nama ku raini, aku sekarang berumur 9 tahun dan Aku suka ketenangan jadi aku sering mendengarkan musik sambil bersenandung ria.
aku memiliki seorang kakak yang lebih tua dua tahun dari ku. Kakak ku sangat baik pada ku. Ia selalu memberiku mainan miliknya yang sudah tidak dia gunakan.
kami hidup bertiga dengan ibu ku, Ayah kami pergi dan tak tau pergi ke mana. Ibu memberi kami sebuah boneka besar untuk menggantikan ayah kami. Ibu ku bilang Ayah kami selingkuh dan memilih pacarnya itu.
Kakak ku sangat menyayangi ayah kami. Ia selalu meminta untuk bertemu ayah setiap hari hingga membuat ibu kesal. Ia membawa kakak ku pergi dan meninggalkan aku sendirian di rumah.
"jangan takut Riani, ada aku disini" batinku.
"aku menunggu ibu pulang" Riani berusaha menenangkan dirinya.
aku sangat ke takutkan karena ibu belum kembali.
"click" suara pintu terbuka aku berlari menghampiri Ibu. Ibu memberi ku sebuah boneka seukuran diriku aku sangat senang. tapi anehnya Kakak ku tidak pulang bersama ibu.
Ibu bilang kakak memutuskan untuk tinggal bersama ayah. Aku awalnya merasa sedih tapi ibu selalu baik pada ku.
pada Usiaku ke 18 aku mau pergi liburan bersama teman ku tapi tidak di ijinkan ibu ku. Aku bertengkar hebat. Dan mengurung diriku di kamar.
"ibu Jahat, selalu melarang ku pergi" Riani kesal sambil menendang-nendang selimutnya dan akhirnya tertidur.
Besok paginya dia bangun dan melihat sebuah boneka berukuran besar berada di atas kasurnya. Ia ke girangan dan berlari keluar untuk mencari ibunya.
"ibu, ibu, Terimakasih bonekanya" Riani berdiri di kamar tapi tidak bisa menemukan ibunya.
"Ibu dimana?" teriak Riani sambil menangis.
"tenang Riani, ibu pasti lagi keluar rumah sebentar" Ia berusaha menenangkan dirinya lagi.
"kalau gitu aku bisa pergi liburan selagi ibu tidak ada" ucapnya tertawa bahagia.
"TAMAT"