Lautan dimana aku pertama kali bertemu dengannya, Lautan yang membuat kita menjadi lebih dekat lalu mengenal apa itu kata cinta tapi lautan juga yang menghalangi cinta kita. Membuat kau dan aku terpisah untuk selamanya.
Mengapa Lautan membuat ku bertemu denganmu jika untuk perpisahan tiada akhir????
Namaku Azinza yang berarti putri laut teman temanku memanggilku Anza singkatan dari nama ku. sama halnya dengan nama itu didalam hidupku hanya ada lautan.lahir didalamnya dan dibesarkan olehnya karena aku seorang putri duyung.
pada saat itu cuaca begitu cerah seperti biasanya aku bermain dengan semua mahluk hidup yang ada di dalam lautan ini tapi terkadang aku bosan pernah terpikir ingin sekali aku pergi kedaratan melihat apa saja yang ada diatas sanah rasa penasaran itu semakin tumbuh dihati dan pikiran ku akhirnya kuputuskan akhir yang kuambil dengan tekad untuk naik kesana
"Teman-teman aku sudah mengambil keputusan. aku akan pergi kedaratan" ucapku memberitahu mereka dengan girang saking senangnya
"Anza kau sudah gila daratan sangat berbahaya untuk kita apalagi para manusia yang kejam itu kau kan melihat kekejaman mereka" Ucap Safi
"tapi menurut ku tidak semua manusia seperti itu" Ucap Anza mengingat kenangan masa kecilnya bersama seorang teman manusianya
"kau masih mengingat dia kan??? apa kau juga kedaratan untuk mencari nya" Ucap Riani
aku memiliki teman manusia dia baik selalu menolongku bahkan waktu itu dia membebaskan diri ku dari para manusia yang ingin menjual ku tapi setelah kejadian itu dia pergi tanpa sepengetahuan ku dan hanya meninggalkan sebuah gelang untuk diriku
"Tidak aku tidak akan mencarinya jika memang takdir ingin kami bertemu makan itu akan terjadi lalu terserah kalian keputusan ku sudah bulat aku akan pergi kedaratan" Ucap Anza
"Baiklah jika itu keputusan mu tapi ingat kaum duyung tidak bisa hidup lama di daratan karna jantung kita akan berhenti berdetak saat Ekor kita berubah menjadi sebuah kaki" Jelas riani
"Tunggu kau setuju dengan keputusan dia tapi bagaimana jika ibu nya tau aku yakin dia belum memberitahukan soal ini" Ucap safi berusaha menghalangi Anza
"Terima kasih teman² dan tolong jaga rahasia ini dari ibuku" Ucap Anza yang pergi menuju daratan
kedua temannya hanya bisa menatap Anza saat dia hendak pergi tampa bisa mencegah nya. sesampainya di daratan ekor Anza seketika berubah menjadi kaki, ia mulai pergi dan melihat sekeliling banyak sekali manusia yang berada di sinih.
Anza mencoba semua yang dilakukan oleh manusia dia juga mencoba semua makanan disana tak disangka semua makanan manusia terasa enak sekali.
siang pun berganti menjadi malam Anza duduk di sebuah batu karang besar sambil menatap ke arah bulan
"Wah bulannya sangat cantik" Ucapnya
suasana yang hening dan hanya terdengar suara ombak laut membuat Anza ingin bernyanyi ia pun menyanyikan sebuah lagu yang ia nyanyi kan hanya untuk teman masa kecilnya entah kenapa sekarang dirinya tiba-tiba teringat padanya.
pada saat Anza melantunkan lagu itu terdengar suara seseorang yang tidak asing di telinganya
"Anza.... "
Anza seketika menghentikan nyanyiannya lalu berbalik untuk melihat orang itu tak disangka wajah dan suara itu masih sama seperti tidak ada yang berubah apa ini sebuah hayalan saja.aku ingin pergi lalu memeluk dia tapi tubuh ini tidak bisa bergerak, suaraku juga tidak bisa keluar.
