🎊💖🎊
Ulang tahun ke 17, ya biasa disebut dengan sweet seventeen. bagi sebagian orang mungkin menjadikan tahun tersebut untuk merayakan momen yang spesial. dalam tradisi budaya Eropa sweet year dirayakan khusus dalam perayaan ulang tahun istimewa, bahkan pada sebagian orang yang hidup berkecukupan, ulang tahun ke 17 dirayakan secara besar-besaran.
Aku pun langsung teringat karena 1 bulan lagi Joko sahabat karibku akan merayakan sweet seventeen, aku akan merencanakan ulang tahunnya di tahun ini dengan seindah mungkin.
Pagi hari, aku bergegas pergi ke sekolah karena hari ini adalah hari senin, sudah jadi rutinitas disekolah untuk melaksanakan upacara bendera. aku pergi bersama dengan Joko menggunakan sepeda milik Joko, Joko sangat menyayangi sepeda miliknya karena itu sepeda milik mendiang ayahnya.
Sampailah disekolah, aku dan Joko memasuki ruang kelas yang sama karena Joko sekelas dengan ku, Setelah itu pulang sekolah aku dan Joko
langsung menuju pulang, kami pun tak langsung pulang Joko mengajakku untuk ke tokoh kue.
Di tokoh kue, aku penasaran dengan Joko kenapa dia ingin ke tokoh kue, apakah dia ingin membeli kue untuk adiknya atau untuk dirinya sendiri aku tidak tahu.
Mila: Joko, tumben kamu mau kesini, biasanya aku ajak nolak
Joko: coba deh kamu lihat, kuenya sangat menarik dan harganya juga gak terlau mahal
Mila: terus kamu mau beli
Joko: iya Mil, tapi sepertinya tidak usah aku akan membeli yang lain saja
Mila: eh kenapa, kan kau suka yang ini, kata kamu harganya gak terlalu mahal
Joko: iya tapi kan pasti lama untuk aku mengumpulkan uangnya, sedangkan ulang tahunku sebentar lagi.
Aku sangat terkejut mendengar perkataan Joko, ternyata ia membeli kue tersebut untuk ulang tahunnya nanti, aku paham maksud Joko, ia tak mampu untuk membeli kue itu karena harganya sangat mahal baginya, dan aku pun berfikir aku akan meminta pada ayahku untuk membeli kue ini untuk Joko, karena menurutku sweet seventeen dan hanya terjadi 1 kali dalam seumur hidup.
Mila: sudahlah Jok, masih ada beberapa minggu lagi nanti saja ya, mending kita pulang saja lagian juga sudah sore nih
Joko: baiklah ayo kita pulang
Sampai dirumah, rumahku dan rumah Joko bersebelahan, aku langsung masuk kerumahku, dan melihat ayah yang sedang mengurus pekerjaan kantornya.
Mila: Ayah
Ayah: ya kenapa Mil, kamu memanggil ayah
Mila: ayah apa ayah tahu, kue ulang tahun yang sangat terkenal dan mahal di tokoh kue simpang lima itu
Ayah: iya ayah tahu, memangnya kenapa kamu ingin ulang tahun dengan kue itu, baiklah nanti akan ayah belikan ya
Mila: b-bukan ayah bukan untuk Mila
Ayah: lalu untuk siapa
Mila: itu untuk Joko ayah, soalnya Mila kasihan sama Joko, karena sebentar lagi dia akan merayakan ulang tahunnya yang ke 17, jadi Mila fikir Mila juga mau mengasih surprise untuk Joko, dan Joko juga menginginkan kue itu
Ayah: oh..Joko, apa Joko memintanya kepadamu
Mila: tidak ayah, ini kemauan Mila sendiri, dan Joko juga sempat ingin mengumpulkan uang untuk membeli kue itu, tapi katanya sangat lama untuknya untuk mengumpulkan uang dan membelinya, jadi Mila mohon sama ayah boleh ya yah ayah belikan kue itu nanti di hari ulang tahunnya Joko
Ayah: ya baiklah nanti akan ayah belikan
Mila: wah makasih Ayah (memeluk Ayah)
Aku langsung masuk ke kamarku dan aku sangat senang karena ayah menuruti kemauanku, Joko pasti sangat senang di hari ulang tahunnya nanti.
Malam harinya setelah mengerjakan pr dari sekolah aku pun langsung ingin tidur, karena hari ini sangat melelahkan.
