Dianka gadis berusia 24 tahun,baru saja menyelesaikan siaran radio.Dianka bekerja di salah satu stasiun radio hampir 4 tahun lamanya.memiliki suara yang lemah lembut membuatnya dikagumi para pendengar bahkan sesama rekannya.
Dianka memiliki kekasih,Ryan.pria yang telah mengisi hampir 5 tahun kekosongan hati Dianka.
tetapi hampir 2 tahun Ryan ke luar kota karna mendapat jabatan yang lebih tinggi di induk perusahaannya.walaupun begitu baik Dianka maupun Ryan sama sama berkomitmen untuk saling percaya.Disela kesibukannya Ryan selalu menelpon atau sekedar mengirim sebuah pesan untuk menanyakan keadaan Dianka.
Hari ini Ryan memutuskan untuk pulang ke kota kelahirannya sekaligus besok adalah ulang tahun sang pujaan hati dan Ryan juga berencana untuk melamar Dianka.
Ryan sudah siap dengan baju santainya,hari ini dia berencana untuk menjemput Dianka di tempat kerjanya.Ryan membeli sebuket bunga lily kesukaan Dianka.Ryan juga telah menyiapkan cincin berlian untuk Dianka.
Tiba di tempat kerja Dianka,Ryan begitu terkejut apa yang dilihatnya.bunga di tangannya terjatuh,air matanya menetes seketika,tangannya mengepal,wajah nya merah padam rahangnya mengeras,lidahnya kelu ini sangat menyakitkan..oh Diankaa...
Dianka masih berdiri mematung,matanya berkaca kaca ingin rasanya memeluk kekasih yang dia rindukan selama 2 tahun.perlahan Dianka melangkah mendekati Ryan
"Ryan"ucap lirih Dianka
Ryan mematung,memperhatikan tubuh Dianka dari atas hingga bawah.
"Aku bisa jelasin"ucap pelan Dianka dengan mata berkaca kaca
"Jelasin?setelah apa yang aku lihat?"ucap Ryan dengan nada mengejek,air matanya kembali menetes
"Aku mohon beri aku kesempatan untuk jelasin semua ini.kita ngobrol di tempat biasa ya"pinta Dianka
Ryan dan Dianka pergi ke pantai tempat biasa mereka kunjungi ketika salah satunya sedang ada masalah.
"Maafin aku yan..aku gabisa menuhin janji aku..aku gabisa wujudin semua mimpi kita"ucap Dianka
"Berapa lama?"tanya Ryan
"Hampir 10 bulan"ucap Dianka
"Ck.."Ryan berdecik melihat wanita disampingnya lalu kembali memandang demburan ombak.
"Aku gak sengaja ketemu Bayu di Cafe,kami kenalan.selama 3 bulan kami berteman baik,dia selalu ada buat aku.kami saling nyaman dan ketergantungan.Akhirnya kami menjalin hubungan serius.Dia melamar aku tepat di hari ulang tahun yang ke 23 tahun,ketika kamu gak bisa datang karena sibuk.Aku menerimanya.setelah 3 minggu dia lamar aku,kami menikah..aku hamil setelah 3 bulan menikah dengan Bayu...Maafin aku Yan..aku tau aku salah,aku egois.aku gak kasih tau kami tapi aku minta supaya kamu bisa menerima takdir ini...kita mungkin memang gak jodoh.Aku harap kamu nemuin wanita yang jauh lebih baik dari aku"ucap Dianka sambil meneteskan air mata.
"Aku melakukan ini demi kita Di..aku ingin hidup kita gak kekurangan aku bekerja keras buat wujudin mimpi kita..kita udah 5 tahun Di semua mimpi kita?Arghhhhhh....tentang keluarga kecil kita,rumah,anak anak yang lucu,semuanyaa?Di harusnya kamu bisa sedikit lebih sabar,aku sedang berusaha untuk mewujudkan mimpi kita.aku benar benar Arghhhh!!"ucap frustasi Ryan.Ryan menarik nafasnya dalam dalam menghembuskan dengan kasar.
"Mungkin kita memang gak jodoh Di..makasih 5 tahunnya,aku harap kamu selalu bahagia "Ryan berdiri kemudian melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Dianka
"Ryan"Dianka menyentuh lengan Ryan
"Aku benar benar minta maaf ya,kita masih bisa berteman bukan.aku udah nganggap kamu sebagai sahabat.walau bagaimanapun kamu adalah orang penting dalam hidupku aku sayang sama kamu sebagai sahabat.Aku harap kamu selalu bahagia"ucap Dianka lalu memeluk Ryan,kemudian dia berlalu.sebelumnya Dianka sudah mengirim pesan kepada Bayu jika dia pergi dengan Ryan.
"Arghhhhhhhhhhhhh"teriak Ryan setelah Dianka masuk kedalam mobil.
Ryan berteriak sekencangnya,dia tak menghiraukan tatapan orang yang melihatnya.menangis dibawah senja merah yang perlahan menghitam.Gelap
Semua impian dan harapan hidup bersama Dianka hancur,padahal satu langkah lagi semua mimpinya akan terwujud tapi takdir berkata lain.
Karna sejatinya manusia bukan tempat menaruh harap.
TAMAT