"Anza apa itu kau??? " tanyanya
"Ki... an... kian... " ucap Anza
Kian teman kecil Anza setelah 15 Tahun berpisah kita bertemu lagi dalam suasana yang sama
Kian berlari juga memeluk dengan erat dia mulai menangis dengan tersedu-sedu
"Anza aku sangat merindukan mu"bisiknya
aku membalas pelukannya lalu berharap waktu berhenti untuk kita karna aku takut ini akan berakhir seperti dulu
setelah kejadian itu Kian mengajak Anza kerumahnya dia mulai menghabiskan hari hari bersama Anza seperti pergi kencan dan berdansa, melihat kembang api di malam hari, menonton TV lalu bergadang bersama,mengajari Anza masak, dan bercerita tentang dunia manusia
sebulan berlalu rasanya masih seperti mimpi aku masih tidak percaya Kian ada disini bersama denganku.
kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama sekarang Anza mulai merasa jantungnya terasa sakit dia mulai merasa tubuhnya cepat merasa lelah sebenarnya Anza sudah tau akibatnya akan seperti ini jika dia tetap berada di daratan maka dia akan mati aku harus bertahan demi kian jangan sampe kian tau akan hal ini.
"Anza kenapa wajah mu keliatan pucat apa kau sakit" ucap kian khawatir dan gelisah
"aku baik-baik saja aku hanya perlu beristirahat" ucap ku
kian tetap khawatir karna kondisi Anza makin hari makin memburuk dia tidak tau harus bagaimana apa kini dirinya harus kehilangan Anza untuk kedua kalinya jika seperti itu kehidupan ini sudah tidak lagi berarti
saat berjalan ditepi pantai tiba-tiba saja ada yang menghampiri kian
"Anza akan mati jika terus bersama dengan mu lepaskanlah dia itu akan membuatnya hidup" Ucap orang itu
"apa maksud mu" Ucap kian
"bukannya kau sudah tau maksudku tapi kau malah bertanya" Ucap orang itu sambil berjalan meninggalkan kian
Kian tidak tau orang itu sebenarnya adalah sahabat Anza yaitu Riani
setelah mendengar perkataan itu dan melihat kondisi Anza dirinya bergegas membawa Anza ke arah laut dia mulai melepaskan Anza yang mulai tenggelam lalu berlari menjauh.
air mata mulai keluar dari matanya dia ingin menjadi egois tapi tidak bisa karna baginya nyawa Anza jauh lebih penting daripada kebersamaannya.
satu minggu berlalu Kian tetap dateng dan memandangi lautan berharap dapat melihat sosok Anza
malam pun tiba kian masih berada di sana. seketika terdengar alunan lagu di telinganya ia mulai mengikuti suara nyanyian saat itu dia melihat sosok putri duyung dengan ekor yang indah dan rambutnya yang basah ternyata itu adalah Anza
"Kian... " Ucap sang duyung
"A... Anza" Ucap kian mulai meneteskan air mata ia besyukur dapat kembali melihat Anza
"Kian kita bertemu untuk berpisah" Ucap Anza"Aku tahu itu"sahut kian
"Aku ingin mengucapkan terimakasih karna kamu kembali dan maaf ini terakhir kalinya kita bertemu kini aku yang akan pergi bukan kamu" Ucap Anza
"Dari awal aku sudah tau itu aku hanya tidak ingin mengakuinya tapi sebelum itu aku ingin kamu tau meski kita tidak bersama aku akan selalu mengingat dan mencintaimu"
Anza hanya tersenyum dan pergi meninggalkan kian dengan sebuah gelang yang kian berikan kini kembali pada pemiliknya
lautan menjadi saksi pertemuan dan perpisahan ku dengannya
****Bersambung***""
Terimakasih buat yang dah baca maaf jika ada yang salah ☺