aku ingin berbagi cerita yg cukup berkesan setelah kubaca sebelumnya,.
cerita ini bermula dari sebuah desa pada zaman dahulu.
didesa tersebut hiduplah seorang nelayan wanita muda dengan kemampuan spesial, yaitu dapat memahami dan berbicara dengan semua ikan dilaut. ia selalu menghabiskan waktunya dilaut mencari ikan. tanpa banyak menggunakan alat bantu, wanita tersebut berenang bebas dilaut, dan dg mudah mendapatkan banyak ikan untuk dijual.
sampai suatu hari saat si wanita pergi untuk mencari ikan, ia tidak sengaja melihat dua orang yg sedang berkelahi dengan keadaan salah satunya nampak terpojok dan tak bisa melawan.
sesaat siwanita hanya memperhatikan sekilas. namun ada yg aneh dari dua orang yg berkelahi tersebut, dari pusar sampai bawah adalah ekor ikan yg berkilau dan cantik, selebihnya layaknya manusia normal, ah tak lupa dengan telinga yg benar2 berbeda dg manusia, dan wajah yg
rupawan.
dan mereka menyelam semakin dalam kelaut sana, dg tetap saling menyerang.
melihat jak tersebut, si wanita tak ragu untuk menyelamatkan manusia ikan atau mermaid yg terpojok itu. dg meminta bantuan para ikan, dan berhasil mengusir mermaid yg sebelumnya mendominasi perkelahian.
setelah merasa sesak akibat terlalu lama di menyelam, si wanitapun segera kembali ke daratan untuk bernafas.
lalu tiba2 mermaid yg ditolongnya muncul dibelakang wanita tersebut, dan memegangi kedua tangan siwanita dan mendekatkan diri padanya.
dalam keadaan tersebut siwanita salah paham dan mengira kalau si mermaid hendak menciumnya, namun si mermaid menjelaskan bahwa si wanita aneh karena dia bisa mengerti bahasa dari si mermaid. dan begitulah yg terjadi, setelah saat itu pertemuan demi pertemuan terjadi diantara mereka dan menghabiskan waktu untuk cinta yg tumbuh diantaranya.
sampai suatu pagi si wanita datang terburu2 ketepi pantai untuk menemui si mermaid sambil memegang sesuatu yg berkilau dengan rupa seperti mutiara dan sebesar bola basket.
si wanita menujukkan hal itu kepada si mermaid dan berkata " semalam hal ini tiba2 saja keluar dari tubuhku" katanya.
dalam keadaan itu si mermaid terkejut tapi juga bahagia, dan ia pun menjelaskan bahwa benda berkilau itu adalah anak mereka, dari sini ikatan mereka semakin kuat.
namun tanpa mereka sadari seseorang dari desa mengetahui hal tersebut dan menjadi masalah besar didesa.
sementara didesa ribut, si wanita masih berada dilaut sampai malam bersama si mermaid, dengan segala gombalan dan bacot2 renyah tentang cinta, sampai pd satu titik si wanita bertanya nama si mermaid
(pas bagian sini oe bingung, krn ni wanita berani ikeh2 kimochi bareng orang g dikenal, bahkan namanya aja g tau)
dan si mermaid nampak bingung yg mo jawab karena namanya panjang dan sulit diingat,(sumpah namanya panjang)
namun siwanita bersikeras ingin tau dan akan berusaha mengingatnya, stelah pelafalan nama yg panjang tsb, giliran sang mermaid yg bertanya nama siwanita, namun si wanita berkata bahwa ia tidak memiliki nama karena ia yatim piatu tanpa sempat di beri nama. lalu si wanita minta kepada si mermaid untuk menamainya dan anaknya, berakhirlah pembicaraan malam itu dengan si mermaid yg memegang telurnya.
keesokannya si wanita di tangkap dan sempat menerima pukulan dan hinaan. ia dipaksa minum racun, dipotong secara paksa rambutnya, dan dilempar kesebuah tempat buangan yg jauh dari desanya.
dan laut tempat ia selalu berjumpa dengan kekasih mermaidnya sengaja dicemari, sejak saat itu tidak ada lagi ikan maupun mermaid yg dtg kesana.
setahun kemudian di sebuah desa terbuang, seorang gelandangan asing baru saja datang dan diarahkan utuk tinggal di rumah wanita janda muda, yg diperkenalkan oleh tetua disana.
wanita janda muda itu adalah wanita yg sebelumnya.
gelandangan asing itu adalah seorang wanita aneh yg selalu menutupi kepalanya, dan berlidah tajam.
setelah beberapa hari tinggal bersama. di suatu pagi, si wanita menyuruh si gelandangan asing itu untuk menjemur ikan, sementara siwanita pergi mencari ikan dilaut. namun ia menolak dan meminta untuk diajak juga kelaut. setelah beberapa kali ditolak, akhirnya dia diajak juga.
