Ceritaku, ini tentang kenakalan ku sejak SD yang tak bisa aku lupakan. Dulu aku adalah seorang anak perempuan yang amat sangat nakal kedua. Sedangkan yang anak perempuan yang amat sangat nakal ke satu ialah sahabat ku, dia bernama Anna. Mungkin aku tertular nakal nya dari dia. Banyak sekali masalah yang telah diperbuat oleh Anna. Entah itu ribut dengan teman n sekelas, kakak kelas, atau pun guru bahkan waktu itu dia pernah bermasalah dengan orang tua siswa.
Oh iya kita kan mau menceritakan kisah ku ya. Ok kita lanjut. InI kejadian ketika aku berada di kelas 5 SD. Waktu itu ada kegiatan JumSih jumat bersih. Dimana setiap kelas harus bersih dan rapih jika tidak maka kelas itu tidak diperbolehkan pulang.
Nah saat itu aku berinisiatif untuk membersihkan rak buku yang gak tau kapan terakhir kali rak itu di bersihkan karena rak itu sangat kotor, berdebu dan banyak sarang laba labanya pokonnya itu rak kaya gk di bersihin selama berab abad.
Ketika kami asik membersihkan lemari tiba tiba ada makhluk imut lucu berwarna coklat berantene keluar dari sela sela buku paket. Dan seketika kelas kami berisik nya minta ampun. Gara gara teriakan cewe cewe sok imut, sampe sampe mereka lompot ke atas meja. Terutama mejaku yang udah kinclong itu di Injek sama salah seorang geng perempuan yang termasuk Ke dalam geng paling terkenal di sekolah kami yaitu geng minceng.
“aaaaaaa…… bang*** lo anj***” kata si ciwi toxic itu sambil nunjuk nunjuk makhluk coklat itu. Maaf maaf aja ya sekolah aku itu di kampong jadi mulutnya bnyak hewan hewan hutan gitu.
“hey soto soto tewak tuh cucunguk itu gara gara meneh itu cucunguk kaluar… iihhh…. Burukeun tewak ari maneh teh, itu cucunguk aaaaa….” Translate “hey soto soto tangkep tuh kecoa itu gara gara lo kecoanya keluar… ihhh….. cepetean lu tangep kecoa itu aaaa….” Kata si ciwi ratunnya genk mincreng.
Karena waktu itu aku aku lagi baik aku turutin tuh kata si ratu. Eeettsss tapi gk semudah itu perguso, setelah aku tengkep itu kecoa aku langsng lari dan jereenggg. Aku kasih ke si ratu. Dia langsung longcat
“eh nama urang teh siti lain soto, sangenahnna ngaganti ngaran pake daharen.”translate “hey nama gue siti bukan soto, seenaknnya ganti nama orang peka nama makanan.”
“aaaaaaaaa”teriakan kekar dari seorang cuwu yang terkenal garangnnya satu kampong. Aku kaget, Anna kaget, ratu mincreng kaget dan semua orang di kelas kaget. Tak kusangka orang terkekar sekampong itu takut sama mahluk kecil coklat yang gemas itu.
Aku tak menyiyiakan kesempatan ini. Aku sodorkan si kurma antenna itu ke mukannya dan si cuwu itu histeris dan mulai berlarian. Aku mengedipkan mata ku kea rah anna meberi kode padannya. Anna mulai menghadang pintu dan ikut ikut ngejar tuh cowo. Bnyak kata kata yang dia keluar dari isi hutan, hantu, dan sodarannya sendiri.
Hari itu aku sangat puas karena aku bisa balas dendam kepada cuwu itu. Kita bertiga berlarian kesana kemari di dalam kelas yang tadinnya sudah bersih mulai kacau lagi, kita bertiga terus berlari dan sampai akhirnya kejadian yang tidak aku sangka dan aku sesali sampai sekarang itu terjadi.
Dia terjatuh dan tangan kana bagian atasnnya menyenggol paku tajam yang ada di meja rusak di pojok kelas. Darah mulai bercecaran aku terkejut, berhenti dan mulai membuang kecoa itu semua orang berteriak memanggil guru dan petugas sekolah.
Sejak hari itu aku benar benar menyesal.aku menyadari kelakuan ku itu keterlaluan. Aku hanya ingin bercanda tapi malah mewaba bencana. Aku tak berniat melukai orang dengan candaan ku itu. yang pasti Aku, anna, dan cowok itu kita tak pernah lagi berbicara tak perha menyapa, sikap kita dingin satu sama lain. Setelah hari itu tak ada lagi si nakal satu dan dua dan tak ada lagi si cuwu kekar sekampong.
Ketika pengumumuman kenaikan kelas aku merasa takdir tengah membantu ku. Aku di beritau oleh ibu bahwa ayah di pindah tugaskan ke Jakarta. “Akhirnya aku akan keluar dari rasa bersalah ku ini” pikir ku waktu itu. tapi walaupun aku menjalani kehidupan baru ku, aku selalu teringat dengan kesalaha ku waktu itu. bagai menulis di kertas baru tapi tetap saja tintannya masih saja merah.
Beribu maaf aku uncap kan untuk mu. Si cowo kekar sekamopung yang bernama Liam
cowo yang pernah aku benci seangkatan, Liam.
Cowo yang selalu ada di pikiran ku seumur hidupku ini, Liam
Untuk terahir kali nya
maaf Liam