Tak terasa hari demi hari terus berganti dan tak terasa besok hari ulang tahunnya Joko. seperti biasanya aku dan Joko berangkat ke sekolah bersama, setelah itu pulang sekolah ada suatu peristiwa yang sangat tak terduga dan menyedihkan bagiku dan keluarga Joko, aku yang sedang membeli es krim di pinggir jalan, dan Joko yang sedang menungguku tiba-tiba dari belakang ada sebuah mobil yang secara cepat menabrak Joko dan sepedanya, aku sangat panik dan meminta tolong pada orang-orang sekitar untuk membawa Joko ke rumah sakit.
Aku pun langsung menghubungi bundanya Joko dan mengabari kalau Joko mengalami kecelakaan. aku pun tak tahu harus bagaimana dan aku memutuskan untuk menyusul ke rumah sakit dengan menggunakan ojek, sampainya disana tangisku tak bisa tertahan melihat Joko yang bersimbah darah akibat kecelakaan tadi, aku menangis sejadi jadinya, hingga mamanya Joko pun datang dan melihatku menangis ia berusaha menenangkanku, padahal aku tahu hatinya juga sangatlah sedih bahkan lebih sedih dariku, tapi ia berusaha agar terlihat kuat di depanku dan demi Joko.
Hari sudah semakin malam, tapi Joko belum juga sadar dari komanya, bunda Joko menyuruhku pulang biar ia yang menjaga Joko disini, aku pun pulang dan sampai dirumah aku tak bisa tidur memikirkan akan kondisinya yang tak membaik, mana besok adalah hari ulang tahunnya harusnya ia bersenang senang tapi kini dia hanya terbaring lemah tak berdaya. aku yang sangat ingin membuat hari ulang tahunnya menjadi seindah mungkin dan menjadi momen tak terlupakan, aku akan tetap ingin membelikan kue itu untuknya.
Keesokan harinya, Ayah yang sudah membelikan kue yang diingkan Joko,
Ayah: Mila ayah sudah belikan kuenya, tapi sayang sekali Ayah tidak bisa ikut merayakan sweet seventeenya, dan ayah harap agar Joko dapat segera kembali pulih
Mila: iya Ayah tidak masalah, Mila paham Ayah sangat sibuk, nanti kalau Joko sudah siuman Mila akan kabarin Ayah
Ayah berangkat ke kantornya, dan aku pergi ke rumah sakit menjenguk Joko, di rumah sakit aku masih melihat Joko dengan kondisi yang sama, tak lama kemudian bunda Joko sangat terlihat bahagia karena Joko baru juga sadar dari komanya, aku masuk ke ruangannya dengan membawa kue yang diinginkannya.
Joko: Mila, kau disini kenapa kamu tidak sekolah
Mila: bagaimana mungkin aku akan kesekolah sendiri dan duduk sendiri dengan bangku kosong disebelahku, rasanya tidak lengkap Jok
Joko: kau ini ada-ada saja
Bunda Joko: Joko sebaiknya kamu jangan banyak gerak kondisi kamu belum sebenarnya pulih
Ya kondisinya memang belumlah benar membaik, terlihat wajahnya masih sangatlah pucat, dan suaranya juga sangatlah lemah.
Mila: happy birthday Joko
Joko: terima kasih Mila
Mila: ini kue yang kamu mau, aku sudah mewujudkannya dan ini untukmu
Joko: Mila tapi aku tidak minta padamu untuk membelinya, baiklah nanti aku akan ganti uangnya ini pasti sangat mahal kan
Bunda Joko: ya ampun Mila tak perlu repot, untuk membelinya, tapi Joko sangat senang dengan ini bunda sangat berterima kasih denganmu
Mila: oh tidak apa-apa tan, ini juga mau Mila sendiri
Joko pun memulai meniup lilinnya dan ia menyuapi bunda dan kemudian aku, Joko sangat bahagia dengan semua ini, aku berharap semoga persahabatanku dan Joko selalu terjaga sampai kapanpun.
Aku dan Bunda Joko tak menyangka, setelah perayaan ulang tahunnya, Joko tiba-tiba pingsan dan kondisinya semakin memburuk, aku tak tahu harus apa, apa mungkin karena kami yang sangat bersenang senang sampai lupa kondisinya Joko.
Keesokan paginya, kabar duka datang Joko sudah tiada hari itu, kami semua sangat kehilangannya termasuk aku, aku sahabat karibnya sedari kami di bangku Tk hingga sekarang, aku benar tak menyangka hal ini akan terjadi padaku, aku yang berusaha menenangkan diri di dalam kamarku setelah pemakaman Joko, begitu banyak kenangan dan peristiwa yang kami lalui bersama hingga sweet seventeennya yang kemarin baru saja kami rayakan, hingga akhirnya Joko meninggalkanku lebih dulu.
💔💔💔