di atas tebing yg tinggi, si wanita mulai pemanasan sebelum terjun kelaut, ia meminta si gelandangan asing itu untuk ikut pemanasan juga, namun tiba2 sebuah tusukan tepat mengenai di perut samping sang wanita, dalam keadaan terluka ia didorongnya kelaut.
dengan berurai air mata, si gelandangan asing, hanya melihat sosok wanita yg tenggelam semakin dalam dan taklagi terlihat. namun dengan dorongan perasaan yg aneh dan penyesalan akhirnya ia memutuskan untuk menyelam dan menyelamatkan si wanita tersebut.
di dalam air, hilanglah kaki si gelandangan asing sebut saja mermaid 2. dan berubah menjadi ekor berwarna merah yg cantik.
si wanita terbangun dalam keadaab terluka dirumahnya dengan seorang tetua diasana, ia bertanya diamana si anak baru tersebut yg sebelumnya tinggal bersamanya.
dan si tetua tidak tau, dan berkata bahwa sebelumnya mereka sudah mencarinya namun tidak ada, mereka juga merasa kasihan karena anak baru itu juga nampak malang sekali, apalagi dia tidak dapat berbicara.
setelah mendengar hal tersebut si wanita tersadar bahwa mermaid 2 adalah anaknya, ia baru sadar bahwa hanya ia yg bisa mengerti bahasanya.
setelah itu, dalam kedaan luka dan terburu-buru ia pergi mencari sang anak. dan ditemukannya di gunung dalam keadaan sekarat.
si mermaid 2 berkata bahwa ia membenci ibunya yg membuang dirinya dan ayahnya, dan hendak membunuhnya tpi akhirnya tak tega. ia bercerita tentang ayahnya yg selalu menceritakan seorang manusia wanita yg adalah ibunya, hingga suatu waktu si mermaid 2 berencana mencari ibunya, setelah lama mencari ia tak juga menemukannya. kembalilah ia kelaut tempat ayahnya berada. namun disana ia menemukan ayahnya yg meninggal kekeringan karena menunggunya. sejak saat itu ia percaya bahwa ia telah dibuang, dan memutuskan untuk membunuh ibunya.
dalam keadaan lemah si mermaid 2 bilang ke ibunya bahwa ia sudah sekarat, tubuhnya akan mengering karena tidak mendapat air, dan kemudian ia tak sadarkan diri.
si wanita yg tak lain ibunya mulai merasa putus asa, namun akhirnya ia menggigit keras2 bibirnya hingga berdarah, sementara tangannya menusuk keras perutnya yg sebelumnya terluka hingga mengalirlah darah yg banyak dari sana.
tak selang berapa lama si mermaid 2 terbangun dan bertanya apa yg terjadi, si ibu hanya berkata bahwa ia memberinya darahnya sebagai ganti air untuknya. ia juga berkata betapa bersukurnya ia dapat bertemu dg putrinya, dan memikirkan bagaimana selama ini putrinya tumbuh dan berkembang begitu pesat hanya dalam setahun.
dan di tengah2 itu tetua yg sebelumnya, tiba2 muncul krn khawatir dengan siwanita karena keluar dalam keadaan terluka, namun mendapati mereka berdua dalam keadaan aneh dan kepala si mermaid 2 dalam keadaan terbuka, membuat si tetua terkejud dan berkata bahwa ia monster, dan mengajak si wanita untuk pergi.
namun disini si wanita menghalangi si tetua karena takut ia akan melukai anaknya. dan tiba2 menarik tangan si mermaid 2 untuk pergi kelaut.
dengan tangan yg berlumur darah, mereka berdua saling bergandeng tangan.
diujung tebing yg curam diatas laut, tanpa ragu wanita yg terluka perutnya itu terjun bersama putrinya.
di kedalaman laut yg dingin dan nostalgia, bayangan masalalu si wanita bermunculan, dan senyuman yg terkasih mermaid cintanya yg menemani.
dalam keadaan itu mereka membayangkan berenang dan saling memeluk sebagai sesama mermaid disana.
dan perlahan-lahan melebur bersama laut.
tamat...
untuk akhir dari cerita ini, aku pikir mereka mati bersama, atau hanya si ibunya yg mati ntahlah.
selain itu apa yg aku ceritakan juga kurang detail sih karena terlalu panjang hahha.
dan diambil dari sebuah komik dg judul "the red empress" dengan tokoh utama yg merupakan kaisar wanita yg kejam dan lagi nyari selir. dan kategori manhua dengan genre historical, romance, tragedy, kalo penasaran cek sendiri aja.
yg jdi cover itu sendiri juga salah satu tokoh didalam komik the red empress, yg muncul di ch 1.