal ibuku tidak pernah mengizinkan ayah memperlakukan ku begini tapi apalah daya ibuku tidak bisa berbuat apa-apa, ibuku terlihat pasrah saat ayah memaksaku harus menjadi apa yang ayah mau.
"Farisya, bangunlah sekarang kau harus ikut dengan ayah." titah ayah.
"Hoaaamm..tapi ayah ini masih malam bukan? tidak bisakah besok saja jika hari sudah terang. Lagian Farisya masih sangat mengantuk."
"Tidak ! bangun sekarang atau ayah akan membasahi tempat tidurmu dengan air. Kau tinggal pilih. Ayah tunggu diluar, ingat jangan lama-lama dan jangan lupa gunakan seluruh kelengkapan latihanmu."
"Tapi ayah."
Aku sangat ingin marah memberontak, tapi aku menahannya.
"Lakukan perintah ayah."
Ayah mengatakan dengan penuh penekanan.
Ibu yang ada dibelakang tubuh ayah hanya bisa diam dan mengangguk kearahku agar menuruti perintah ayah.
Aku mengiyakan tapi bukan mengiyakan perintah Ayah, aku semakin yakin untuk pergi auh dari sini.
Selepas ibu dan ayahku melangkah keluar dari kamarku. Aku pun melompat dari jendela kamarku.
"Selamat tinggal ayah dan ibu. Disini bukan tempatku."
Setelah berhasil melompat dan lolos dari penjagaan Farisya terus berlari dan tanpa ia sadari ia sudah berada ditengah hutan.
Samar-samar ia mendengar suara dengkuran yang sangat keras.
"Sepertinya ada seseorang juga disini? "
Aku mencari arah suara dengkuran itu.
Setelah cukup lama pencarian langkahku terhenti disebuah gua.
"Arah dengkuran itu ada di dalam sini. Sebaiknya aku memeriksanya, aku penasaran makhluk macam apa yang ada didalam sini."
Aku terus masuk kedalam gua, ku lihat ada seorang pria sedang tertidur tapi bukan pria pada umumnya. Perawakan pria begitu aneh, dia memiliki dua taring dan dua tanduk cukup panjang diatas kepalanya.
"Hmm ternyata suara dengkuran itu berasal darinya. Tetapi dia tidak kelihatan seperti manusia."
Aku berjalan perlahan mendekatinya.
Namun sebelum aku berhasil mendekatinya pria itu sudah menyadari keberadaanku tetapi ia masih dengan posisi berbaring belum melihat kearahku.
"Mau apa kau kesini. Manusia lancang ! kau punya nyali yang cukup besar rupanya berani mengganggu tidur nyenyakku HAAAAHAAAA...."
Aku terdiam dan waspada diri bersiap-siap jika pria ini menyerang kearahku.
"Aku tidak sengaja masuk kedalam gua ini, aku tersesat."
"HHAHHHHAAA seorang wanita ternyata."
Diapun bangkit dari berbaringnya kemudian menatap tajam kearahku.
"Karena kau sudah masuk maka kau tidak akan bisa keluar HaHAHAHHHA..."
"Aturan macam itu, aku tersesat dan aku ingin keluar ! kau tidak bisa melarangku. Aku tidak peduli siapa kau."
Aku sama sekali tidak takut .
"Besar juga nyalimu HAHAHHHAA."
Secara tiba- tiba ada sebuah kurungan jatuh tepat padaku dan akupun terkurung.
"Lepaskan aku !"
"HAHAAA....sudah ku bilang jika masuk maka tidak akan bisa keluar HAHAHAAAAA...kau selamanya akan menjadi budakku HAHAHAHHAA....
"Tidaakkkkkkkkk!!""""
Aku berteriak sekuatnya.